Langsung ke konten utama

Spesifikasi dan Harga Oppo Find X3 Pro

Oppo Find X3 Pro baru akhirnya hadir dan resmi dirilis. Smartphone ini merupakan next generation dari Oppo Find X2 Pro yang tentunya hadir dengan banyak pembaruan dan desain yang baru.

Kelebihan paling menonjol dari smartphone Oppo Find X3 Pro ini di antaranya adalah menghadirkan dua kamera yang beresolusi 50MP, layar 10-bit terbaru dengan kecepatan refresh adaptif, dan chipset Snapdragon 888 yang sangat kencang.


Namun demikian, fitur yang paling mengesankan adalah desain bagian belakang dari smartphone ini. Ya, bagian belakangnya dibuat dari sepotong kaca mulus dalam lekukan kontinu.

Smartphone ini memiliki layar AMOLED LTPO 6,7 inci dengan resolusi QHD+ yang memungkinkan kecepatan refresh antara 5Hz dan 120Hz. Fitur ini memberikan pengguna kehalusan ekstra saat dibutuhkan dan penghematan baterai saat tidak dibutuhkan.


Oppo Find X3 Pro juga memiliki tingkat pengambilan sampel sentuh atau touch sampling rate sampai 240Hz.

Smartphone tersebut juga memiliki fitur Full-path 10-bit Colour Management System yang menampilkan visual yang menakjubkan. Dilengkapi dengan kerapatan piksel 525ppi dan kecerahan sampai 1300 nits yang akan memaksimalkan tampilan visualnya. 

Tak hanya itu, rasio kontras yang mencapai 5.000.000:1 menampilkan warna yang realistik dengan akurasi warna sampai 0,4 JNCD dengan sertifikasi A+ Displaymate.

Untuk kamera, Oppo Find X3 Pro memiliki susunan kamera quad pada bagian belakangnya yang menampilkan dua sensor Sony IMX766 50MP yang masing-masing berukuran 1/1,56". Satu untuk kamera utama f/1.8 dan satunya lagi untuk kamera ultrawide f/2.2. 

Kamera utama juga menawarkan OIS, EIS, dan all pixel omni-directional PDAF yang akan memberikan fokus yang cepat dan akurat di semua kondisi pencahayaan.

Untuk memperlengkap konfigurasi kamera, terdapat juga kamera telefoto 13MP f/2.4 yang menawarkan 5x hybrid zoom yang memiliki panjang fokus efektif 52mm atau sekitar 2x optical zoom.

Terakhir, ada kamera makro beresolusi 3MP yang ternyata bukan unit makro rata-rata di pasaran karena mampu melakukan pembesaran sampai dengan 60x yang dapat melihat pemandangan mikroskopis

Selain itu terdapat fitur Billion Color 4K 10-bits dan fitur log capture untuk pembuatan video yang akan menangkap gambar dengan lebih stabil dan lebih kaya warna. 

Untuk kamera pada bagian depan, Oppo Find X3 Pro memiliki sensor 32MP dan berada di dalam lubang di sudut kiri atas tampilan ponsel.


Baca juga:


Demi memasok energi untuk aktivitas seharian, Oppo Find X3 Pro memiliki kapasitas baterai 4500mAh yang dilengkapi dengan SuperVOOC 20 65W Flash Charging yang dapat mengisi baterai sampai 40% hanya dalam waktu 10 menit saja. Oppo mengklaim, baterainya bisa terisi 100% hanya dalam waktu 30 menit saja.

Oppo Find X3 Pro juga menghadirkan dukungan untuk pengisian nirkabel dan merupakan yang pertama dalam jajaran smartphone tersebut. Pengisian nirkabel itu disebut AirVOOC Wireless Flash Charge dan menawarkan hingga 30W melalui stand khusus. 

Oppo mengklaim, dengan wireless charging tersebut, pengisian daya dari 0 hingga 100% hanya akan memakan waktu 80 menit saja.

Untuk terhubung ke Internet, Oppo Find X3 Pro hadir dengan konektivitas 5G, berkat chipset Snapdragon 888 dan modem Snapdragon X60-nya. 

Smartphone ini akan mendukung hingga 13 band, baik pada spektrum SA dan NSA, yang menurut Oppo lebih dari smartphone andalan lainnya di pasar. Pilihan konektivitas lainnya termasuk Bluetooth 5.2 terbaru, Wi-Fi 6E dan USB 3.1.

Pengguna juga jangan takut kepanasan saat menggunakan smartphone ini karena Oppo menanamkan sistem pendingin vapour chamber ultra tipis agar suhu perangkat tetap rendah. Selain itu, Oppo Find X3 Pro juga memiliki speaker stereo Dolby Atmos yang dilengkapi dengan Ambient Sound Detection yang akan memanjakan telinga para pengguna Oppo Find X3 Pro.

Dari sisi sistem operasi dan software, Oppo Find X3 Pro hadir dengan ColorOS 11.2 berbasis Android 11. Saat dirilis, Oppo Find X3 Pro memiliki satu opsi memori yakni RAM LPPDR5 12GB dan penyimpanan UFS 3.1 256GB.


Ponsel ini ditawarkan dalam warna Gloss Black atau anti-glare Blue Matte dan akan dipasarkan mulai 30 Maret dipasar Eropa seharga €1.149 atau Rp19,6 Juta. 

Untuk pasar Indonesia, kita masih harus menunggu untuk tanggal rilisnya. Namun telah dipastikan, smartphone ini akan hadir di tanah air. Menarik sekali bukan guys?

Postingan Populer

Perbandingan Intel Iris Xe Graphics dengan Iris Xe Max

Laptop VGA onboard? Kesannya low end dan low performance ya? Tapi jangan salah. Konsep itu kini sudah tidak tepat. Ya, laptop dengan VGA onboard pun kini punya performa yang bukan kaleng-kaleng. Sebagai informasi, sejak Intel menghadirkan prosesor Core generasi ke-11 mereka, performa VGA onboard yang dimilikinya semakin meningkat pesat. Khususnya untuk seri Core i5 dan Core i7 yang diperkuat oleh Intel Xe Graphics. Di sisi lain, jangan anggap sepele juga. Menurut data Lembaga riset terkemuka GfK, per kuartal pertama 2021 lalu, pangsa pasar VGA di Indonesia dikuasai Intel onboard secara signifikan yakni 54 persen lebih. Barulah setelah itu dikuasai oleh AMD onboard serta juga AMD Radeon discrete dengan 25 persen. Nvidia sendiri hanya punya pasar sebesar 16 persen sekian. Jadi, terlihat kan betapa signifikan peranan VGA onboard dalam kehidupan komputasi masa kini? Intel Iris Xe Max Graphics Nah, kali ini kita akan bahas performa VGA “onboard” lebih baru lagi dari Intel yakni Intel ...

Harddisk Terbesar di Dunia. Western Digital Siapkan HDD 60TB hingga 140TB

Western Digital kembali menegaskan bahwa hard disk drive (HDD) belum mendekati akhir hayatnya. Di tengah dominasi SSD untuk komputasi konsumen, perusahaan ini justru memaparkan peta jalan agresif untuk mendorong kapasitas HDD hingga 60TB dalam waktu dekat, bahkan melampaui 140TB pada dekade 2030-an.  Target ini secara jelas diarahkan untuk menjawab kebutuhan penyimpanan masif dari beban kerja AI dan cloud berskala besar. Dalam pernyataan resminya, Western Digital mengungkapkan bahwa mereka akan mulai memproduksi massal HDD komersial berbasis heat-assisted magnetic recording (HAMR) pada 2026. Generasi awal akan hadir dengan kapasitas 40TB berbasis CMR dan 44TB berbasis SMR, sebelum volume produksinya meningkat pada 2027.  Pendekatan ini menandai transisi penting dari ePMR menuju HAMR sebagai fondasi jangka panjang peningkatan kapasitas. Kunci utama strategi ini terletak pada inovasi laser. Selama ini, industri HDD mengandalkan edge-emitting laser pada teknologi HAMR, namun menu...

Apa Beda QLED dan OLED? Mana yang Lebih Bagus di Antaranya?

Saat memilih TV baru, konsumen kerap dihadapkan pada istilah teknis seperti HDR, refresh rate 120Hz, hingga HDMI generasi terbaru. Namun, dua istilah yang paling sering membingungkan adalah QLED dan OLED.  Keduanya sering diposisikan sebagai teknologi layar kelas atas, padahal secara fundamental, QLED dan OLED bekerja dengan cara yang sangat berbeda. OLED adalah singkatan dari organic light-emitting diode. Teknologi ini bersifat emissive, artinya setiap piksel dapat memancarkan cahaya sendiri tanpa memerlukan lampu latar. Karena itu, OLED mampu mematikan piksel sepenuhnya saat menampilkan warna hitam, menghasilkan kontras nyaris tak terbatas dan tingkat hitam yang sangat pekat. Inilah alasan utama mengapa TV OLED seperti LG OLED C3, LG G3, atau Samsung S95C QD-OLED sering dianggap memiliki kualitas gambar terbaik di kelasnya. Sebaliknya, QLED merupakan pengembangan dari TV LCD LED konvensional. QLED adalah singkatan dari quantum dot LED, di mana lapisan quantum dot digunakan untuk ...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

2026 Tahunnya Apple MacBook?

Jika rumor yang beredar akurat, 2026 berpotensi menjadi salah satu tahun paling sibuk bagi lini MacBook Apple. Beragam pembaruan, mulai dari MacBook Pro bertenaga M5, MacBook Air generasi baru, hingga laptop Mac berharga murah, disebut akan meluncur dalam satu tahun kalender.  Namun di balik derasnya bocoran tersebut, muncul pertanyaan penting. Apakah ini lompatan teknologi signifikan, atau sekadar optimalisasi strategi pasar demi meraup cuan sebanyak-banyaknya? MacBook Pro diprediksi menjadi pembuka, dengan kehadiran chip M5 Pro dan M5 Max pada model 14 inci dan 16 inci. Secara performa, peningkatan difokuskan pada komputasi AI dan grafis berbasis ray tracing, meski masih tertinggal dalam ranah gaming kelas AAA. Artinya, peningkatan ini bersifat spesifik dan relevan bagi profesional kreatif, bukan pengguna umum. Dengan harga awal yang diperkirakan tetap tinggi, MacBook Pro M5 masih akan berada di segmen premium tanpa perubahan desain berarti. Di sisi lain, Apple disebut tengah men...