Langsung ke konten utama

Resmi Dirilis, Prosesor MediaTek Dimensity 900 Siap Dukung 5G

MediaTek memperluas platform smartphone 5G-nya dengan tambahan chipset terbarunya, yakni Dimensity 900. Prosesor ini merupakan penerus Dimensity 820 dan nantinya akan menempati segmen pasar yang sama dengan pendahulunya di kelas menengah atau mid-range.

Seperti Dimensity 1100 dan 1200, prosesor Dimensity 900 diproduksi menggunakan proses semikonduktor 6 nanometer di TSMC. Namun bedanya, Dimensity 900 memiliki konfigurasi CPU dan GPU yang lebih murah. Makanya prosesor ini harganya lebih terjangkau.


Dimensity 900 memiliki frekuensi CPU maksimum pada kecepatan 2.4GHz, tidak seperti Dimensity 1200 yang kecepatannya hingga 3GHz padahal menggunakan proses semikonduktor yang sama.



GPU Dimensity 900 sendiri didasarkan pada desain ARM Mali-G68 yang satu tingkat di bawah arsitektur Dimensity 1200 Mali-G77.


Pada dasarnya, ARM Mali-G68 memiliki lebih sedikit inti komputasi grafis, dan tentunya akan mempengaruhi tolok ukur grafis dan game karena kinerja 3D. Seperti diketahui, performa 3D biasanya berskala hampir linier dengan jumlah inti komputansi GPU-nya.

Meskipun demikian, Dimensity 900 menghadirkan banyak fitur "high-end" namun dengan harga yang lebih rendah. Beberapa fitur pendukung pada prosesor ini adalah WiFi-6, Bluetooth 5.2, kamera hingga resolusi 108 megapiksel, serta protokol penyimpanan UFS 3.1 yang lebih cepat.

Saat perangkat yang nantinya dipasangkan dengan prosesor Dimensity 900 ini tidak menggunakan kamera 108 MP, prosesor nantinya tetap dapat mendukung empat pengambilan kamera secara simultan. 

Metode ini yang memungkinkan berbagai teknik, mulai dari perekaman multiview, bokeh, atau fusi gambar, tergantung software kameranya. 

Dukungan Dimensity 900 untuk perekaman video 4K HDR juga merupakan fitur yang tidak selalu tersedia di ponsel kelas menengah. Semua tergantung masing-masing produsen smartphone yang bersangkutan.


Baca juga:


Kecepatan refresh tampilan dengan resolusi FHD yang didukung prosesor adalah maksimum di 120Hz. 

Dimensity 900 mungkin tidak mengesankan seperti SoC MediaTek kelas atas yang mendukung kecepatan refresh rata-rata di 168Hz. Namun, angka 120Hz sudah lebih dari cukup untuk segmen pasar menengah yang sebagian besar layarnya hanya memiliki kecepatan refresh 60-90Hz.

Konektivitas 5G juga sudah terintegrasi pada prosesor ini, berkat integrasi modem 5G yang kompatibel dengan agregasi operator Sub-6 5G dan 120MHz. 

Sebagai gambaran, Sub-6 5G memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada mmWave 5G, meskipun kecepatan puncaknya tidak setinggi mmWave. Namun demikian, mmWave membutuhkan penggelaran perangkat keras baru. Hal ini akan memakan waktu sebelum jangkauan jaringan hadir di mana-mana seperti Sub-6.

Menurut bocoran yang beredar, MediaTek Dimensity 900 akan ditempatkan sebagai pesaing keluarga prosesor Qualcomm Snapdragon 765G hingga 780G.


Dari sisi manufaktur, Oppo Reno 6 dikabarkan menjadi smartphone pertama yang akan dilengkapi dengan prosesor tersebut. Sedangkan Reno 6 Pro akan disisipi dengan MediaTek 1200. 

Menarik untuk disimak seperti apa performa smartphone dengan MediaTek Dimensity 900 nantinya ya guys.

Postingan Populer

Perbandingan Intel Core 10th Gen vs 11th Gen

Intel akhirnya memperkenalkan prosesor generasi terbarunya yakni Intel Core generasi ke-11 yang disebut dengan TigerLake. Meski tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan prosesor mutakhir dari AMD yang sudah menggunakan metode fabrikasi 7 nanometer, namun prosesor 10 nanometer baru Intel tersebut menjanjikan lompatan performa yang lumayan. Ya, prosesor yang dibuat dengan teknologi yang disebut dengan SuperFin 10 nanometer tersebut menghadirkan kecepatan clock yang lebih tinggi dan menghadirkan kenaikan performa hingga 20 persen. Yang menarik, Intel juga akhirnya menghadirkan upgrade signifikan pada chip grafisnya. GPU terintegrasi Intel HD, yang biasanya jadi bulan-bulanan, memang mendapatkan upgrade di seri 10th Gen lalu dengan Iris graphics. Tetapi tampak performanya belum terlalu memuaskan.  Semua berubah ketika TigerLake menyerang. Performa Iris Xe Graphics kini boleh diadu dengan grafis terdedikasi sekelas Nvidia GeForce MX350 sekalipun. Lumayan bukan? Kali ini kita akan...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Microsoft Hadirkan Windows 11 Project Zenith untuk Developer AI

Microsoft memperkenalkan Project Zenith, versi Windows 11 yang dirancang khusus untuk developer, terutama pengembang AI. Sistem operasi ini pertama kali hadir pada AMD Ryzen AI Halo dan akan diperluas ke perangkat dari OEM serta mitra silikon lainnya. Project Zenith menawarkan lingkungan coding yang telah dikonfigurasi, dengan sejumlah aplikasi seperti Visual Studio Code, GitHub Copilot, PowerShell 7, Python, Node, WSL 2, hingga .NET 10. Microsoft juga mengoptimalkan pengaturan Windows agar developer tidak perlu melakukan banyak konfigurasi secara manual. Fokus utama Project Zenith adalah pengembangan AI secara lokal. Microsoft menargetkan perangkat dengan minimal 64GB unified memory dan bandwidth memori lebih dari 250GB/s, yang mampu menjalankan model AI dengan lebih dari 30 miliar parameter. Microsoft juga membekali sistem ini dengan fitur keamanan untuk pengembangan agen AI, termasuk OS-enforced identity dan Microsoft Execution Containers (MXC). Namun, solusi ini masih tergolong mah...

Intel Nova Lake-S Dikabarkan Masuk Produksi Massal Q4 2026, Meluncur Awal 2027

Intel dikabarkan akan memasuki tahap produksi massal untuk prosesor desktop Core Ultra 400 “Nova Lake-S” pada kuartal IV 2026. Menurut laporan Tom’s Hardware, peluncuran ke pasar ritel baru akan dilakukan setelahnya, dengan generasi pertama Nova Lake-S diperkirakan hadir pada kuartal I 2027. Namun, tidak seluruh jajaran Nova Lake-S akan tersedia sejak awal. Model 28-core dengan multiplier unlocked disebut menjadi varian pertama yang diluncurkan pada Q1 2027. Sementara itu, model flagship yang dikabarkan memiliki 52 core kemungkinan baru menyusul pada paruh kedua 2027. Sejumlah kebocoran memperkirakan jadwalnya berada antara akhir Mei hingga September. Informasi tersebut berasal dari slide yang dibagikan akun wxnod. Materinya terlihat lebih menyerupai dokumen untuk vendor motherboard dibandingkan roadmap resmi Intel atau presentasi investor. Karena itu, jadwal tersebut kemungkinan merupakan informasi yang dibagikan Intel kepada mitra OEM, tetapi masih perlu dikonfirmasi melalui pengumum...

Nvidia RTX Spark N1X Meluncur Oktober, Bawa CPU Arm dan GPU Blackwell untuk AI Lokal

Nvidia memastikan platform RTX Spark N1X akan meluncur pada Oktober 2026. Platform ini dirancang untuk laptop dan mini PC yang membutuhkan kemampuan pemrosesan AI secara lokal, sekaligus menawarkan performa grafis melalui kombinasi CPU Grace berbasis Arm dan GPU Blackwell. Untuk saat ini, Nvidia mengungkap dua konfigurasi N1X. Varian tertinggi menggunakan CPU Grace 20-core yang dipadukan dengan GPU Blackwell berisi 6.144 CUDA Core. Sistem ini mendukung unified memory berkapasitas 24GB hingga 128GB, sehingga memberikan fleksibilitas cukup besar bagi produsen dalam merancang perangkat untuk kebutuhan AI agentic maupun pekerjaan grafis. Sementara itu, varian kedua mengurangi konfigurasi CPU menjadi 18 core Grace dan GPU Blackwell menjadi 5.120 CUDA Core. Kapasitas unified memory-nya berada di rentang 24GB hingga 32GB. Berbeda dari model lebih tinggi, Nvidia sejauh ini menyebut varian tersebut hanya akan digunakan pada laptop. Menariknya, Nvidia belum mengungkap sejumlah informasi penting ...