Langsung ke konten utama

Keunggulan Xiaomi Redmi Pad, Tablet Murah Tapi Mewah

Ketika Xiaomi meluncurkan tablet terbarunya, hal yang dicari dari tablet Xiaomi tersebut adalah apakah harganya affordable atau terjangkau untuk pengguna kebanyakan?

Hal yang sama terjadi lagi kali ini dengan tablet terbaru Xiaomi. Ya, kali ini Xiaomi kembali merilis tablet Xiaomi Redmi Pad dengan harga yang terjangkau.


Yang menarik, bahkan harga tablet baru ini lebih murah jika dibandingkan dengan tablet sebelumnya yakni Xiaomi Pad 5, yaitu Rp3,5 juta. Sebagai gambaran, Xiaomi Pad 5 sendiri saat dirilis ke pasaran memiliki harga Rp4.999.000. Seperti apa?

Xiaomi Redmi Pad memiliki desain body logam dengan tambahan alumunium magnesium. Oleh Xiaomi, Redmi Pad baru ini disediakan dalam 3 warna yaitu graphite Grey, Moonlight Silver dan Mint Green.


Di belakang, terdapat modul kamera utama yang berbentuk persegi panjang yang menampung kamera 8MP. Kamera depannya hadir ditengah bezel atas saat digunakan horizontal dengan resolusi 8 MP.

Dari sisi dimensi dan bobot, tablet Xiaomi anyar tersebut memiliki berat 465 gram dengan dimensi panjang 250,5 x158,1 milimeter dan rasio layar ke body (screen-to-body ratio) mencapai 80,9 persen. Sayangnya Xiaomi Redmi Pad ini masih memiliki bezel yang masih tebal.

Xiaomi Redmi Pad memiliki layar 10 inci dengan refresh rate 90Hz. Layarnya terbilang besar dan bisa leluasa ketika digunakan unuk menonton video. 

Tablet Xiaomi ini juga menggunakan panel IPS hingga mencapai resolusi 2K dan layarnya mampu menampilkan 1 juta warna. Refresh rate 90Hz yang diboyong Xiaomi Redmi Pad juga akan membuat gambar yang bergerak seperti animasi layar menjadi lebih halus.

Agar menjadi lebih optimal dalam menonton video, Xiaomi juga menambahkan 4 speaker dengan Dolby Atmos pada tablet Redmi Pad baru itu. Speaker tersebut dipasangkan pada sisi kiri dan kanan dengan posisi landscape sehingga ketika menonon video dengan mode full screen, suara akan terdengar lebih optimal. 

Dolby Atmos pada tablet ini juga akan membuat efek suara yang dihasilkan tablet terdengar menjadi lebih dalam saat digunakan.

Selain untuk keperluan hiburan seperti menonton video ataupun YouTube, Xiaomi Redmi Pad juga diklaim mampu digunakan untuk keperluan bermain game dan editing video. Kemampuan Xiaomi Redmi Pad tersebut ditopang oleh chipset Mediatek Helio G99 yang memang memiliki kinerja yang luwes.


Baca Juga:

Pihak Xiaomi sendiri mengklaim bahwa Redmi Pad terbilang kencang jika dibandingkan tablet dengan harga yang sejenis. Dan hal ini bukan omong kosong belaka.

Buktinya, Redmi Pad ini memiliki hasil benchmark yang mampu mengalahkan saingan dikelasnya. Hasil Antutu-nya mencapai 350.000-an, yang artinya pengguna tablet bisa menggunakan gadgetnya tanpa hambatan.


Dari sisi sistem operasi, Xiaomi mengisi Redmi Pad dengan sistem operasi Android 12 dengan antar muka MIUI 13.

Adapun untuk menopang daya tahan, untuk sektor baterai, Xiaomi Redmi Pad dibekali baterai berkapasitas 8.000mAh yang bisa digunakan menonton video hingga lebih dari 21 jam dan bermain game selama 12 jam. Tablet ini juga hadir dengan dukungan fast charging 18W untuk pengisian cepat saat baterai habis. Menarik sekali bukan?

Postingan Populer

Lawan MacBook Neo, Intel Perkenalkan Prosesor Murah. Ada AI-nya!

Intel resmi memperkenalkan lini prosesor entry-level terbarunya, Intel Core Series 3 Wildcat Lake, yang secara agresif diarahkan ke era AI PC dengan klaim performa hingga 40 TOPS. Di atas kertas, ini terlihat seperti upaya Intel untuk “menurunkan” kapabilitas AI ke segmen yang selama ini identik dengan kompromi performa dan efisiensi. Wildcat Lake dibangun di atas proses manufaktur 18A, membawa desain SoC dua die yang cukup ambisius untuk kelas entry-level. Die utama menggabungkan CPU hybrid 6-core (2 P-core Cougar Cove dan 4 LPE core Darkmont), GPU Xe3 dua core, serta NPU 5 untuk akselerasi AI.  Sementara itu, die kedua difokuskan pada I/O dengan dukungan PCIe Gen 4, Thunderbolt 4, hingga Wi-Fi 7, sebuah konfigurasi yang secara teknis terasa “overqualified” untuk segmen bawah. Intel merilis enam SKU dalam lini ini, mayoritas dengan konfigurasi serupa, kecuali varian Core 3 304 yang dipangkas menjadi 5 core dan hanya 24 TOPS AI. Seluruh lineup berjalan di TDP dasar 15W dengan turbo...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Kelebihan Realme C85 Pro. Baterai Badak Harga Rp3 Juta Saja!

Realme kembali meramaikan segmen menengah lewat peluncuran Realme C85 Pro. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena menawarkan kombinasi yang tidak biasa di kelas Rp3 jutaan, baterai jumbo 7.000 mAh, sertifikasi ketahanan tinggi, serta spesifikasi yang difokuskan untuk penggunaan intensif, terutama di luar ruangan. Secara positioning, Realme secara terang menargetkan pengguna lapangan. Mulai dari pekerja konstruksi hingga teknisi yang membutuhkan smartphone tangguh dan tahan lama. Sertifikasi IP69 Pro dan klaim standar militer menunjukkan pendekatan tersebut bukan sekadar gimmick. Namun, di titik ini, validasi penggunaan nyata tetap krusial untuk memastikan apakah proteksi tersebut benar-benar konsisten di kondisi ekstrem. Di sektor layar, Realme C85 Pro membawa panel AMOLED 6,8 inci FHD+ dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 4.000 nits. Secara teknis, ini menjadi salah satu nilai jual utama, terutama untuk visibilitas di bawah sinar matahari langsung. Kombinasi...

Waduh! Harga Wafer Naik per Semester Dua 2026.

United Microelectronics Corporation (UMC) resmi memberi sinyal kenaikan harga wafer yang akan berlaku pada paruh kedua 2026. Dalam surat kepada pelanggan tertanggal 16 April, perusahaan menyebut kombinasi biaya rantai pasok yang terus naik dan lonjakan permintaan, terutama dari sektor AI, sebagai alasan utama di balik penyesuaian ini. Secara naratif, alasan tersebut terdengar familiar. Industri semikonduktor memang sedang menghadapi tekanan biaya dari berbagai sisi: bahan baku, energi, hingga logistik. Namun, istilah “tight capacity” yang digunakan UMC sebenarnya lebih dari sekadar jargon teknis.  Dalam praktiknya, ini berarti permintaan chip melampaui kapasitas produksi, memberi produsen posisi tawar yang jauh lebih kuat untuk menaikkan harga. UMC juga menegaskan bahwa investasi untuk ekspansi teknologi dan kapasitas menjadi faktor pendorong. Tetapi di balik itu, ada dinamika pasar yang lebih kompleks. Permintaan AI saat ini memang sedang melonjak, namun tidak semua segmen memilik...

RTX 5050 Mundur, Nvidia Produksi Lagi RTX 3060?

Nvidia kembali memantik diskusi panas di segmen entry-level GPU setelah rumor terbaru menyebut peluncuran GeForce RTX 5050 varian 9GB ditunda hingga akhir Juni 2026. Penundaan ini menciptakan kekosongan di pasar GPU murah, segmen yang justru paling sensitif terhadap harga. Dikabarkan, penundaan tersebut memaksa Nvidia mengambil langkah yang terasa seperti mundur yakni menghidupkan kembali GeForce RTX 3060 12GB sebagai solusi sementara. Secara strategi, langkah ini sulit untuk tidak dikritisi. RTX 5050 9GB sejatinya diposisikan sebagai jawaban atas keterbatasan VRAM 8GB yang semakin terasa di game modern. Banyak judul terbaru kini menuntut kapasitas memori lebih besar, bahkan untuk setting menengah. Dalam konteks ini, konfigurasi 9GB memang terdengar “aneh”, tetapi tetap lebih relevan dibandingkan 8GB yang mulai menjadi bottleneck nyata. Namun, keputusan menunda produk tersebut justru membuka celah yang cukup besar. Nvidia seperti tidak memiliki opsi lain selain mengandalkan arsitektur ...