Langsung ke konten utama

Ditinggal Peminat, Aplikasi Clubhouse Bakal Hadir di Android

Clubhouse yang merupakan aplikasi audio chatroom diluncurkan pada April 2020 sebagai aplikasi eksklusif di iOS. Aplikasi ini langsung mendapatkan popularitas besar beberapa saat setelah peluncurannya.

Futur yang dihadirkan dari aplikasi ini sebenarnya tidaklah terlalu baru. Ia serupa dengan platform lainnya seperti Discord, Instagram Live Rooms, Reddit Talk, Telegram Voice Chats 2.0, dan Twitter Spaces.


Di saat yang sama, Facebook dan LinkedIn sendiri bahkan tengah bekerja untuk merilis alternatif dan akan merilis aplikasi obrolan audio dan podcasting miliknya sendiri. Lalu, apa yang menarik dari Clubhouse dan apakah mereka akan kalah jumlah pengguna?

Tidak mau ketinggalan popularitas, Clubhouse kini mulai menguji versi beta dari aplikasi mereka. Menariknya, mereka akan menjajal untuk versi Android-nya.


Versi betanya ini pun baru tersedia dan dilakukan pengujiannya oleh beberapa  pengguna terpilih saja. Tapi jangan salah, meski belum ada versi Android-nya, Clubhouse yang kini hanya tersedia di perangkat iOS telah mendapatkan popularitas yang luar biasa dalam beberapa waktu terakhir.

Kabarnya, perusahaan perangkat lunak Alpha Exploration Co. yang sedang mengerjakan versi Android dari aplikasi tersebut. Namun sejauh ini, pihak developer pun belum mengonfirmasi kapan platform tersebut akan diluncurkan untuk pengguna Android. 

Baru-baru ini, CEO Clubhouse Paul Davison dalam wawancara dengan salah satu pendiri Microsoft yaitu Bill Gates, mengonfirmasi bahwa aplikasi Clubhouse untuk Android tengah digarap dan sedang dalam proses.

Popularitas Clubhouse telah menyebabkan platform saingan lainnya, termasuk Facebook, Telegram, Twitter, dan Instagram, mengembangkan alternatif mereka sendiri dan 'meniru' fitur yang tersedia di Clubhouse.


Baca juga:


Alasan Clubhouse merilis aplikasi Androidnya dengan perkembangan yang cepat karena mungkin mereka tengah kehilangan sebagian besar basis pengguna potensial yang beralih ke platform lain seperti Twitter's Spaces atau Telegram's Voice Chat 2.0, yang sudah tersedia untuk pengguna Android.

Kian hari popularitas Clubhouse terlihat perlahan-lahan menyusut. Penyusutan popularitas ini dilihat dari melambatnya jumlah unduhan dalam beberapa bulan terakhir. 

Pada Maret 2021, jumlah unduhan Clubhouse turun menjadi 2,7 juta yang asalnya bisa mencapai 8,1 jutaan di bulan Februari 2021. 

Tren penurunan tersebut berlanjut hingga April 2021, di mana jumlah unduhan Clubhouse semakin berkurang drastis. Jumlah unduhan pun hanya mencapai 992.000 kali download secara global.


Menurut juru bicara Sensor Tower, pertumbuhan jumlah pengunduh di bulan April menunjukkan menurunnya jumlah unduhan Clubhouse dalam beberapa bulan terakhir yang sangat drastis.

Sampai saat ini Clubhouse belum mengonfirmasi kapan aplikasi Android yang stabil dan bukan beta test akan diluncurkan untuk semua pengguna.

Postingan Populer

Proses Fabrikasi 2 Nanometer TSMC Bocor, Dicuri Orang Dalam

Kasus dugaan pencurian teknologi kembali mengguncang industri semikonduktor global. Sejumlah mantan dan karyawan aktif TSMC kini menghadapi proses hukum di Taiwan terkait kebocoran rahasia dagang yang dikaitkan dengan pengembangan proses fabrikasi 2nm (N2), salah satu teknologi paling strategis di industri chip saat ini. Menurut laporan yang beredar, otoritas menemukan indikasi pelanggaran terhadap Undang-Undang Keamanan Nasional. Investigasi menyebut bahwa sejak 2023 hingga pertengahan 2025, sejumlah insinyur diduga diminta untuk membocorkan informasi teknis penting oleh pihak eksternal. Informasi tersebut mencakup detail proses manufaktur dan parameter kritikal yang digunakan dalam produksi chip generasi terbaru. Pihak yang disebut terlibat dalam skema ini antara lain individu yang kini terafiliasi dengan Tokyo Electron, perusahaan pemasok peralatan semikonduktor. Tujuannya diduga untuk meningkatkan performa mesin etching agar memenuhi standar produksi massal TSMC untuk node 2nm....

Intel Tancap Gas. Siapkan Core Ultra Series 4 Nova Lake-HX

Intel kembali menyiapkan strategi agresif di segmen laptop performa tinggi lewat bocoran prosesor generasi terbaru, Core Ultra Series 4 “Nova Lake-HX”. Informasi dari leaker terpercaya mengindikasikan bahwa lini ini tidak sekadar refresh, melainkan lompatan arsitektural yang secara spesifik ditujukan untuk gaming notebook dan mobile workstation kelas berat. Berbeda dari varian mainstream “Nova Lake-H”, seri HX diposisikan sebagai platform dengan I/O lebih luas dan dukungan penuh untuk discrete GPU. Ini terlihat jelas dari konfigurasi inti yang jauh lebih kompleks.  Varian flagship disebut mengusung kombinasi 8 Performance core (P-core) berbasis arsitektur Coyote Cove dan 16 Efficiency core (E-core) berbasis Arctic Wolf, ditambah 4 low-power E-core (LPE) yang ditempatkan terpisah di SoC tile. Secara total, konfigurasi 8P+16E+4LPE ini menandai pendekatan heterogen yang semakin matang dalam desain CPU modern. Namun Intel tidak berhenti di satu konfigurasi. Varian performa menengah jug...

2026, Kelelahan Digital Mulai Terasa. Pengguna Media Sosial Turun

Aktivitas media sosial di Inggris mulai menunjukkan gejala “kelelahan digital”. Laporan terbaru dari Ofcom mengungkap penurunan tajam dalam partisipasi aktif pengguna, sekaligus meningkatnya kehati-hatian dalam berinteraksi online. Ini merupakan sebuah sinyal bahwa relasi manusia dengan platform digital mulai berubah secara fundamental. Secara angka, persepsi positif terhadap internet ikut terkoreksi. Hanya 59% responden yang masih merasa manfaat online lebih besar daripada risikonya, turun drastis dari 72% tahun lalu. Meski penetrasi tetap tinggi, 9 dari 10 pengguna dewasa masih aktif di platform seperti WhatsApp, cara mereka menggunakan media sosial kini jauh lebih pasif. Perubahan paling mencolok ada pada perilaku berbagi. Hanya sekitar separuh pengguna yang masih aktif memposting, berkomentar, atau berbagi konten, turun dari 61% pada 2024. Bahkan eksplorasi situs baru ikut menurun signifikan. Ini menunjukkan internet tidak lagi menjadi ruang eksplorasi bebas, melainkan lingkungan y...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Jangan Beli VGA Dulu. RTX 6000 Sedang Disiapkan

Rumor mengenai lini GPU generasi berikutnya dari Nvidia, yakni GeForce RTX 6000 series berbasis arsitektur Rubin, mulai bermunculan. Meski belum ada konfirmasi resmi, berbagai laporan menyebut arsitektur ini akan membawa peningkatan signifikan, terutama di sektor AI dan ray tracing. Salah satu poin utama dari rumor yang beredar adalah pendekatan pengembangan Rubin yang disebut berangkat dari GPU data center. Artinya, desain awalnya difokuskan untuk kebutuhan komputasi skala besar sebelum diadaptasi ke segmen gaming.  Strategi ini konsisten dengan arah Nvidia dalam beberapa generasi terakhir, di mana inovasi AI dan akselerasi komputasi diperkenalkan lebih dulu di segmen enterprise. Di sisi manufaktur, Rubin disebut akan menggunakan proses 3nm dari TSMC. Perpindahan ke node yang lebih kecil ini berpotensi meningkatkan efisiensi daya sekaligus memungkinkan jumlah transistor yang lebih besar. Dampaknya bisa terlihat pada peningkatan jumlah core, cache, hingga bandwidth memori yang lebi...