Langsung ke konten utama

Kelebihan MSI GP66 Leopard, Laptop Gaming Tipis Performa Tinggi

Di pasaran Indonesia, laptop gaming terus mendapatkan perhatian dari semakin banyak pengguna. Bukan dari kalangan gamers saja, content creators pun sudah banyak yang melirik laptop gaming untuk membantu pembuatan konten multimedia mereka.

Salah satu brand yang cukup konsisten merilis laptop-laptop gaming di pasaran Indonesia adalah MSI alias Micro-Star International. Ya, tidak seperti produsen laptop lainnya yang banyak mencurahkan fokusnya ke laptop consumer dibandingkan seri gaming, produsen yang satu ini justru sebaliknya.


Salah satu produk terbaru yang dihadirkan MSI ke pasaran Indoneesia adalah seri MSI GP66 Leopard. Produk ini sudah menggunakan teknologi mutakhir yang ada di industri dan tentunya menawarkan performa yang mumpuni. Seperti apa?



Meski punya dimensi yang relatif tipis untuk laptop gaming, MSI mengklaim bahwa GP66 Leopard memberikan pengalaman gaming dan engineering terbaik di laptop.


Ia sudah dilengkapi dengan prosesor Intel Core hingga i7 generasi ke-11 terbaru yang punya 8 core serta 16 thread. Prosesor ini juga punya ukuran L3 cache yang dua kali lebih besar dibandingkan dengan Intel Core i7-10750H pendahulunya. 

MSI mengklaim, dari sini saja akan terdapat tambahan performa hhingga 40 persen dalam kondisi tertentu.

Platform Intel generasi 11 juga menawarkan bandwidth yang lebih banyak antara CPU dan GPU yang terpasang di motherboard, yakni lewat jalur komunikasi data berbasis PCI Express Gen4 x16.

Penggunaan PCI-E lane tersebut membuat chip grafis (hingga Nvidia GeForce RTX 3070) yang tersedia menawarkan performa maksimal. Sebagai informasi chip grafis yang dipilih adalah yang punya VRAM sebesar 8GB GDDR6 dan tentunya sudah mendukung ray tracing untuk gaming yang lebih realistis.

Tak hanya itu, MSI yang dikenal sebagai produsen yang punya software overclock handal pun menyediakan mode discrete graphics serta opsi overclock pada laptop ini. Artinya, Anda bisa mendapatkan performa maksimal dari chip grafis yang tertanam.

Dari sisi layar, MSI pun memanjakan penggunanya dengan menyediakan layar resolusi tinggi yakni hingga QHD dengan refresh rate 165Hz. Layar ini menawarkan visual yang tajam, halus dan jernih saat digunakan.

Saat laptop digunakan pun, pengguna dimanjakan dengan input keyboard besutan Steelseries yang menawarkan sensasi layaknya keyboard PC desktop. Tak hanya itu, keyboard juga dilengkapi LED RGB per-key untuk memaksimalkan sensasi saat bermain game.

Saat bermain game, khususnya game online, pengguna pun akan lebih puas karena konektivitas Wifi yang didukung oleh laptop ini sudah mendukung Wi-Fi 6E terbaru. Artinya, pengguna bisa menikmati koneksi 5GHz band terdedikasi tanpa gangguan atau lag, asalkan Wifi router yang tersedia juga sudah mendukung.


Baca juga:


Khawatir kebablasan bermain karena terlalu nyaman dengan kelebihan yang ditawarkan? Tak perlu cemas. MSI menghadirkan teknologi pendingin cooler boost revolusioner pada laptop ini. 

Konfigurasi pendinginan tersebut terdiri dari 2 buah kipas dengan 6 buah heat pipe yang melintasi seluruh komponen penghasil panas dan pada akhirnya akan mendinginkan laptop dengan sangat baik.


Ketika bermain, pengguna pun tidak akan terganggu dengan loading game yang lemot alias lambat apalagi saat game yang dimainkan adalah game-game AAA terbaru. Pasalnya, laptop ini sudah dilengkapi dengan storage super kencang berbasis SSD PCI-e Gen 4 yang menawarkan transfer data berkecepatan tinggi.

Menarik sekali bukan?

Di Indonesia, MSI GP66 Leopard sudah tersedia di berbagai e-commerce lokal ataupun di gerai-gerai mitra penjualan MSI di Indonesia. Harganya mulai dari Rp24.499.000 saja.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Review Asus Chromebook 14 CM1405. Efisien untuk Produktivitas Modern

Pasar laptop Chromebook diam-diam terus berkembang. Segmen ini hadir sebagai alternatif serius bagi laptop Windows, terutama di segmen pendidikan, UMKM, dan perusahaan yang mengedepankan efisiensi, keamanan, serta kemudahan manajemen perangkat.  Dengan sistem operasi ChromeOS yang berbasis cloud, Chromebook menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan minim perawatan. Berbeda dari ekosistem Windows yang lebih kompleks dan menuntut spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Chromebook juga meningkat di lingkungan enterprise dan institusi pendidikan. Semua didorong oleh kebutuhan kerja hybrid, kolaborasi berbasis web, serta keamanan data yang terintegrasi langsung di level sistem.  Sebagai gambaran, ChromeOS dikenal memiliki booting cepat, update otomatis, serta proteksi bawaan terhadap malware. Kemampuan ini menjadikannya solusi praktis untuk pengguna yang aktivitasnya terfokus pada browser, aplikasi Android, dan layanan Google ...

Krisis RAM, Pasar Smartphone Diprediksi Turun Hingga 20% Lebih

Lonjakan harga memori dalam beberapa bulan terakhir mulai mengguncang industri elektronik konsumen, termasuk pasar smartphone global. Permintaan besar dari pusat data AI membuat produsen chip memprioritaskan segmen dengan margin tinggi, sehingga biaya komponen perangkat mobile ikut melonjak. Dampaknya, konsumen diperkirakan menunda pembelian dan upgrade perangkat. Laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC) memproyeksikan pengiriman smartphone global hanya mencapai sekitar 1,1 miliar unit pada 2026. Angka ini turun signifikan dari 1,26 miliar unit pada 2025. Proyeksi tersebut juga lebih pesimistis dibandingkan estimasi sebelumnya pada November 2025, yang memperkirakan penurunan jauh lebih moderat. Vice President Worldwide Client Devices IDC, Francisco Jeronimo, menyebut krisis memori sebagai “guncangan seperti tsunami” yang berasal dari rantai pasok DRAM dan NAND. Menurutnya, tekanan harga tidak hanya bersifat sementara dan diperkirakan memburuk sebelum membaik. Efeknya s...

RRQ Gandeng Zowie Hadapi Musim Kompetisi 2026

Rex Regum Qeon (RRQ) mengumumkan kemitraan strategis dengan Zowie untuk memperkuat dukungan teknologi bagi tim menjelang musim kompetitif 2026. Melalui kerja sama ini, pemain RRQ akan menggunakan monitor esports Zowie XL2566X+ yang dirancang khusus untuk kompetisi profesional. Monitor tersebut menawarkan refresh rate 400Hz dengan panel Fast TN serta teknologi Dynamic Accuracy (DyAc™ 2) yang berfungsi mengurangi motion blur dan ghosting. Kombinasi ini memungkinkan visual lebih tajam dan respons lebih cepat, faktor penting dalam pertandingan esports berintensitas tinggi. Zowie sendiri merupakan brand esports dari BenQ yang telah lama terlibat dalam ekosistem kompetitif global. Sejak 2023, Zowie juga menjadi official monitor partner untuk Valorant Champions Tour Pacific, menjadikannya salah satu perangkat yang sering digunakan di turnamen tingkat internasional. Head of Valorant Team RRQ, Jonathan Hoo, mengatakan kemitraan ini akan membantu pemain mencapai performa maksimal. Menurutnya, pe...

Microsoft Akan Matikan Xbox?

Salah satu sosok penting di balik lahirnya Xbox, Seamus Blackley, melontarkan kritik tajam terhadap arah strategi Microsoft. Dalam wawancara dengan VentureBeat, ia menyebut perusahaan tengah secara bertahap “mematikan” Xbox di tengah ambisi besar pada teknologi kecerdasan buatan generatif. Pernyataan ini muncul setelah Microsoft menunjuk Asha Sharma sebagai CEO Xbox menggantikan Phil Spencer. Di saat yang sama, eksekutif senior Sarah Bond dikabarkan akan meninggalkan perusahaan. Sharma akan bekerja bersama Matt Booty, yang disebut sebagai figur kunci penghubung dengan studio game internal. Blackley menilai konteks perubahan ini sangat jelas. Ia menyoroti fokus besar CEO Satya Nadella pada AI generatif, yang menurutnya menggeser prioritas bisnis lain. Ia berpendapat Xbox bukan lagi inti strategi jangka panjang Microsoft. “Xbox, seperti banyak bisnis yang bukan AI, sedang ditutup perlahan,” ujarnya, meski mengakui hal tersebut tidak pernah disampaikan secara resmi. Menurut Blackley, pend...