Langsung ke konten utama

Acer Aspire C24-1650, PC Desktop All-in-One Tipis dan Ringkas

PC all-in-one kini mulai kembali marak setelah banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh pengguna dari rumah. Sebelumnya, kalangan industri memang sudah mengalihkan penggunaan desktop mereka ke all-in-one, namun rumahan biasanya lebih memilih laptop atau tetap di PC desktop konvensional

Maraknya PC all-in-one ini sendiri bisa dilihat dari banyaknya produsen yang menelurkan produk-produk PC desktop AiO terbarunya. Nah, salah satu brand yang juga menghadirkan PC jenis tersebut ke pasaran Indonesia adalah Acer.


Ya, kali ini kita kedatangan sebuah PC All-in-One ringkas berlayar lega yakni Acer Aspire C24-1650. Ia tampil dengan desain yang tipis, minimalis namun berdiri dengan tegak anggun.

Dudukannya ini dari bahan metal yang diberi penutup kunci berbahan rubber. Tujuannya adalah agar dudukan ini bisa berdiri kokoh di meja tanpa mudah tergeser-geser. Dan kalau sudah terpasang, dia akan berdiri dengan kokoh dan elegan.


Kami suka penampilannya yang minimalis, bezel tipis dan layarnya itu lho, tampak luas dan immersif.

O ya, namanya PC all in one, seluruh komponen ditempatkan di balik layar tersebut. Mulai dari motherboard, prosesor, memori, chip grafis storage dan lain-lain, semuanya ada di dalam sana. Singkat, padat, jelas.

Kalau dilihat dari samping, PC all in one ini juga relatif tipis dan apik. Cocok ditempatkan di ruang keluarga, ataupun ruang kerja dengan space terbatas. Contohnya seperti meja kerja kecil yang kami gunakan untuk bekerja.

Engselnya pun kokoh dan kuat. Layarnya bisa didongakkan ataupun ditundukkan dengan mudah. Tujuannya agar mata Anda lebih nyaman saat bekerja atau menggunakan PC all-in-one ini karena sudut pandang layarnya eye level.

Di website resminya, Acer Aspire C24 ini hadir dengan prosesor Intel Core i5 yakni generasi ke 11 yakni Core i5-1135G7 yang merupakan prosesor quad core dengan kecepatan hingga 4,2GHz. Kencang!

Ia ditemani memori DDR4 8GB dengan dukungan memori maksimal 32GB. Sudah lebih dari cukup untuk PC all-in-one consumer daily driver. Di website-nya, disebutkan storage yang digunakan adalah harddisk SATA 1TB. Tapi di unit yang kita dapatkan ini dia pakai SSD 512GB.

Sesuai namanya, layar Acer Aspire C24 ini 24 inci, tepatnya 23,8 dengan resolusi Full HD 1920x1080p jenis TFT LCD. Adapun grafis yang digunakan adalah Intel Xe Graphics dengan shared video RAM.

Selain ethernet, PC ini juga mendukung Wifi AC serta memiliki port HDMI, 4 buah port USB dan audio combo jack. Ia hadir dengan Windows 10 Home namun saat kami coba, ia bisa di-upgrade ke Windows 11. Daya yang digunakan pun relatif rendah dibanding PC desktop built up atau rakitan, yakni hanya 65 Watt saja.

O ya, PC all in one yang satu ini belum menggunakan layar sentuh. Namun di pasaran, ada versi Acer Aspire C24-1651 yang punya desain dan spesifikasi serupa, namun mendukung layar sentuh. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan Anda ya.


Baca juga:


Di bagian belakang ini juga ada ventilasi mengarah ke atas untuk pembuangan panas. Untuk konektivitas, port tersedia di panel belakang. Di sana ada 1 port USB 3.1, 2 port USB 3.2, HDMI, RJ-45, audi jack dan port adapter. Di bagian bawah layar juga masih ada 1 port USB 2.0, tombol power dan card reader.

Pada paket penjualannya, Acer menyediakan keyboard chicklet yang tipis namun dengan travel distance yang cukup dalam sehingga tombol-tombolnya relatif empuk. Ia menyediakan beberapa shortcut berguna seperti ke Calculator, pengaturan volume, app switch, return to desktop dan lain-lain.

Ada juga laser mouse ringkas yang sayangnya, sama seperti keyboardnya, masih wired.


Satu yang perlu kami highlight adalah PC all in one ini menggunakan penyimpanan berbasis SSD yang kencang. Jangan salah, tidak sedikit PC all-in-one di luar sana yang menggunakan storage berkapasitas lega, namun berkecepatan seadanya.

Penasaran seperti apa penampilan PC all-in-one Acer Aspire C24-1650 yang kita bahas? Simak videonya di bawah ini.


Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Diborong Industri AI, Gamers Tidak Kebagian RTX 5090

Mimpi buruk para gamers dan perakit PC kembali berulang. Foto-foto yang beredar dari HKEPC memperlihatkan pallet berisi puluhan boks GeForce RTX 5090 versi ritel dibongkar langsung di fasilitas perakitan server AI, bukan di toko perakit PC gaming rumahan.  Kartu-kartu ini dicabut dari kemasan konsumen dan ditanam ke rak multi-GPU untuk beban kerja AI. Yang mencolok, perusahaan ini tidak memilih GPU profesional seperti RTX PRO 6000 atau akselerator datacenter yang memang dirancang untuk kebutuhan tersebut, meski harganya jauh lebih mahal. Mereka justru memborong unit ritel yang seharusnya jatah gamer, sebuah pilihan yang secara langsung memangkas pasokan global dan mendorong harga jauh di atas MSRP resmi 1.999 dolar AS.  Di berbagai marketplace, RTX 5090 kini dibanderol hingga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp88 juta, lebih dari dua kali lipat harga rilis. Polanya mengingatkan pada era cryptomining beberapa tahun lalu, saat penambang menghabiskan stok GPU ritel hingga gamer kesuli...

Mengapa Hape Second Makin Laris?

Pasar smartphone refurbished dan bekas menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat. Nilai pasar global diperkirakan mencapai US$34,8 miliar pada 2026 dan berpotensi meningkat menjadi US$66 miliar pada 2035, dengan pertumbuhan tahunan gabungan 7,3 persen.  Tren ini didorong oleh harga yang lebih terjangkau, kualitas perangkat refurbished yang membaik, serta meningkatnya kesadaran terhadap isu limbah elektronik. Salah satu daya tarik terbesar adalah selisih harga. Konsumen dapat memperoleh smartphone flagship dengan harga lebih rendah dibandingkan unit baru. Pada 2023, sekitar 70 persen pembeli disebut lebih memilih perangkat refurbished dibandingkan smartphone baru kelas pemula karena menawarkan fitur lebih baik dengan harga yang lebih rendah. Harga jual rata-rata perangkat refurbished juga turun 12 persen antara 2022 dan 2023 Namun, harga murah tidak otomatis berarti pilihan lebih aman. Kesehatan baterai, garansi, dan kondisi perangkat masih menjadi kekhawatiran utama.  Data...

Laptop Googlebook Resmi Meluncur, Harga Mulai dari Rp16 Jutaan

Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop. Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini. Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainka...