Langsung ke konten utama

Twitter Perkenalkan Blokir Otomatis dan Super Followed

Seperti sudah kita ketahui bersama, sosial media sering menjadi sarana untuk melakukan hate speech dan komentar buruk. Baik di Facebook, Instagram, termasuk juga di platform Twitter. 

Padahal, Twitter sendiri sempat disebut sebagai penyebar konten negatif karena warganya yang dikenal barbar dan tidak kenal sensor.


Parahnya, selain di tweet itu sendiri, terkadang ujaran kebencian pun merambah sampai ke direct message akun pengguna yang menjadi sasaran. Mengerikan bukan?  

Saat ini, jika seseorang mengirimi Anda pesan yang melecehkan atau menghina di Twitter, Anda tentu dapat langsung memblokirnya. Sayangnya hal ini perlu dilakukan dengan metode manual.


Dan jika pengguna tersebut adalah seseorang dengan banyak pengikut, memblokir akun satu-persatu tentunya bisa menjadi proses yang panjang dan membosankan. 

Namun sepertinya hal ini akan segera berubah. Pasalnya, Twitter akan memperkenalkan fitur memblokir dan bisukan otomatis untuk para penyebar kebencian tersebut.

Baru-baru ini, pihak Twitter mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan mode keamanan baru. Dengan mengaktifkan fitur ini, pengguna tidak perlu lagi memblokir dan menonaktifkan jenis akun penyebar kebencian secara manual karena Twitter akan melakukannya secara otomatis. 

"Fitur ini nantinya akan secara otomatis memblokir akun yang tampaknya melanggar peraturan Twitter, akun akan dinonaktifkan jika memang terbukti melakukan penghinaan, bahasa kasar, atau ucapan kebencian," ungkap pihak Twitter.

Ini akan didasarkan pada akun yang mungkin dianggap sebagai penyalahgunaan atau spam. Selain memblokir dan membisukan, pihak Twitter juga akan membatasi cara akun tersebut dapat terlibat dengan akun Twitter pengguna yang menjadi korban selama tujuh hari.


Baca juga:


Seperti sudah kita lihat, selama bertahun-tahun terakhir, Twitter telah mencoba menemukan cara untuk memerangi penyalahgunaan di platformnya. 

Sebagai contoh, baru-baru ini, perusahaan membawa kembali fitur "review" yang memungkinkan pengguna untuk memikirkan kembali apakah mereka ingin memposting sesuatu yang mungkin dilakukan di saat panas, berpotensi mengurangi argumen dan penyalahgunaan online.

Twitter Juga Perkenalkan Fitur Super Followed
Selain masalah keamanan, Twitter juga memperkenalkan fitur baru yang disebut Super Followed. Fitur ini menargetkan orang-orang terkenal seperti influencer, artis dan lainnya sebagai yang menerapkan Super Followed.


Dengan fitur baru ini, pengguna Twitter dapat mematok biaya kepada pengikut mereka, nantinya pengikut dapat akses ke konten tambahan, seperti tweet, foto, video, dan lainnya. Nampaknya ini akan seperti platfrom Patreon yang mematok harga konten untuk penggemar.

Sampai saat ini belum ada kabar kapan Twitter akan meluncurkan Super Followed dan patokan selisih harga yang akan mereka potong.

Postingan Populer

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Fitur Baru Google Map untuk Sambut Lebaran 2026

Google Indonesia menggandeng sejumlah pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapan arus mudik Lebaran 2026. Kolaborasi tersebut melibatkan Korlantas Polri dan Jasa Marga guna menghadirkan fitur tambahan di Google Maps yang dinilai lebih relevan bagi kebutuhan perjalanan masyarakat. Menurut Strategic Partner Development Manager Geo Google Indonesia, Ricard Darsono, sejumlah pembaruan akan dirilis menjelang musim mudik. Salah satu fokus utama adalah visualisasi rute yang lebih komprehensif. Pengguna dapat memilih berbagai opsi perjalanan, termasuk menghindari jalan tol, melihat estimasi tarif tol, hingga mengunduh peta sebagai offline map. Selain itu, Google Maps juga akan menampilkan jadwal transportasi umum, termasuk kereta api, sehingga pengguna dapat membandingkan moda transportasi dengan lebih efisien. Menurut Ricard, fitur ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan secara matang, terutama dalam menghadapi lonjakan mobilitas selama Lebaran. Integrasi Info...

Marketshare Prosesor Desktop AMD Naik Menjadi 36,4%

Persaingan prosesor x86 semakin memanas. Data terbaru dari Mercury Research menunjukkan AMD terus memangkas dominasi Intel, terutama di segmen desktop yang mengalami perubahan paling signifikan sepanjang 2025. Pada kuartal IV 2025, AMD berhasil menguasai 36,4% pengiriman CPU desktop global. Intel masih memimpin dengan 63,6%, tetapi tren tahunan menunjukkan pergeseran tajam. Pada periode yang sama di 2024, AMD hanya mengantongi 27,1%, sementara Intel berada di 72,9%. Artinya, AMD mencatat lonjakan hampir 10 poin persentase dalam setahun. Segmen desktop memang dikenal lebih dinamis dibanding notebook atau server. Keputusan pembelian yang lebih langsung dari pengguna DIY, integrator sistem, hingga OEM desktop membuat perubahan platform dapat terjadi lebih cepat. Tren kuartalan juga memperkuat gambaran ini: pangsa AMD naik dari 33,6% di Q3 2025 menjadi 36,4% di Q4 2025, sementara Intel turun dari 66,4% menjadi 63,6%. Notebook Bergerak Lebih Lambat Perubahan di pasar laptop berjalan lebih s...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Review Asus Chromebook 14 CM1405. Efisien untuk Produktivitas Modern

Pasar laptop Chromebook diam-diam terus berkembang. Segmen ini hadir sebagai alternatif serius bagi laptop Windows, terutama di segmen pendidikan, UMKM, dan perusahaan yang mengedepankan efisiensi, keamanan, serta kemudahan manajemen perangkat.  Dengan sistem operasi ChromeOS yang berbasis cloud, Chromebook menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan minim perawatan. Berbeda dari ekosistem Windows yang lebih kompleks dan menuntut spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Chromebook juga meningkat di lingkungan enterprise dan institusi pendidikan. Semua didorong oleh kebutuhan kerja hybrid, kolaborasi berbasis web, serta keamanan data yang terintegrasi langsung di level sistem.  Sebagai gambaran, ChromeOS dikenal memiliki booting cepat, update otomatis, serta proteksi bawaan terhadap malware. Kemampuan ini menjadikannya solusi praktis untuk pengguna yang aktivitasnya terfokus pada browser, aplikasi Android, dan layanan Google ...