Langsung ke konten utama

Resmi! Redmi 6 dan Redmi 6A meluncur

Xiaomi sebagai salah satu brand smartphone terkemuka telah meluncurkam varian dua varian smartphone yaitu Xiaomi Redmi 6 dan Xiaomi Redmi 6A. Selain itu Redmi 6A yang bisa dikatakan membunuh harga pasar zenfone live L1, Honor 7S, Huawei Y5 Prime karena spesifikasinya yang tak tanggung-tanggung untuk smartphone dibawah 1,5jutaan. Sedangkan untuk Redmi 6 spesifikasinya dapat mengalahkan beberapa smartphone terkemuka di Indonesia yaitu Samsung J6 dan Oppo A83.

Dalam sisi prosesor keduanya menggunakan teknologi MediaTek. Untuk Redmi 6 sendiri didukung menggunakan 1.25µm processor Helio Quad-Core dengan kecepatan hingga 2.0GHz. Sedangkan untuk Redmi 6A menggunakan prosesor Helio 12nm Octa-core dengan kecepatan hingga 2.0GHz. Hal ini menyebabkan Redmi 6 kebih unggul dari Redmi A6 dalam sisi performa.



Untuk keduanya Xiaomi memberikan layar dengan besar 5.45'' menggunakan screen-to-body ratio 72,7% dengan aspek rasio 18:9. Ditambah resolusi layar 720x1440 pixel yang dikatakan sebagai smartphone HD+.



Dari sisi kamera belakang Redmi 6 menggunakan 12MP + 5MP dengan 1.25µm large pixel kamera, sedangkan untuk kamera depan menggunakan 5MP dengan Al portrait, dan Al Beautify. Pada seri Redmi 6A menggunakan 13MP dengan PDAF pada kamera belakang dan 5MP pada kamera depan.

Untuk keduanya sudah menggunakan kecerdasan buatan yaitu Al face Unlock  yang bisa membuka perangkat hanya dengan tatapan. Selain itu Xiaomi menyisipkan teknologi sensor fingerprint pada seri Redmi 6.

Hanya ada empat pilihan warna yang bisa anda nikmati yaitu hitam, biru,abu-abu, dan emas. Dalam sisi desan keduanya tidak memiliki perbedaan yang signifikan kecuali fingerprint yang hanya ada pada Redmi 6.

Baca juga:
Dalam sisi performa keduanya dirasa sudah baik jika dipakai multitasking. Baterai 3000mAh sudah cukup untuk pemakaian harian smartphones sehingga tak usah khawatir jika bepergian kemana saja dalam keadaan baterai penuh.



Harga yang dibanderol untuk Redmi 6 untuk RAM 3GB/32GB ROM yaitu Rp1,999,000 sedangkan untuk versi RAM 4GB/64GB ROM yaitu Rp,2,399,000. Pada seri Redmi 6A Xiaomi hanya membanderol dengan harga Rp1,249,000 untuk RAM 2GB/16GB ROM.

Postingan Populer

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Harga CPU Intel Terancam Naik 10%, Dampak AI Inference Mulai Tekan Pasar PC

Kenaikan harga CPU tampaknya tinggal menunggu waktu. Intel dilaporkan bersiap menaikkan harga prosesor konsumen hingga sekitar 10 persen, didorong oleh lonjakan permintaan dari sektor AI, khususnya inference, yang mulai “menyedot” kapasitas produksi. Perubahan lanskap ini cukup signifikan. Jika sebelumnya GPU menjadi pusat perhatian dalam boom AI, kini workload inference justru lebih banyak bergantung pada CPU. Akibatnya, produsen x86 seperti Intel mulai kewalahan memenuhi permintaan, terutama dari hyperscaler dan data center yang siap membeli dalam volume besar. Dampaknya? Konsumen PC berpotensi jadi korban berikutnya. Intel sendiri sudah memberi sinyal bahwa untuk menjaga pasokan ke segmen enterprise, sebagian kapasitas harus “diambil” dari lini produk konsumen. Ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan realokasi prioritas industri. Masalahnya, timing-nya buruk. Pasar PC saat ini sudah tertekan oleh kenaikan harga komponen lain seperti DRAM dan GPU. Jika CPU ikut naik, maka teka...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

MediaTek Genio Series Dorong Edge AI ke Robotika dan IoT Industri

MediaTek kembali menegaskan ambisinya di ranah edge AI dengan meluncurkan lini terbaru Genio di ajang Embedded World 2026. Alih-alih sekadar ikut tren, langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini didorong keluar dari cloud, langsung ke perangkat yang benar-benar bekerja di lapangan. Seri baru ini mencakup Genio Pro, Genio 420, serta Genio 360, dengan Genio Pro diposisikan sebagai “otak” untuk perangkat kelas berat seperti robot otonom, drone komersial, hingga sistem machine vision. Dibangun di atas proses 3nm TSMC, chipset ini mengusung konfigurasi CPU all-big-core berbasis Arm v9.2 dan NPU generasi terbaru dengan klaim performa hingga 50 TOPS.  Secara teknis, ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah upaya serius membawa kemampuan generative AI langsung ke edge. Namun di balik angka-angka impresif tersebut, ada pertanyaan yang layak diajukan. Apakah pasar benar-benar siap? MediaTek menjanjikan kemampuan menjalankan model hingga 7 miliar parameter dengan kecepatan hingga 23 token per det...

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...