Langsung ke konten utama

Nvidia Umumkan GPU RTX 3080 dengan Performa Mantap

Nvidia telah meluncurkan kartu grafis seri GeForce RTX 3000 barunya yang menawarkan performa dahsyat. Selain itu, sudah mulai banyak pula bocoran terkait GPU kelas flagship-nya, yakni Nvidia GeForce RTX 3080 sebelum barangnya benar-benar diresmikan.

Sebagai contoh, berdasarkan mikroarsitektur Ampere teranyar Nvidia, GeForce RTX 3080 sendiri dirancang untuk menggantikan kartu grafis jenis RTX 2080 dan 2080 Ti. Ia menghadirkan peningkatan kinerja yang sangat menarik serta dukungan ray tracing support.


Disebutkan, Nvidia sendiri menjanjikan kinerja besar dengan RTX 3080, hingga dua kali lipat dari RTX 2080 yang telah meluncur sebelumnya. Bahkan digadang-gadang lebih cepat daripada Nvidia RTX 2080 Ti.



Kartu grafis ini sendiri akan dikirimkan dengan memori GDDR6X 10GB dan akan dijual dengan harga $699 atau berkisar Rp10,4 jutaan. Kabarnya, ia akan diluncurkan pada 17 September mendatang.

Di dalam chip kelas kakap tersebut, Nvidia memasangkan 8,704 CUDA core pada RTX 3080 yang dikombinasikan dengan boost clock 1,71GHz. Adapun inti dari GPU baru tersebut adalah desain termal yang diperbarui.


Nvidia telah menciptakan papan berbentuk panji baru untuk RTX 3080-nya, dikombinasikan dengan selubung pendingin baru. Pendingin baru ini dirancang untuk meningkatkan aliran udara dan mengatasi beberapa kendala pendinginan yang ada pada RTX 2080 saat ini.

Hal tersebut termasuk pengaturan kipas ganda yang dirancang untuk meningkatkan aliran udara hingga lebih dari 55 persen, dengan pendingin yang jauh lebih tenang dan lebih efisien. Pada chip barunya itu, Nvidia menggunakan bracket exhausting front fan, dengan flow-through rear fan.


Baca juga:

Nvidia juga menggunakan konektor 12-pin baru pada kartu RTX 3000-nya, yang lebih kecil daripada menggunakan dua konektor delapan-pin tradisional. Perusahaan akan menyertakan adaptor yang kompatibel dengan kabel delapan pin beserta kartu Founder Edition. Nvidia juga kini telah memilih konektor 12-pin untuk memungkinkan lebih banyak ruang di papan untuk komponen dan pendinginan.

Bersamaan dengan GeForce RTX 3080, Nvidia juga meluncurkan RTX 3070 yang lebih murah yang dibandrol dengan harga $499 atau sekitar Rp7,4 jutaan. Model ini dijadwalkan akan rilis pada bulan Oktober mendatang.


Kehadiran seri RTX 3070 juga digadang-gadang akan memiliki performa yang lebih baik jika dibandingkan dengan seri RTX 2080 dengan biaya yang jauh lebih murah.

Peningkatan performa yang ditawarkan juga akan menempatkan Nvidia GeForce RTX 3070 dengan nyaman di atas kartu grafis GeForce 1080 Ti dan 1080 untuk gaming di resolusi 1440p. Kartu grafis Nvidia GeForce RTX 3070 ini juga akan menggunakan pendingin yang mirip dengan RTX 3080, dengan suhu yang lebih baik dan pengoperasian yang lebih tenang.

Postingan Populer

PC Semakin Terpuruk. Harga Mahal Jadi New Normal?

Firma riset pasar IDC memangkas proyeksi pasar PC global dan memperingatkan bahwa industri menghadapi periode sulit hingga setidaknya 2027. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC global diperkirakan turun 11,3% tahun ini, jauh lebih buruk dibanding proyeksi sebelumnya yang hanya memperkirakan penurunan 2,4%. Pasar tablet juga ikut melemah, dengan penurunan pengiriman sekitar 7,6%. Penyebab utamanya cukup klasik, kelangkaan memori dan gangguan rantai pasokan. Kenaikan harga komponen membuat produsen kesulitan memproduksi perangkat dalam skala besar sekaligus menjaga harga tetap kompetitif. Ironisnya, meski pengiriman turun, nilai pasar justru diperkirakan naik. IDC memperkirakan nilai pasar PC global bisa mencapai $274 miliar pada 2026, naik sekitar 1,6%, karena harga jual rata-rata perangkat terus meningkat. Dengan kata lain, industri mungkin akan menjual lebih sedikit PC, tetapi dengan harga lebih mahal. IDC juga memperingatkan bahwa masalah pasokan memori bisa bertahan hingga 202...

Smartphone Baterai Terbesar Segera Dirilis? 13.000mAh Cukup?

Rumor terbaru berhembus bahwa Honor tengah menyiapkan smartphone dengan baterai yang hampir terdengar berlebihan. Perangkat yang disebut sebagai Honor X80 GT dikabarkan akan membawa baterai 13.080 mAh. Jika benar, kapasitas ini jauh melampaui standar smartphone modern yang biasanya hanya berada di kisaran 5.000 mAh. Secara teori, ini berarti pengguna bisa melupakan charger selama berhari-hari. Namun secara praktis, pertanyaannya sederhana: seberapa besar dan berat ponsel ini nantinya? Honor sebenarnya sudah bereksperimen dengan baterai besar pada beberapa perangkat sebelumnya yang mendekati 10.000 mAh. X80 GT tampaknya mencoba melangkah lebih jauh, seolah ingin memenangkan lomba angka spesifikasi yang semakin absurd. Bandingkan dengan flagship dari Apple atau Samsung yang masih bermain di kapasitas jauh lebih kecil. Namun pendekatan mereka juga menunjukkan realitas desain: baterai besar selalu datang dengan kompromi pada ketebalan, berat, dan ergonomi. Memang ada perangkat ekstrem sepe...

Prosesor Server AMD Laku Keras, Kapasitas Produksi Tak Memadai

Demam AI ternyata tidak hanya menguntungkan GPU. Permintaan CPU server juga melonjak tajam, bahkan melampaui perkiraan industri. Hal ini diakui langsung oleh CEO Lisa Su yang menyebut lonjakan permintaan prosesor server sebagai sesuatu yang “di luar ekspektasi”. Dalam konferensi Morgan Stanley, Su mengungkap bahwa pelanggan besar AMD kini menyadari satu hal penting, sistem AI tidak bisa hanya mengandalkan GPU. Infrastruktur AI tetap membutuhkan CPU dalam jumlah besar untuk menangani orkestrasi sistem, manajemen data, dan berbagai proses komputasi pendukung. Akibatnya, permintaan prosesor server seperti AMD EPYC meningkat drastis. Bahkan, menurut Su, banyak pelanggan yang sebelumnya salah menghitung kebutuhan CPU di dalam infrastruktur AI mereka. Situasi ini membuat rantai pasokan AMD mulai terasa ketat. Lonjakan permintaan dalam beberapa kuartal terakhir membuat kapasitas produksi sulit mengejar kebutuhan pasar. AMD kini bekerja sama dengan mitra manufaktur untuk menambah kapasitas dan...

Siap-siap. Manusia dan AI Akan Berebutan Listrik!

Morgan Stanley memperingatkan bahwa lonjakan besar kemampuan AI bisa terjadi pada paruh pertama 2026. Menurut laporan terbaru mereka, para eksekutif di laboratorium AI besar di AS sudah memberi sinyal bahwa kemajuan berikutnya bisa “mengejutkan” banyak pihak. Salah satu indikatornya datang dari model terbaru OpenAI, yakni GPT-5.4 Thinking yang disebut mencapai 83% pada benchmark GDPVal, level yang diklaim sudah menyamai pakar manusia dalam sejumlah tugas ekonomi. Namun masalah terbesar bukan lagi algoritma. Masalahnya listrik. Morgan Stanley memperkirakan, di AS saja, bisa jadi akan timbul defisit daya 9-18 gigawatt hingga 2028, atau sekitar 12-25% di bawah kebutuhan komputasi AI. Dengan kata lain, industri mungkin tahu cara membangun AI yang lebih pintar, tetapi belum tentu punya cukup energi untuk menjalankannya. Solusi sementara mulai terlihat agak absurd. Bekas fasilitas mining kripto diubah menjadi pusat komputasi AI, lengkap dengan turbin gas untuk memberi makan rak server. Morga...

Militer AS Andalkan AI untuk Serang Iran

Militer AS kini mulai mengandalkan AI untuk mempercepat proses penentuan target serangan. Menurut laporan terbaru, United States Department of Defense mengklaim telah menyerang lebih dari 2.000 target di Iran hanya dalam empat hari. Tempo operasi yang sebelumnya hampir mustahil dicapai dengan proses militer tradisional. Di balik percepatan itu ada sistem analitik militer dari Palantir, yakni Maven Smart System, yang mengolah data dari drone, satelit, dan berbagai sensor medan perang. Sistem ini dipadukan dengan model AI dari Anthropic seperti Claude untuk menyusun rekomendasi target secara real-time. Perubahan utamanya ada pada kecepatan kill chain. Proses yang dulu membutuhkan analisis manusia berjam-jam kini dapat dipadatkan menjadi hitungan menit, atau bahkan detik. Masalahnya, percepatan ini datang dengan konsekuensi yang jarang dibahas secara jujur. Ketika target dihasilkan dan diproses pada kecepatan mesin, pengawasan manusia cenderung menjadi formalitas. Kesalahan kecil dalam da...