Langsung ke konten utama

AMD Radeon RX 7900 XTX, Penantang Serius GeForce RTX 4090

Kabar gembira bagi Anda penggemar PC desktop berkinerja monster. Tak mau kalah dengan Nvidia, AMD pun kini menyiapkan solusi VGA card mereka yang punya kinerja “mengerikan” dengan harga yang “menggiurkan”.

Ya, Nvidia GeForce RTX 4090 memang kartu grafis berkinerja monster. Namun persaingan untuk GPU next-generation sebenarnya baru dimulai. Pekan lalu, AMD mengumumkan jawara gaming 4K terbaru merka yakni Radeon RX 7900 XTX dan Radeon RX 7900 XT.


Selain memiliki kemampuan ray tracing yang lebih baik, solusi grafis anyar AMD ini memilki core AI yang lebih banyak dan memori yang berlimpah. Tak hanya itu, model ini merupakan VGA card pertama AMD yang menggunakan desain multi-die chiplet, serupa dengan teknologi AMD Ryzen.



Seperti halnya saat Ryzen mengganggu penguasaan pasar Intel di prosesor, penggunaan desain chiplet ternyata bisa membuat AMD merilis produk dengan harga yang lebih terjangkau.


Sebagai gambaran, jika GeForce RTX 4090 dipasarkan di harga 1599 dolar AS dan adiknya yakni GeForce RTX 4080 di harga 1199 dolar AS, Radeon RX 7900 XTX 24GB dijual di harga yang “hanya” 999 dolar AS saja. Adapun saat diluncurkan resmi 13 Desember mendatang, AMD Radeon RX 7900 20GB akan dipasarkan di harga 899 dolar AS.

Meskipun nantinya flagship baru AMD ini tidak berhasil melampaui performa monster Nvidia dari sisi benchmark, namun setidaknya VGA ini sudah sangat kencang. Dan harganya jauh lebih rasional dibanding solusi dari Nvidia.

Akhir kata, setelah bertahun-tahun mengalami shortage dan harga yang selangit, para gamers PC akhirnya punya sesuatu yang bisa diharapkan.


Baca juga:


Nvidia GeForce RTX 4090 memang sangat menarik. Namun harga 1.600 dolar membuatnya menjadi mainan terlalu mewah bagi pengguna. Radeon RX 7900 XTX dan RX 7900 XT juga bukan barang murah. Tapi dibandingkan apa yang ditawarkan oleh Nvidia tampaknya solusi AMD ini lebih menarik.

Apalagi kalau mereka juga bisa menghadirkan pengalaman gaming di resolusi 4K atau lebih serta sejumlah inovasi dan kemampuan ray tracing yang lebih bagus.


Saat ini belum ada informasi lebih lanjut terkait kinerja nyata ataupun benchmark untuk kedua solusi AMD tersebut. Mari kita nantikan hasilnya saat keduanya diumumkan dan mendarat di pasaran pada 13 Desember yang akan datang.

Postingan Populer

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

GPU Intel Arc Pro B70 dan Arc Pro B65 Bidik Segmen Profesional

Intel resmi memperluas portofolio GPU workstation melalui peluncuran Arc Pro B70 dan Arc Pro B65. Keduanya dibangun di atas arsitektur Xe2 “Battlemage”, menargetkan segmen profesional yang kini semakin didorong oleh kebutuhan AI compute, visualisasi kompleks, dan pengembangan software berbasis akselerasi GPU. Arc Pro B70 menjadi varian paling ambisius. Dengan 32 Xe core, 256 XMX engine, dan 32 ray tracing unit, GPU ini diposisikan sebagai mesin kerja serius untuk workload berat. Kapasitas memori 32GB GDDR6 pada bus 256-bit dengan bandwidth 608 GB/s memberikan fondasi kuat untuk dataset besar dan model AI.  Intel bahkan mengklaim performa hingga 367 TOPS (INT8), angka yang secara langsung menyasar kebutuhan inference modern. Dukungan API lengkap, mulai dari DirectX 12 Ultimate hingga Vulkan 1.3, membuatnya fleksibel untuk berbagai pipeline profesional. Di bawahnya, Arc Pro B65 hadir dengan konfigurasi lebih ramping: 24 Xe core dan 160 XMX engine. Meski begitu, menariknya tetap memba...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...