Langsung ke konten utama

Instagram Meluncurkan Fitur ‘Guides’ yang Fokus Pada Kesehatan Mental

Kabar baru bagi para pengguna Instagram,  aplikasi ini telah meluncurkan fitur baru bernama “Guides” atau panduan yang memungkinkan pengguna menemukan konten yang dikuratori dari pencipta tertentu.

Mengingat pandemi Covid-19, aplikasi ini awalnya bermitra dengan sekelompok kecil Konten Kreator dan organisasi di seluruh dunia yang ditujukan secara khusus untuk menciptakan konten kesehatan.



Alih-alih digunakan sebagai sarana membuat posting baru, Guides memungkinkan pembuat mengkonsolidasikan konten yang telah tersedia ke satu tempat. Foto, video ataupun galeri yang ditautkan pada setiap Guides bersumber dari profil pembuatnya atau dari profil pengguna lain di Instagram. 



Untuk melihat fitur Guides ini, pengguna dapat mengklik ikon pamphlet-like di profil partisipator, atau mencari di dalam Story pencipta untuk menyebutkan panduan baru. Dalam beberapa hari, Guides akan tersedia di tab Explore, yang akan memudahkan pengguna mencari tips kesehatan mental dan menemukan informasi dari sumber yang memiliki reputasi baik di salah satu partisipator.

Di antara akun yang berpartisipasi pertama adalah American Foundation for Suicide Prevention, Heads Together di Inggris, Vita Alere di Brazil, Sudah Dong di Indonesia and e-Enfance di Prancis.

Baca juga:

Heads Together, sebuah kelompok kesehatan mental, memulai dengan panduan untuk berbicara tentang perasaan kita. Pada postingannya terdapat 30 postingan yang mendorong pembaca untuk berbagi kecemasan mereka dan mendorong orang lain untuk berbagi juga. Selain itu mereka mengajak pembaca untuk memanfaatkan layanan kesehatan mental yang tersedia untuk umum. 

Artis India Deepika Padukone  menyebut Guides sebagai "Kesehatan Mental di masa COVID-19" yang menawarkan tips untuk self-care, seperti mengasah keterampilan dan melakukan apa yang pembaca sukai. Headspace Australia menawarkan kiat untuk mempertahankan pikiran yang sehat, seperti tetap beraktifitas serta mengurangi alkohol dan obat-obatan.



Guides adalah langkah terbaru dari Instagram untuk menggunakan platform ini untuk mengatasi masalah kesehatan mental, seperti keputusan untuk menghapus ‘suka’ dari pos tahun lalu. Hanya tiga tahun yang lalu, survei Royal Society for Public Health menemukan bahwa Instagram adalah media sosial terburuk untuk kesehatan mental, khususnya untuk citra tubuh dan kecemasan, karena postingan yang memberikan harapan yang tidak realistis dan menciptakan perasaan tidak mampu dan rendah diri. 

Sekarang, kita hidup di dunia yang berbeda. Entah itu keinginan untuk menciptakan solidaritas di antara para pengguna, strategi untuk tetap relevan dan realistis serta menangani gelombang kesehatan mental. Kini Instagram menjadi tempat yang lebih bersahabat.




Sementara Guides saat ini terbatas pada fokus kesehatan mental, fitur ini kemungkinan akan diperluas untuk mencakup berbagai industri dan topik dari influencer, tokoh masyarakat, organisasi dan penerbit. Sebenarnya, Guides awalnya dirancang untuk penggunaan saat pengguna berada di perjalanan, tetapi Instagram memutar arah karena pandemi.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

2026, Nvidia Prioritaskan RTX 50 Series 8GB

Nvidia tampaknya mulai mengambil langkah defensif di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, khususnya pada komponen memori. Laporan terbaru dari Tiongkok mengindikasikan bahwa perusahaan telah menyesuaikan rencana pasokan GPU GeForce RTX 50-series untuk 2026, dengan kembali memprioritaskan model berkapasitas VRAM lebih kecil, terutama varian 8GB.  Langkah ini muncul seiring melonjaknya harga chip memori yang mulai menggerus fleksibilitas harga di segmen GPU konsumen. Pada pertengahan 2025, kartu grafis dengan VRAM 8GB nyaris dianggap usang oleh pasar, terutama untuk kebutuhan gaming modern yang semakin rakus memori. Namun situasinya kini berubah. Dengan biaya memori berkapasitas besar kian mahal, konfigurasi VRAM tinggi justru mulai dipandang sebagai fitur premium yang sulit dijaga marginnya. Dalam konteks ini, 8GB kembali menjadi kompromi yang “masuk akal” bagi produsen, meski belum tentu bagi konsumen. Sumber industri Board Channels menyebutkan bahwa Nvidia dikabarka...

Hape Layar Sentuh Sudah Mentok. Keyboard Qwerty Hidup Kembali?

Ponsel dengan keyboard fisik QWERTY tampaknya belum sepenuhnya punah. Setelah hampir dua dekade didominasi layar sentuh kapasitif ala iPhone, tanda-tanda kebangkitan perangkat dengan tombol fisik mulai kembali terlihat, menantang arus utama desain smartphone modern yang sejak lama dianggap final. Sejak Apple memperkenalkan iPhone dan menyingkirkan keyboard fisik dari peta industri, pengguna dipaksa beradaptasi dengan papan ketik virtual. Meski semakin canggih, keyboard layar sentuh tetap memiliki keterbatasan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan kecepatan dan presisi mengetik.  Tidak mengherankan jika dalam beberapa tahun terakhir muncul komunitas yang memodifikasi BlackBerry lawas dengan spesifikasi lebih modern, mulai dari prosesor lebih cepat, RAM lebih besar, baterai berkapasitas tinggi, hingga port USB-C. Fenomena ini tidak hanya didorong nostalgia, tetapi juga kekecewaan terhadap pengalaman mengetik di layar sentuh. Di CES 2026, sinyal kebangkitan QWERTY semakin jelas. C...

Gigabyte Incar Pasar Handheld Gaming PC

Gigabyte mulai memberi sinyal ketertarikan untuk masuk ke pasar handheld gaming yang semakin padat. Dalam wawancara dengan PCWorld di ajang CES 2026, CEO Gigabyte Eddie Lin mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan pengembangan perangkat handheld gaming, namun dengan satu syarat utama: produk tersebut harus memiliki keunikan yang benar-benar membedakannya dari para pesaing. Ketertarikan ini sejatinya tidak mengejutkan. Pasar handheld gaming dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kesuksesan Steam Deck dan diikuti oleh berbagai pemain besar seperti Asus, Lenovo, MSI, hingga sejumlah merek asal Tiongkok. Di tengah kondisi tersebut, Gigabyte tentu melihat peluang, sekaligus tantangan, untuk ikut ambil bagian. Menurut Eddie Lin, dari sisi teknis, membuat handheld gaming bukanlah perkara sulit. Ia menegaskan bahwa banyak produsen di Tiongkok sudah mampu memproduksi perangkat sejenis dengan relatif cepat. Tantangan sesungguhnya justru terletak...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...