Langsung ke konten utama

Lenovo ThinkBook 15 G3, Laptop Bisnis dengan AMD Ryzen 5000 Series

Dari sekian banyak varian laptop yang dihadirkan oleh Lenovo di pasaran Indonesia, ada salah satu model yang menurut kami cukup menarik. Adalah Lenovo ThinkBook 15 G3, laptop yang ditujukan untuk segmen bisnis.

Seperti diketahui, laptop untuk bisnis dari Lenovo, khususnya dari seri ThinkBook biasanya memiliki bentuk yang kaku, berwarna hitam kelam dan desain yang “begitu-begitu saja” dari sejak lama.


Kali ini Lenovo mengambil pendekatan yang berbeda dengan ThinkBook 15 G3 terbarunya. Ia memiliki desain yang lebih stylish dengan LID cover bergaya two-tone dan casing berwarna mineral gray yang elegan. 



Sama seperti laptop bisnis lainnya, Lenovo ThinkBook 15 G3 ACL 4FID, nama lengkap laptop ini, didukung fitur keamanan yang lengkap seperti TPM 2.0, fingerprint sensor, dan webcam camera shutter.


Yang menarik, laptop bisnis yang satu ini juga menawarkan performa yang luar biasa untuk menangani aneka skenario beban tugas yang beraneka ragam.

Untuk itu, Lenovo ThinkBook 15 G3 sudah diperkuat oleh prosesor AMD Ryzen 5 5500U yang memiliki 6 core dan 12 thread yang membuatnya mampu menangani dan mengolah file Excel atau Power Point berukuran besar sekalipun.

Dan sebagai bukti bahwa laptop ini merupakan rilisan terbaru, laptop bisnis ini juga sudah dilengkapi dengan sistem operasi Windows 11 terbaru besutan Microsoft.

Dari sisi layar, laptop bisnis powerful Lenovo ThinkBook 15 G3 mengandalkan layar berukuran 15,6 inci yang menggunakan teknologi panel IPS (In-Plane Switching) LCD LED backlight dengan resolusi full HD 1920 x 1080 piksel yang diberi lapisan anti-glare.

Layar notebook bertenaga AMD Ryzen ini diklaim mampu menghasilkan kecerahan hingga 300 nits dengan 45% NTSC color gamut. Ukuran layar yang lebih luas dan lega dapat memberikan pengalaman lebih imersif saat bekerja maupun menikmati konten multimedia.

Tak hanya itu, layar ThinkBook 15 G3 telah memenuhi standar TÜV Low Blue Light untuk mereduksi cahaya biru agar mata tak cepat lelah. Dan agar laptop bisa dibuat dalam form factor yang ringkas, ia juga sudah menggunakan desain narrow bezel sehingga bentuknya tidak jauh lebih besar dari laptop 14 pada umumnya.

Menilik aspek performa, Lenovo ThinkBook 15 G3 merupakan salah satu laptop yang powerful di kelasnya. Prosesor AMD Ryzen 5 5500U dengan arsitektur Zen 2 bisa bekerja hingga kecepatan 4GHz. Untuk menopang prosesor yang kencang, Lenovo juga memasangkan RAM DDR4 8GB berkecepatan 3200MHz yang dapat di-upgrade hingga 40GB.


Baca juga:


Laptop ini memang tidak menyediakan discrete GPU. Namun AMD Radeon Vega 7 yang tersedia pada prosesor sudah lebih dari cukup untuk menangani aplikasi grafis, multimedia sampai game-game 3D ringan.

Agar aplikasi dapat di-load dengan cepat, Lenovo sudah menggunakan SSD M.2 PCIe 3.0 x4 sebesar 512GB di dalamnya. Storage ini memiliki kinerja yang sangat tinggi dan konsumsi daya yang hemat. Tapi jangan khawatir. Anda yang butuh storage lebih, masih ada slot 2,5 inci kosong yang bisa dipasangi harddisk ataupun SSD tambahan.


Jika digunakan untuk bekerja, Lenovo mengklaim bahwa baterai 3 cell 45WHrs ThinkBook 15 G3 sanggup bertahan hingga 7,5 jam. Relatif standar untuk laptop bisnis, namun jika baterai habis, ia punya fitur Rapid Charge yang bisa mengisi baterai hingga 50% dalam waktu setengah jam saja.

Di Indonesia, harga Lenovo ThinkBook 15 G3 dipasarkan mulai dari Rp10,499 jutaan di berbagai platform e-commerce terkemuka. Dengan harga tersebut, Anda sudah mendapatkan aplikasi Microsoft Office Home & Student yang berlaku untuk selamanya. 

Menarik bukan?

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Ikut Australia, Perancis Larang Ponsel di Sekolah

Mengikuti langkah Australia, Prancis bergerak tegas membatasi akses anak terhadap teknologi digital. Majelis Nasional Prancis resmi menyetujui rancangan undang-undang yang melarang anak di bawah usia 15 tahun mengakses media sosial, sekaligus memberlakukan larangan total penggunaan ponsel di sekolah menengah atas.  RUU tersebut kini menunggu pembahasan di Senat sebelum ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Emmanuel Macron. Rancangan ini disahkan lewat pemungutan suara 130 banding 21, sebuah konsensus langka di tengah parlemen Prancis yang biasanya terpolarisasi. Mayoritas anggota parlemen lintas partai sepakat bahwa pembatasan ini diperlukan untuk melindungi anak dari perundungan siber, kecanduan digital, serta paparan konten yang tidak sesuai usia. Presiden Macron, yang secara aktif mendorong regulasi ini, menyebut keputusan tersebut sebagai “langkah besar” demi kesehatan mental dan keselamatan anak-anak Prancis. Dalam pernyataannya di televisi nasional, Macron menega...

Pendapatan Turun, Xbox Mulai Ditinggalkan?

Kondisi Xbox kian mengkhawatirkan. Laporan keuangan terbaru Microsoft menunjukkan bahwa divisi gaming kembali tertekan, dengan pendapatan perangkat keras Xbox anjlok hingga 32 persen secara tahunan.  Secara keseluruhan, pendapatan divisi Gaming Microsoft juga turun 9 persen, menandai periode sulit yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Dalam laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2026 yang berakhir pada 31 Desember 2025, Microsoft mencatat pendapatan Gaming sebesar US$5,99 miliar, turun US$623 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan konsol Xbox, disertai penurunan kecil pada segmen konten dan layanan. Microsoft mengonfirmasi bahwa pendapatan konten dan layanan, yang mencakup langganan Game Pass, turun sekitar 5 persen. Angka ini menjadi sinyal bahwa strategi jangka panjang Microsoft yang berfokus pada layanan belum sepenuhnya mampu mengimbangi pelemahan bisnis perangkat keras. Ironisnya, kinerja X...

Microsoft Mulai Lupakan NPU?

Fokus besar-besaran terhadap Copilot+ PC di CES 2026 kini justru menimbulkan pertanyaan mendasar. Apakah saat ini industri PC sedang mengejar strategi AI yang sudah mulai ditinggalkan oleh Microsoft sendiri? Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, Microsoft menegaskan bahwa semua PC Windows 11 adalah “AI PC”, termasuk perangkat non-Copilot+. Namun di lantai pameran CES, narasi yang dominan justru seolah kembali ke era awal Copilot+, dengan fokus besar pada NPU dan angka TOPS. Masalahnya, Microsoft kini tampak kurang antusias terhadap NPU. Dengan hadirnya Windows AI Foundry yang memungkinkan inferensi AI berjalan di CPU, GPU, maupun NPU, peran NPU tidak lagi eksklusif seperti saat Copilot Runtime pertama kali diperkenalkan. Di sisi pengguna, manfaat nyata NPU juga masih minim. Fitur Copilot+ PC yang tersedia saat ini seperti Windows Studio Effects, Recall, atau Click To Do, belum cukup kuat untuk mendorong adopsi massal atau membuat konsumen benar-benar peduli pada spesifikasi NPU. Iron...