Langsung ke konten utama

Hati-hati Mengangkat Telepon Tak Dikenal, Bisa Menguras Pulsa

Akhir-akhir ini banyak masyarakat yang ditelepon oleh orang tak dikenal. Para penelepon biasanya mengaku sebagai sales dari bank atau provider internet dan telepon. 

Yang menyebalkan, mereka juga mulai merambah ke akun WhatsApp. Biasanya para penipu ini akan meminta kode OTP aplikasi atau meminta calon korbannya untuk memberitahu nomor KTP mereka.


Kali ini ada modus penipuan baru yang membuat pulsa korban tersedot habis. Jangan sekali-kali menerima telepon dari kode nomer asing atau luar negeri. Abaikan saja panggilan telepon tersebut, jangan sampai sobat Tekno menelepon baik nomer tersebut karena bisa jadi pulsa kamu akan terkuras habis. Kok bisa?

Anda pernah mendengar istilah Wangiri? Istilah terseebut berasal dari bahasa Jepang yang artinya sekali berdering lalu berhenti. Modus penipuan seperti ini sebenarnya sudah lama digunakan di berbagai belahan dunia.


Modus penipuan Wagiri merupakan salah satu metode penipuan dari lima metode penipuan yang sering digunakan. Penipuan semacam ini berpotensi membawa resiko keuangan yang signifikan bagi perusahaan telepon dan penggunanya. 

Sebagai gambaran, jumlah kerugian di seluruh dunia yang disebabkan oleh Wangiri ini nilainya sangat fantastis. Mencapai berkisar USD 27 miliar atau kurang lebih Rp407 triliun. Bagaimana bisa?

Modus dalam penipuan Wangiri ini adalah, korban akan menerima panggilan missed-call dari nomor berkode luar negeri. Nah, ketika korban menelepon balik nomor asing tersebut akan diangkat oleh orang yang berpura-pura sebagai Interactive Voice Response (IVR) dan akan membuat orang menghabiskan selama mungkin telepon tersebut terhubung.

Penipuan Wangiri terbilang susah untuk diberantas karena belum adanya regulasi yang mengatur dan menargetkan penipuan yang sejenis. Lebih sulitnya lagi karena penipuan semacam ini menggunakan nomor internasional sehingga sulit untuk dilacak.


Baca juga:

Agar terhidar dari penipuan Wanagiri, berikut adalah beberapa tips untuk sobat Tekno agar terhindar dari penipuan sejenis:

  • Jangan mengangkat nomor telepon tak dikenal, terlebih lagi nomor yangmemiliki kode telepon asing.
  • Cari nomer tersebut di laman pencarian Google, karena biasanya penipu akan menggunakan nomor yang mirip untuk mengelabui korban.
  • Gunakan aplikasi yang dapat melihat tag telepon tersebut misalnya aplikasi GetContact,Truecaller dan Should I Answer.
  • Jangan membagikan nomer telepon di dunia maya, karena bisa saja orang lain tidak sengaja menghubungi penipu tersebut.




Begitulah jenis penipuan yang merugikan dari nomor telepon berkode asing. Semoga sobat Tekno terhindar dari jenis penipuan Wangiri tersebut atau metode penipuan lain yang sekarang sedang marak dilancarkan lewat smartphone ataupun media sosial.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...