Pemilik toko yang menjalankan Mekari Desty sebagai pilihan alternatif untuk bisnis omnichannel menghadapi tantangan besar dalam mengawasi aktivitas di toko fisik, marketplace, dan media sosial sekaligus dalam satu hari. Hal ini sering membuat pengambilan keputusan harian tertunda karena data yang tersebar di berbagai kanal sulit diintegrasikan secara cepat.
Kosongnya barang di rak umumnya bersumber dari persoalan di level toko itu sendiri, mulai dari proses pesan dan rencana yang kurang tepat. Dengan demikian, rutinitas harian pemilik toko sangat berpengaruh terhadap ketersediaan barang.
Menjawab kebutuhan tersebut, aplikasi stok barang dibutuhkan agar rutinitas tersebut dapat berjalan terstruktur. Rutinitas yang diperlukan sebenarnya singkat dan mudah dilakukan, asalkan dijalankan setiap hari secara konsisten. Berikut ini lima rutinitas harian penting yang biasa dijalankan pemilik toko omnichannel ecommerce.
Ringkasan penjualan dari hari sebelumnya menjadi titik awal bagi pemilik toko untuk membuat keputusan hari ini. Informasi lengkap soal omzet per kanal, produk terlaris, dan pesanan yang belum dikirim menjadi bahan evaluasi utama. Membandingkan penjualan antar kanal pun memberikan gambaran pergeseran permintaan lebih awal, misalnya produk tertentu yang mulai ramai peminatnya di satu kanal setelah dipromosikan lewat konten media sosial. Melalui data ini, pemilik toko dapat mengantisipasi stok dan strategi penjualan secara tepat waktu. Produk terlaris biasanya paling cepat habis, dan jika kosong akan memberi dampak signifikan terhadap penjualan. Oleh sebab itu, pemilik toko perlu memperhatikan ambang batas pemesanan ulang yang dihitung dari rata-rata penjualan harian dikalikan lead time atau waktu tunggu dari supplier. Daftar produk yang mendekati batas stok tersebut kemudian langsung dijadikan rencana pesanan. Pemeriksaan ini paling difokuskan pada kelompok produk dengan kontribusi omzet terbesar, agar stok selalu terjaga dan penjualan tidak terganggu. Penjualan di kasir toko fisik dan penjualan online biasanya menarik barang dari stok yang sama. Jika stok antara keduanya tidak cocok, etalase online bisa saja masih menampilkan produk sebagai tersedia padahal sudah habis terjual di toko. Untuk itu, pencocokan singkat perlu dilakukan setiap hari pada beberapa produk bernilai tinggi sebagai langkah cepat mendeteksi perbedaan stok. Dengan cara ini, selisih stok bisa segera diketahui dan penyebabnya dapat ditelusuri sebelum menimbulkan masalah bagi pelanggan. Pembatalan dan keterlambatan pengiriman berpengaruh pada penilaian toko, terutama di marketplace. Oleh karena itu, pemilik toko sebaiknya mengetahui penyebab tiap pesanan bermasalah secara langsung, bukan hanya berdasarkan laporan dari admin. Pola dan penyebab yang berulang bisa menunjukkan titik lemah pada operasional toko. Misalnya, pembatalan karena stok kosong yang sering terjadi di kanal yang sama menjadi sinyal agar perbaikan segera dilakukan supaya pelanggan tidak kecewa. Keputusan pembelian sebaiknya disusun berdasarkan data penjualan dari semua kanal, bukan hanya dari kesan saat melihat rak yang kosong. Pendekatan ini memastikan jumlah pesanan ke supplier sesuai dengan permintaan nyata. Selain itu, pemesanan dalam jumlah kecil tetapi dengan frekuensi lebih sering dapat menurunkan modal yang tertahan di stok. Namun, strategi ini juga punya batasan karena dapat meningkatkan beban administrasi dan biaya pengiriman untuk masing-masing pesanan. Kelima rutinitas di atas menunjukkan bahwa menjaga stok pada bisnis omnichannel ecommerce sebenarnya bukan soal seberapa sering pemilik toko turun tangan, melainkan seberapa konsisten data dari semua kanal dibaca dan ditindaklanjuti setiap hari. Mulai dari membaca ringkasan penjualan di pagi hari, memeriksa produk yang mendekati batas stok, hingga menyusun keputusan pembelian, semuanya membutuhkan satu sumber data yang bisa diandalkan setiap saat. Oleh karena itu, pemilik toko yang menjalankan bisnis di banyak kanal sekaligus membutuhkan platform yang dapat menyatukan data penjualan dan stok dari semua kanal dalam satu tempat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pertimbangkan untuk gunakan software seperti Mekari Desty. Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace untuk membantu pebisnis online, admin e-commerce, dan tim operasional menyederhanakan dan mengelola operasional penjualan multi-channel dalam satu sistem terpusat secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis. Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Desty juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Talenta, Mekari Flex, Mekari Jurnal, Mekari Expense, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari POS, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.1. Membaca Ringkasan Penjualan Semua Kanal di Pagi Hari
2. Memeriksa Produk Terlaris yang Mendekati Batas Stok
3. Mencocokkan Stok Toko Fisik dengan Etalase Online
4. Meninjau Pesanan Bermasalah dan Pembatalan
5. Menyusun Keputusan Pembelian untuk Hari Berikutnya

