Langsung ke konten utama

Ini Dia, 5 Gamers Cantik dan Berprestasi di Indonesia

Anda sering bermain game apalagi game online? Saat sedang bermain, mungkin Anda pernah bertemu dengan karakter atau gamer lain yang menggunakan nick name cewek. Entah sebagai rekan satu tim ataupun lawan Anda dalam game tersebut. Yang kadang bikin kita penasaran, apakah mereka cewek beneran? Atau hanya nick name tipu-tipu seperti masa-masa chatting jaman dulu?

Jangan salah, saat ini di dunia gaming pun sudah banyak pemainnya dari kaum hawa. Tak lagi hanya didominasi oleh para pria, gaming dan dunia mobile gaming pun kini disemarakkan dengan banyaknya gamers-gamers wanita dan mereka pun jago-jago. Bahkan bukan tidak mungkin, lebih jago daripada gamers pria.



Berikut ini beberapa bukti bahwa saat ini banyak gamers-gamers wanita yang menyemarakkan dunia gaming di Indonesia. Psst, nggak juga mereka jago bermain cantik, tapi parasnya pun jauh lebih cantik. Siapa saja?


Ridha Audrey
Dari sekian banyak jenis game yang ada, cewek yang satu ini jagoan bermain game berbasis first person shooter (FPS). Apalagi kalau sudah bermain Counter Strike: Global Offensive, banyak lawan yang akan dilibasnya.


Jangan salah, Audrey juga merupakan team leader dari e-sports team cewek yang sangat terkenal yakni Female Fighters. Tim e-sports yang menjadi Brand Ambassador salah satu produsen perangkat gaming ini pun punya reputasi yang hebat di CS:GO.

Kimberly Hime Ku
Cewek gamer yang satu ini sudah bermain game sejak di taman kanak-kanak dan mulai bermain game online sejak SMP. Ragnarok Online, Perfect World, Seal Online adalah beberapa game terfavoritnya. Sejak SMA, ia mulai tertarik dengan Dota dan kemudian menekuni dunia e-sports.




Selain aktif sebagai Brand Ambassador dari tim e-sports Boom.Id dan maid di Mivecat Station, cewek yang satu ini juga merupakan YouTuber. Ia juga merupakan caster profesional dan menghabiskan waktu 3-4 jam per harinya untuk bermain game. Cita-citanya adalah membuka bisnis i-cafe untuk para gamers.

Baca juga:

Claudia Theodora
Gamer cewek yang satu ini mengawali karir gamingnya di tahun 2015 lalu bersama game League of Legends. Padahal sebelumnya, game yang menjadi favorite Rina, nama panggilannya, adalah Dota 2 dan sejak itu ia akrab dengan game-game bergenre MOBA sampai kemudian di suatu hari ada temannya yang mengajak dan mengajarinya bermain League of Legends.


Selain sebagai gamer, Rina juga merupakan YouTuber dan streamer terkemuka. Dan saat ini, ia tengah bekerja di Fortius Gaming dan juga Aiko Maid Cafe.

Monica Carolina
Cewek gamers yang satu ini sudah sangat berpengalaman malang melintang di dunia gaming, sejak sekitar tahun 2009 lalu. Bahkan sudah sejak lama, cewek yang punya nick name Nixia ini menjadi brand ambassador salah satu produsen komponen dan perangkat gaming terkemuka. Kabarnya, Nixia ini menghabiskan 8 jam per hari untuk melatih skill gaming-nya.


Jangan salah, Nixia juga merupakan pemimpin dari tim gamer profesional yakni NXA Ladies yang seluruh anggotanya merupakan gamers cewek yang sangat jago. Game-game yang menjadi andalannya adalah game berbasis FPS seperti Counter Strike: Global Offensive dan Overwatch. Mau tau pendapatannya per bulan? Kabarnya Nixia mendapatkan penghasilan 8 sampai 10 ribu dolar AS per bulan dari sponsornya yang ia gunakan untuk menggaji tim NXA Ladies. Dahsyat!



Sarah Olivia Santoso 
Gamer yang satu ini sangat menggemari Dota 2, CS:GO, PUBG dan beberapa game lainnya. Cewek yang akrab dipanggil dengan nama Oliv ini memang sudah menyukai game sejak kecil dan gemar menghabiskan waktunya di warnet.


Jangan salah, sejak menduduki bangku SMA, yakni tahun 2015 lalu, cewek yang dikenal dengan sebutan Sarah Viloid ini serius terjun di dunia e-sports dan memanajeri tim profesional Dota 2 Revival. Sempat aktif di dunia cosplay dan sempat menjadi Brand Ambassador Japanese Station Navigator, Sarah kini aktif sebagai streamer dan influencer di Nimo TV, YouTube dan sudah bisa membeli rumah sendiri tanpa bantuan sepeser pun dari orang tuanya.

Postingan Populer

Qualcomm Resmi Rilis Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Tinggalkan Nama "Pro"

Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sekaligus meninggalkan label "Pro" yang biasa disematkan pada varian tertinggi chipset-nya. Kedua chipset diproduksi menggunakan proses litografi 2nm milik TSMC dan dibekali sederet peningkatan signifikan. Pada klaster CPU, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengusung dua core Prime custom Oryon berkecepatan 5,00GHz dan enam core Performance hingga 4,00GHz, didukung 16MB Oryon Flex Cache. Dibandingkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, chip ini menghadirkan peningkatan performa CPU 13 persen dengan efisiensi daya 37 persen lebih baik, serta lonjakan performa GPU 44 persen dengan efisiensi 40 persen lebih baik. Di sisi NPU, performa meningkat 35 persen dengan efisiensi AI per-watt 33 persen lebih baik. Hexagon NPU dirombak dengan Element Accelerator baru, dilengkapi Hexagon Direct Link serta Micro Tile Inferencing. Kapasitas memori bersama yang 50 persen lebih besar memungkinkan chip ini menjalan...

Apple Klaim Perangkatnya Kini Mampu Jalankan Model AI Raksasa Secara Lokal

Apple mengungkap bahwa memori yang lebih cepat serta dua unit Neural Engine pada perangkat terbarunya secara signifikan meningkatkan kemampuan menjalankan model AI berukuran besar secara lokal, tanpa bergantung pada layanan cloud. Dalam sebuah slide presentasi bertema "Enabling a Full Range of Local AI Inference," Apple memetakan kemampuan lini produknya, mulai dari iPhone dan iPad hingga Mac Studio, berdasarkan kapasitas memori, bandwidth, dan jumlah parameter aktif model AI yang bisa dijalankan.  iPhone dan iPad dengan 16GB unified memory disebut mampu menjalankan model dengan 14 miliar parameter aktif, meski bandwidth memori yang diklaim Apple, 76GB/s, sudah dilampaui chip A20 Pro yang mencapai 115,2GB/s. MacBook Air dan Mac mini, dengan memori hingga 64GB dan bandwidth hingga 307GB/s, sanggup menjalankan model hingga 70 miliar parameter. MacBook Pro kelas atas berbekal 128GB unified memory dapat menangani model 120 miliar parameter, setara laptop RTX Spark dengan kapasita...

Core i9-14900K Kembali Bermasalah, Pengguna Klaim Sudah Ganti CPU Empat Kali

Masalah stabilitas yang menghantui prosesor Intel Core i9-14900K tampaknya belum sepenuhnya berakhir. Meski Intel telah merilis pembaruan microcode melalui BIOS untuk mengatasi persoalan degradasi dan ketidakstabilan pada prosesor generasi ke-13 dan ke-14, seorang pengguna Reddit mengklaim telah mengganti Core i9-14900K miliknya hingga tiga kali dan kini menghadapi gejala serupa pada unit pengganti keempat. Pengguna dengan akun u/unvac tersebut menjalankan sistem dengan konfigurasi kelas atas, termasuk GeForce RTX 5090 dan RAM DDR5-6000 CL28 berkapasitas 64GB. Ia juga mengaku telah memperbarui BIOS motherboard serta menggunakan pengaturan default Intel, termasuk menonaktifkan opsi “Enforce All Limits”.  Sayangnya, sistem kembali mengalami Blue Screen of Death (BSOD) dengan kode 0xC0000005, salah satu error yang sebelumnya dikaitkan dengan masalah stabilitas CPU Intel generasi tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena BIOS dan microcode terbaru seharusnya membantu mengurangi ri...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...