Langsung ke konten utama

Make Up Natural Secara Virtual? Pakai AR Make-up Try On!

Ada fitur unik yang dihadirkan oleh platform e-commerce JD.ID. Fitur ini sangat menarik dan tampaknya akan menarik perhatian para beauty enthusiast.

Memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR), fitur ini memungkinkan para pengguna aplikasi JD.ID untuk mencoba terlebih dahulu berbagai produk make up dari berbagai brand. Ya, mereka bisa mencoba secara virtual, sebelum membelinya. Menarik bukan?



Ya, para beauty enthusiast di Indonesia pasti memahami bagaimana sulitnya mencoba dan membeli produk make-up di tengah situasi pandemi Covid-19. Selain harus menghindari kerumunan saat pergi ke pusat perbelanjaan, mereka juga wajib memperhatikan aspek kebersihan ketika mencoba produk make-up tester di konter-konter kecantikan.



Mempertimbangkan kebutuhan para beauty enthusiast dan konsumen secara umum akan hal tersebut, JD.ID secara resmi meluncurkan fitur ‘AR Make-up Try-On’ pada platform aplikasi-nya.



Fitur ‘AR Make-up Try-On’ memanfaatkan teknologi augmented reality (AR) terbaru yang memungkinkan para pelanggan setia JD.ID untuk mencoba berbagai produk make-up dari berbagai macam brand.

Mulai dari lipstick, eyeliner, eyebrow, eyeshadow, mascara, foundation, face powder dan blush on secara virtual, pengguna bisa mencobanya sesuai keinginan. Dengan demikian, belanja make-up bisa menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.

Tidak hanya itu, dengan fitur ‘AR Makeup Try-On’ para pelanggan juga bisa ber-selfie ria dan hasil fotonya bisa langsung disimpan di gadget masing-masing.

Kabar baik berikutnya, fitur terbaru ini dapat dinikmati oleh pengguna operating system iOS (dengan aplikasi JD.ID versi 6.1.4) maupun Android (dengan aplikasi JD.ID versi 6.1.2).

Agar penggunanya bisa menjajal seperti apa make-up natural secara virtual, JD.ID telah bekerjasama dengan berbagai brand kecantikan ternama, seperti Wardah, Emina, Make Over, Maybelline, Loreal, Nacific Cosmetic, I’m Meme, Somethinc, Pixy, Safi, dan Marina Glow Ready.

Baca juga:


Semua make-up dari brand-brand tersebut bisa dicoba lebih dulu secara virtual, dalam fitur ‘AR Make-up Try-On’.



Pada peluncuran fitur ‘AR Make-up Try-On’, JD.ID Beauty menawarkan banyak promo spesial bagi para pelanggan setia, mulai dari tanggal 27 - 30 Oktober 2020.

“Bagi sebagian besar wanita, belanja produk make-up itu tidak sesederhana belanja produk kebutuhan sehari-hari,” jelas Liana Heryono, Head of Beauty Retail JD.ID. “Dalam membeli produk make-up atau produk kecantikan, ada proses yang umumnya dijalani, seperti memilih, mencoba, hingga membandingkan berbagai brand dan swatches,” ucapnya.

Melalui fitur ‘AR Make-up Try-On’, Liana menyebutkan, pihaknya berupaya untuk memudahkan proses belanja para pelanggan serta menawarkan pengalaman yang baru dalam membeli produk make-up secara online di JD.ID. “Ke depannya, kami akan bekerjasama dengan lebih banyak lagi brand kecantikan lokal dan internasional, untuk menghadirkan pilihan produk yang lebih lengkap, berkualitas, dan pasti-nya #DijaminOri,” sebut Liana.



Tak hanya itu, bersama dengan peluncuran fitur terbaru JD.ID, AR Make-up Try-On, mereka juga menghadirkan promo spesial dari Beauty Category, mulai dari tanggal 27-30 Oktober 2020. JD.ID akan hadir dengan potongan harga khusus hingga 50% untuk berbagai produk kecantikan, serta penawaran menarik lainnya.

Menarik banget nih guys.

Postingan Populer

Savefrom, Online Video Downloader Terbaik?

Savefrom, Online Video Downloader Terbaik - Bagi Anda yang suka nonton video dari media sosial, mungkin Anda kadang lebih memilih untuk menontonnya secara offline. Hal ini bukan tanpa alasan, karena memang menonton video secara online akan lebih menguras kuota. Apalagi jika budget Anda sedang menipis, atau kuota sudah mau habis, pastinya solusi terbaik adalah dengan men-download dulu videonya. Dengan men-download videonya, Anda bisa melihat ulang videonya kapan pun tanpa harus mengkhawatirkan kehabisan kuota. Nah, salah satu layanan online video downloader yang bisa Anda pilih adalah Savefrom. Kira-kira, apa saja keunggulan dan kekurangan layanan yang satu ini? Yuk, simak informasinya di bawah:   Review dan Cara Download dari Savefrom: Savefrom merupakan sebuah layanan online gratis yang bisa digunakan untuk mengunduh video maupun musik secara gratis. Savefrom disebut juga sebagai pengunduh video tertua sekaligus terpopuler yang bisa digunakan dengan mudah dan bebas. Beberap...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Asus Tutup Lini Produksi Smartphone. Sampai Kapan?

Asus tampaknya benar-benar menutup buku di pasar ponsel pintar. Setelah rumor mundurnya Asus dari bisnis smartphone beredar awal bulan ini, ketua Asus Jonney Shih akhirnya mengonfirmasi arah tersebut dalam sebuah acara di Taiwan.  Pernyataannya cukup tegas. Asus tidak akan lagi menambah model ponsel baru di masa depan. Pernyataan tersebut langsung menempatkan tanda tanya besar atas kelanjutan lini Asus Zenfone dan ROG Phone pada 2026. Meski Shih tidak menyebut Asus akan sepenuhnya meninggalkan ponsel selamanya, pendekatan yang diambil adalah wait and see tanpa batas waktu yang tidak ditentukan. Dengan kata lain, jika tidak ada perubahan besar di pasar, ponsel bukan lagi prioritas bisnis Asus. Alih-alih terus mengejar pasar smartphone yang semakin lama semakin homogen, Asus memilih mengalihkan fokus ke produk berbasis AI seperti robot dan kacamata pintar, area yang saat ini menyedot perhatian, investasi, dan anggaran industri.  Secara bisnis, langkah ini sulit dibantah. Zenfo...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Facebook Tutup Metaverse for Work. Virtual Reality Tidak Jadi Realitas?

Meta secara resmi mengakhiri salah satu simbol paling ambisius, sekaligus paling problematis, dari era awal metaverse-nya. Horizon Workrooms, aplikasi VR yang sempat dipromosikan Mark Zuckerberg sebagai “kantor masa depan”, akan dihentikan sebagai aplikasi mandiri mulai 16 Februari 2026. Bersamaan dengan itu, Meta juga akan menghentikan penjualan layanan Horizon managed services serta SKU komersial Meta Quest pada 20 Februari 2026. Keputusan ini secara efektif menutup buku pada narasi “metaverse untuk dunia kerja” yang digaungkan Zuckerberg hanya dua bulan sebelum Facebook berganti nama menjadi Meta. Saat itu, Horizon Workrooms dijual sebagai ruang kolaborasi virtual yang memungkinkan karyawan bekerja, rapat, dan berinteraksi tanpa meninggalkan sofa mereka. Realitanya, adopsi nyaris tak pernah mendekati janji. Penutupan ini terjadi tak lama setelah Meta memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja di divisi Reality Labs, setara lebih dari 1.000 karyawan. Di saat yang sama, laporan menyebut...