Langsung ke konten utama

Gojek dan Tokopedia Akan Merger, Perpaduan Yang Serasi?

Gojek diberitakan akan segera melakukan merger dengan salah satu perusahaan unicorn lain. Sebelumnya, Gojek sempat diberitakan akan merger dengan Grab, yang merupakan perusahaan asal Singapura yang menjadi saingannya. 

Kali ini, Gojek diberitakan akan segera bergabung dengan e-commerce asal Indonesia yakni Tokopedia. Menarik sekali bukan?



Terkait dengan adanya merger antara Gojek dan Tokopedia ini, ternyata banyak pihak menyambut baik. Perpaduan antara kedua perusahaan tersebut dikabarkan merupakan hal yang serasi. Mengapa?

Dikutip dari laman Detik.com, salah satu yang menyambut baik berita ini adalah Direktur Eksekutif ICT Heru Sutadi. Menurutnya, merger yang sudah dibahas semenjak tahun 2018 lalu ini merupakan perkawinan yang serasi.



Perjalanan mergen Gojek dan Tokopedia masih agak panjang dan berliku. Saat ini kedua perusahaan tersebut sudah selesai uji, namun untuk langkah selanjutnya seperti perjanjian bersyarat dan perjanjian penggabungan keduanya belum di rempungkan sampai saat ini.

Merger kedua perusahaan ini sendiri nantinya digadang-gadang akan memperkuat ekosistem kedua perusahaan dan portofolio bisnis mereka. Gojek dan Tokopedia di masa mendatang bisa menjadi ride hailing dan e-commerce nomor satu di Indonesia. 

Baca Juga:


Heru menambahkan jika kedua perusahaan tersebut bergabung, penggabungan ini akan memiliki nilai yang mencapai $18 miliar atau setara dengan Rp252 Triliun. Namun untuk finansial ini Heru berpendapat lebih pada para founder dan share holder saja. 



Penggabungan Gojek dan Tokopedia juga dapat berdampak baik kepada pergerakan ekonomi digital nasional karena dapat membuka lapangan kerja, pajak dan membentuk sistem penjual dan pembeli yang lebih baik dan lebih menguntungkan.

Bagaimana dengan nasib merger Gojek dan Grab?
Kedua pesaing bisnis yang sama yaitu Gojek dan Grab pernah mengejutkan netizen karena dikabarkan akan merger. Akan tetapi, dikutip dalam laman Bloomberg, kesepakatan keduanya menemui jalan buntu. 

Hal ini disebabkan CEO Grab Anthony Tan  menolak tekanan dari Masayoshi Son dari Softbank Group Corp yang merupakan salah satu investor Gojek dan Grab sendiri untuk menyerahkan sebagian kendali dalam entitas gabungan kedua perusahaan.

Pada bulan Desember 2020 lalu, kedua perusahaan sebenarnya sudah membuat kemajuan dalam kesepakatan namun berselisih tentang bagaimana mengelola pasar di Indonesia yang merupakan pasar utama di Asia Tenggara. 



Ditambah lagi dengan adanya halangan dari regulator perusahaan yang akan menghadapi pangsa pasar yang dinilai akan besar. Merger antara Gojek dan Tokopedia dinilai lebih serasi dibandingkan dengan Grab karena bisnis yang dijalankan berbeda.

Bagaimana guys? Anda lebih setuju Gojek bergabung dengan Grab atau dengan TokoPedia? Semoga siapapun yang bergabung, bisa membuat layanannya menjadi lebih baik lagi ya.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...