Langsung ke konten utama

Anda Tidak Punya HP Baterai Besar? Ini Tips untuk Anda!

Meski sekarang banyak smartphone yang mendukung fitur fast charging, akan tetapi baterai menjadi bagian penting pada smartphone agar tetap hidup dan bisa digunakan. Ini merupakan alasan utama mengapa produsen smartphone saat ini menghadirkan produk barunya dengan kapasitas baterai yang makin lama makin besar.

Namun, meskipun kapasitas baterai smartphone kita sudah besar, dengan penggunaan data yang besar dan bermain game serta menonton video streaming, semua itu bisa membuat baterai ponsel cepat habis. Nah, kalau Anda tidak punya hp baterai besar, ini tips untuk Anda.


Sebenarnya, ada beberapa trik yang bisa pengguna lakukan untuk mengoptimalkan ketahanan baterai ponsel mereka. Berikut ini beberapa di antaranya:

Turunkan Kecerahan Layar, Kecerahan layar ponsel harus diatur agar tidak banyak mengonsumsi daya baterai. Semakin terang layar, maka semakin besar daya yang harus dikeluarkan, terlebih bila pengguna menggunakan resolusi Full HD atau Quad HD.

Persingkat Waktu Standby, Pengguna bisa mengatur agar ponsel bisa mematikan layar dalam waktu cepat. Pengguna bisa mempersingkat waktu time-out atau standby dengan memilih waktu 15 detik misalnya.

Matikan Nada Dering Getar, Modus getar bisa menghabiskan lebih banyak baterai daripada mode ringtone. Matikan mode getarnya untuk menjaga daya baterai kamu tetap hemat dan tidak terbuang sia-sia. Toh kalau suara ringtone sudah sedemikian berisik, Anda pasti akan mengetahui ada panggilan masuk, bukan?


Baca juga:

Hindari Penggunaan Live Wallpaper, Meskipun live wallpaper membuat tampilan layar ponsel pengguna menjadi menarik, namun terbukti fitur tersebut bisa menguras baterai lebih besar. Untuk membuat baterai lebih awet, pengguna disarankan untuk menggunakan wallpaper statis sehingga tidak menyedot baterai secara berlebihan.

Hindari Notifikasi Getar, Mode getar memudahkan kamu untuk tetap mendapatkan notifikasi atau pesan tanpa berisik. Biasanya, kamu mengaktifkan mode ini apabila sedang berada di kelas atau sedang bekerja. Tapi hal ini justru membutuhkan daya besar untuk menggetarkan Mode Vibrator yang ada sehingga baterai harus bekerja lebih.

Hindari Permukaan Panas, Selain membuat kecerahan layar berkurang, panas sinar matahari langsung akan membuat permukaan smartphone jadi overheat. Panas dari luar yang bertemu dengan panas permukaan baterai akan berisiko membuat baterai smartphone jadi cepat kembung dan mudah drain.

Aktifkan Battery Saver, Kalau kamu penasaran bagaimana cara merawat baterai HP tanam agar awet, coba deh kamu aktifkan fitur Battery Saver di kala daya baterai tinggal sedikit. Dengan mengaktifkan fitur ini saat baterai smartphone kamu dalam keadaan low-batt, maka sistem akan otomatis mengurangi performa CPU-nya.

Atur Kecerahan Layar Smartphone
, Dengan mengatur tingkat kecerahan layar ke yang paling rendah, smartphone kamu jadi lebih hemat baterai. Fitur auto-brightness juga lumayan menguras baterai, loh. Jadi, sebaiknya kamu atur secara manual. Agar semakin hemat baterai, jangan lupa untuk mengatur Time Sleep-nya juga ke waktu yang sekiranya tidak terlalu lama, misal 1 menit.

Update Aplikasi Hanya via WiFi, Saat terhubung dengan WiFi, smartphone kamu akan terkunci pada jaringan itu saja sehingga penggunaan CPU dan baterai jadi lebih hemat.


Gunakan Airplane Mode, Jarak smartphone ke BTS operator yang kamu gunakan juga memengaruhi umur baterai. Semakin jauh dari BTS, semakin smartphone bekerja keras untuk mencari sinyal. Untuk itu, saat berada di daerah yang tidak terpapar oleh jaringan mobile dari operator yang kamu gunakan, sebaiknya atur smartphone kamu ke Airplane Mode.

Nah, beberapa tips di atas dapat Anda gunakan agar baterai hp Anda lebih hemat. Apalagi kalau Anda tidak punya hp baterai besar. Selamat mencoba!

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Diborong Industri AI, Gamers Tidak Kebagian RTX 5090

Mimpi buruk para gamers dan perakit PC kembali berulang. Foto-foto yang beredar dari HKEPC memperlihatkan pallet berisi puluhan boks GeForce RTX 5090 versi ritel dibongkar langsung di fasilitas perakitan server AI, bukan di toko perakit PC gaming rumahan.  Kartu-kartu ini dicabut dari kemasan konsumen dan ditanam ke rak multi-GPU untuk beban kerja AI. Yang mencolok, perusahaan ini tidak memilih GPU profesional seperti RTX PRO 6000 atau akselerator datacenter yang memang dirancang untuk kebutuhan tersebut, meski harganya jauh lebih mahal. Mereka justru memborong unit ritel yang seharusnya jatah gamer, sebuah pilihan yang secara langsung memangkas pasokan global dan mendorong harga jauh di atas MSRP resmi 1.999 dolar AS.  Di berbagai marketplace, RTX 5090 kini dibanderol hingga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp88 juta, lebih dari dua kali lipat harga rilis. Polanya mengingatkan pada era cryptomining beberapa tahun lalu, saat penambang menghabiskan stok GPU ritel hingga gamer kesuli...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Mengapa Hape Second Makin Laris?

Pasar smartphone refurbished dan bekas menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat. Nilai pasar global diperkirakan mencapai US$34,8 miliar pada 2026 dan berpotensi meningkat menjadi US$66 miliar pada 2035, dengan pertumbuhan tahunan gabungan 7,3 persen.  Tren ini didorong oleh harga yang lebih terjangkau, kualitas perangkat refurbished yang membaik, serta meningkatnya kesadaran terhadap isu limbah elektronik. Salah satu daya tarik terbesar adalah selisih harga. Konsumen dapat memperoleh smartphone flagship dengan harga lebih rendah dibandingkan unit baru. Pada 2023, sekitar 70 persen pembeli disebut lebih memilih perangkat refurbished dibandingkan smartphone baru kelas pemula karena menawarkan fitur lebih baik dengan harga yang lebih rendah. Harga jual rata-rata perangkat refurbished juga turun 12 persen antara 2022 dan 2023 Namun, harga murah tidak otomatis berarti pilihan lebih aman. Kesehatan baterai, garansi, dan kondisi perangkat masih menjadi kekhawatiran utama.  Data...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...