Langsung ke konten utama

Sambut Harbolnas, JD.ID Gelar Promo 100 Hari Non Stop

Kabar gembira bagi Anda yang gemar berburu diskon. JD.id, sebuah perusahaan e-commerce yang merupakan anak perusahaan dari JD.com, sebuah perusahaan internet terbesar ke-3 di di dunia, telah menyiapkan sebuah kampanye unik dan terintegrasi pertama bagi seluruh pelanggannya.

Dalam sebuah kampanye berjudul “Sebut” alias Seratus Hari Belanja Untung, yang digelar setiap hari sampai 12 Desember 2019 mendatang, JD.id menyiapkan sejumlah program double date unggulan. Dimulai pada tanggal 9.9, 10.10, 11.11, dan akhirnya puncaknya pada 12.12 yang menjadi puncak kemeriahan hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2019.


Adapun beberapa macam promo seru dan menarik yang digelar pada kampanye Sebut tersebut antara lain adalah Super Deal 24 Jam, Golden Ticket & Mystery Box, Diskon Hingga 99%, JD Auction Special, Promo Gajian Special, Hot Deals, Promo Gratis Ongkir, Brand Day Festival dan JD Star Battle.


Lebih jelasnya adalah sebagai berikut:
•    Super Deal 24 Jam. Promo kilat (flash sale) dengan harga terbaik akan bergulir bergantian selama 24 jam penuh setiap harinya.
•    Golden Ticket & Mystery Box. Program unggulan special JD.id yang memberikan kesempatan pelanggan untuk mendapatkan produk dengan harga khusus.
•    Diskon Hingga 99%. Potongan harga pada produk favorit di JD.id hingga 99%.
•    JD Auction Special. Program lelang produk pilihan di akun resmi Instagram JD.id setiap minggunya.
•    Promo Gajian Special. Diskon besar-besaran dan voucher gajian akan diberikan setiap minggu terakhir di tiap bulannya.
•    Hot Deals. Produk-produk pilihan dari berbagai merek dengan promo terbaik akan digulirkan secara bergantian setiap harinya.
•    Promo Gratis Ongkir. Pembelian dibawah Rp 90 ribu akan mendapatkan keuntungan gratis ongkos pengiriman untuk semua produk.
•    Brand Day Festival. Promo menarik dari brand-brand terbaik di JD.id.
•    JD Star Battle. Penawaran produk-produk pilihan, berkolaborasi dengan figur publik pilihan JD.id.


Kampanye “Sebut” juga didukung sejumlah mitra brand JD.id seperti Intel, Jabra, Philips, Unilever, P&G dan banyak brand-brand terbaik lainnya.

Baca juga:

Tak hanya itu, beberapa program unik dalam kampanye Sebut ini adalah, dalam 100 hari ke depan, JD.id menghadirkan berbagai permainan untuk menambah keseruan berbelanja, di antaranya adalah fitur dan apps “Flip & Match”, “JD Quiz”, “Tebak Harga”, “Running Game” hingga “Wheel of Joy”. Semuanya mengajak seluruh pelanggan untuk menjelajahi merek-merek #DijaminOri yang berpartisipasi pada kampanye “SEBUT” ini.

Menurut pihaj JD.id, pihaknya sangat antusias sekali saat mulai merencanakan, hingga mengeksekusi kampanye “Sebut” yang akan dilaksanakan selama 100 hari ke depan. Ini merupakan kali pertama mereka menggelar sebuah kampanye tematik yang terintegrasi non-stop memanjakan para pelanggan kami di momen 9.9 (September), 10.10 (Oktober), 11.11 (November) hingga puncaknya pada 12.12 di bulan Desember nanti.


Tema “Ssebut” juga dipilih karena untuk menggambarkan bahwa selama 100 hari Kedepan, JD.id akan menawarkan 100 persen barang yang original, 100 hari non-stop promo terbaik, 100 hari brand marathon, dan mereka ingin para pelanggan setianya mendapatkan manfaat dan keuntungan selama momen belanja nasional tahun 2019.

Postingan Populer

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Kado Pengantin Terbaik untuk Pria. Asus ROG Astral RTX 5090!

Mengharukan. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen emosional seorang pengantin pria di China ketika menerima hadiah pernikahan berupa kartu grafis Asus ROG Astral GeForce RTX 5090. Bukan kartu grafis biasa, GPU kelas flagship tersebut diklaim bernilai hingga US$12.000 atau lebih dari empat kali lipat harga peluncurannya. Video yang dibagikan sejumlah akun di platform X, termasuk @RT_Visual_on_X, menunjukkan reaksi haru sang pengantin saat menerima hadiah dari istrinya. Setelah menangis, ia kemudian memamerkan kartu grafis tersebut kepada para tamu seperti sebuah trofi. Meski demikian, belum ada konfirmasi apakah peristiwa itu baru terjadi atau berlangsung beberapa bulan sebelumnya. Nilai hadiah tersebut tidak terlepas dari kondisi pasar kartu grafis kelas atas. Ketika diluncurkan, Asus ROG Astral RTX 5090 dibanderol sekitar US$2.799. Namun, menurut laporan sumber, harganya kini melonjak hingga US$12.000. Kelangkaan pasokan dan tingginya permintaan GPU untuk keb...

RTX 5090 Stop Diproduksi, Gamer Cukup dengan RTX 5080 24GB

Nvidia dikabarkan berencana menghentikan produksi GeForce RTX 5090 dan mengalihkan pasokan chip grafis GB202 ke lini kartu grafis profesional RTX PRO. Sebagai alternatif bagi gamer yang membutuhkan kapasitas memori besar, perusahaan tersebut disebut sedang menyiapkan GeForce RTX 5080 dengan VRAM 24GB. Namun, kedua kabar ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh Nvidia. RTX 5090 diluncurkan pada Januari 2025 dan menggunakan GPU Blackwell GB202 dengan VRAM GDDR7 32GB. Chip yang sama juga digunakan pada sejumlah kartu grafis profesional, termasuk RTX PRO 6000 berkapasitas memori 96GB. Menurut laporan yang beredar, meningkatnya permintaan akselerator AI serta mahalnya DRAM dapat mendorong Nvidia memprioritaskan produk profesional yang menawarkan nilai bisnis lebih tinggi. Tekanan harga juga terlihat di pasar konsumen. Laporan sumber menyebut RTX 5090 telah dijual dengan harga di atas US$6.000, jauh melampaui posisi harga yang lazim untuk kartu grafis gaming. Sementara itu, harga kartu RTX P...

Kabar Gembira. Hape untuk AI 100B Parameter Hadir di 2028

CEO Qualcomm Cristiano Amon memperkirakan smartphone pada 2028 akan mampu menjalankan large language model (LLM) dengan 100 miliar parameter secara berkelanjutan. Dalam wawancara dengan Fireside Alpha, Amon juga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan AI sedang mengembangkan smartphone dengan kemampuan tersebut. Namun, ia tidak menyebutkan nama perusahaan maupun mengungkap peta jalan teknis untuk mewujudkannya. Tantangan terbesarnya adalah kapasitas memori. Di tengah kenaikan harga dan keterbatasan pasokan DRAM, sejumlah produsen smartphone justru menahan pengembangan model dengan RAM lebih besar. Padahal, menjalankan LLM 100 miliar parameter membutuhkan kapasitas memori jauh melampaui konfigurasi smartphone saat ini. Sebagai gambaran, model 100B dengan kuantisasi 4-bit membutuhkan sekitar 50GB memori hanya untuk bobot model, belum termasuk sistem operasi, aplikasi, dan KV cache untuk konteks percakapan. Bahkan, kuantisasi 2-bit masih memerlukan sekitar 25GB untuk bobot model saja. Keb...