Langsung ke konten utama

Penjualan Laptop Global Q1 2026 Lampaui Ekspektasi, Semester 2 Berpotensi Meredup

Penjualan laptop global mencatatkan kinerja lebih baik dari perkiraan pasar pada kuartal pertama 2026 (1Q26), dengan pertumbuhan tahunan (YoY) berhasil bertahan di zona positif meski permintaan global masih tertekan. Data terbaru dari DIGITIMES yang dirilis Juli 2026 mengungkap dinamika menarik di balik tren penjualan laptop global sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data tersebut, penjualan laptop global pada 1Q26 tercatat sebesar 43,1 juta unit, turun 7,2% secara kuartalan (QoQ) dibandingkan 4Q25 yang mencapai 46,5 juta unit. Kendati volume menurun, pertumbuhan tahunan tetap positif di angka 2,0%, melanjutkan capaian serupa pada kuartal sebelumnya.

Sepanjang periode 2Q25 hingga 1Q26, penjualan laptop global secara konsisten menurun dari 47,1 juta unit menjadi 43,1 juta unit. Namun, angka YoY yang tetap positif selama empat kuartal berturut-turut menunjukkan bahwa pasar laptop global masih mampu bertahan di tengah tekanan permintaan yang melemah secara global.



Sayangnya, proyeksi ke depan menunjukkan arah yang berbeda. DIGITIMES memperkirakan penjualan laptop global akan naik menjadi 45,9 juta unit pada 2Q26, tetapi pertumbuhan tahunan justru berbalik negatif menjadi -2,6%. Tren pelemahan ini diproyeksikan berlanjut hingga mencapai titik terendah pada 4Q26, dengan volume hanya 37,9 juta unit dan kontraksi tahunan tajam sebesar -18,5%, penurunan terbesar sepanjang periode yang dianalisis.

Memasuki 1Q27, penjualan laptop global diperkirakan kembali naik menjadi 40,2 juta unit, meski secara tahunan masih terkontraksi -13,5%.

Fenomena ini mencerminkan dua fase berbeda dalam tren penjualan laptop global: performa aktual yang solid pada awal 2026, berbanding proyeksi permintaan yang melemah signifikan pada paruh kedua tahun ini. Produsen laptop global diperkirakan akan menghadapi tantangan berat dalam menjaga momentum pertumbuhan hingga awal 2027, meski sinyal pemulihan bertahap mulai terlihat menjelang 1Q27.

Para pelaku industri diimbau untuk mencermati pola musiman ini agar dapat menyusun strategi produksi dan distribusi yang lebih tepat. Ketidakpastian ekonomi global, pergeseran preferensi konsumen, serta siklus penggantian perangkat turut menjadi faktor yang memengaruhi arah penjualan laptop global ke depan. Dengan data dan proyeksi yang terus diperbarui, pemangku kepentingan diharapkan mampu mengantisipasi fluktuasi pasar secara lebih matang.