Langsung ke konten utama

Bocoran Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 10

Setelah sukses meluncurkan Xiaomi Redmi Note 9 series pada Juni tahun lalu, kehadiran next generation-nya yaitu Xiaomi Redmi Note 10 Series tentu sangat ditunggu-tunggu oleh para Mi Fans, penggemarnya. 

Kabar baiknya, sejumlah posting teaser dari smartphone yang sangat menarik yang satu ini sudah resmi tersedia.


Dari posting teaser yang dirilis Xiaomi, terungkap bahwa Redmi Note 10 tersebut menyiratkan akan adanya desain baru yang lebih ringan serta lebih ramping dari pendahulunya, Redmi Note 9 series.

Dari teaser post, kita bisa melihat tampilan punch-hole di salah satu teaser yang juga menyebutkan bahwa ada perlindungan Gorilla Glass di bagian depan dan rating IP52. 

Profil samping perangkat juga terungkap menunjukkan pemindai sidik jari yang dipasang di samping. Selain itu, diketahui bahwa ada punuk kamera yang menonjol.


Bagian belakang perangkat tersebut tampak agak melengkung sementara tampilannya tampak datar.

Teaser Xiaomi Redmi Note 10

Smartphone Xiaomi Redmi Note 10 diperkirakan akan berjalan dengan otak dari Qualcomm Snapdragon seri 750G dan dilengkapi dengan layar LCD kecepatan refresh tinggi. 

Selain itu, layar smartphone ini akan dilapisi Corning Gorilla Glass pada bagian depan layar, serta hadir dengan IP52 Rating. Artinya,layarnya sanggup menahan semprotan air kurang mulai dari 15 derajat sampai vertikal.

Smartphone Xiaomi Redmi Note 10 akan memiliki layar IPS LCD yang sepertinya akan memiliki ukurannya 164,1 mm x 75,7 mm x 8,9 mm dan berat yang ringan (tertera pada teaser). 

Layar tersebut memiliki resolusi 1080 x 2400 piksel dan kerapatan piksel 401 ppi. Artinya, smartphone ini memiliki rasio aspek 20:9 dan rasio layar-ke-tubuh mencapai 83,89%. 

Baca juga:


Untuk bagian kamera depan, Redmi Note 10 digadang-gadang akan memiliki resolusi 16MP. Adapun di bagian belakang terdapat triple kamera dengan resolusi kamera utama 108MP dengan fitur seperti Digital Zoom, Auto Flash, Face detection, Touch to focus. 

Demi memasok energi untuk beraktivitas, smartphone didukung oleh baterai 4.520 mAh. Adapun untuk fitur konektivitas, pada smartphone ini tersedia koneksi antara lain WiFi, Bluetooth, GPS, dan juga sudah mendukung VoLTE.


Ada juga pembicaraan tentang peningkatan haptik, audio Hi-Res dan pengisian lebih cepat. Oh ya, Anda bisa melihat teaser dari Xiaomi Redmi Note 10 series tersebut di sini.

Berikut ini adalah bocoran spesifikasi dari Xiaomi Redmi Note 10 yang tersedia saat ini:

Bocoran Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 10    
Sistem Operasi    Android 10   
Chipset  
Qualcomm Snapdragon 750G 5G
Octa Core 2,2GHz CPU
GPU    Qualcomm Adreno 619 GPU
RAM    4GB, 6GB, 8GB   
Internal Storage    4GB/64GB, 6GB/128GB, 8GB/256GB  
Kamera Depan    16MP
1080p@30fps   
Kamera Belakang    Triple Camera, Kamera Utama 108MP 
Baterai    Li-Polymer kapasitas 4.800mAh
Fast Charging 33W Non-removable     
Layar    6,57” IPS LCD 20:9 ratio with Corning Gorilla Glass
Warna    Hijau, Putih, Abu-abu 

Kabarnya, Redmi Note 10 akan hadir dalam warna putih, hijau dan abu-abu. Sedangkan model Pro digadang-gadang akan hadir dalam warna perunggu, biru dan abu-abu.


Dalam teaser resminya, terkonfirmasi bahwa seri Redmi Note 10 akan diluncurkan pada 4 Maret 2021. Sementara untuk harganya, belum ada bocoran lebih lanjut. 

Tampaknya, menarik ya guys. Semoga segera diluncurkan secara global lalu masuk ke pasaran Indonesia.

Postingan Populer

MediaTek Genio Series Dorong Edge AI ke Robotika dan IoT Industri

MediaTek kembali menegaskan ambisinya di ranah edge AI dengan meluncurkan lini terbaru Genio di ajang Embedded World 2026. Alih-alih sekadar ikut tren, langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini didorong keluar dari cloud, langsung ke perangkat yang benar-benar bekerja di lapangan. Seri baru ini mencakup Genio Pro, Genio 420, serta Genio 360, dengan Genio Pro diposisikan sebagai “otak” untuk perangkat kelas berat seperti robot otonom, drone komersial, hingga sistem machine vision. Dibangun di atas proses 3nm TSMC, chipset ini mengusung konfigurasi CPU all-big-core berbasis Arm v9.2 dan NPU generasi terbaru dengan klaim performa hingga 50 TOPS.  Secara teknis, ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah upaya serius membawa kemampuan generative AI langsung ke edge. Namun di balik angka-angka impresif tersebut, ada pertanyaan yang layak diajukan. Apakah pasar benar-benar siap? MediaTek menjanjikan kemampuan menjalankan model hingga 7 miliar parameter dengan kecepatan hingga 23 token per det...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Pangsa Pasar Sistem Operasi Desktop Dikuasai Windows 11 dengan 72%

Data terbaru dari StatCounter menunjukkan bahwa Windows 11 kini semakin mendominasi pasar sistem operasi desktop. Pangsa pasarnya dilaporkan telah mencapai sekitar 72,78 persen, sementara Windows 10 turun drastis menjadi 26,27 persen. Perubahan ini menandai percepatan adopsi yang cukup signifikan dibandingkan akhir 2025. Saat itu Windows 11 baru saja melampaui 50 persen pangsa pasar, sementara Windows 10 masih mempertahankan basis pengguna yang jauh lebih besar. Kini, jarak keduanya terus melebar. Salah satu faktor utama di balik lonjakan ini adalah keputusan Microsoft untuk mengakhiri dukungan resmi bagi Windows 10. Batasan siklus hidup produk tersebut mendorong banyak pengguna dan organisasi untuk beralih ke platform yang lebih baru. Dalam banyak kasus, keputusan tersebut bukan lagi sekadar pilihan fitur, melainkan kebutuhan untuk menjaga keamanan dan kompatibilitas sistem. Selain itu, proses upgrade juga sering kali terjadi secara tidak langsung melalui pembelian perangkat baru. Kom...