Asus memperluas strategi AI enterprise dengan menghadirkan arsitektur AI hybrid ke seluruh lini perangkat komersialnya, mulai dari laptop ExpertBook, desktop ExpertCenter, hingga mini PC NUC. Langkah tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya biaya operasional AI generatif dan bisa menjadi solusi untuk menekan biaya AI perusahaan.
Sebagai konteks, anggaran operasional AI generatif semakin membebani perusahaan seiring adopsi large language model (LLM) dan agen AI yang terus berkembang. Bahkan jauh melebihi budget saat perusahaan memanfaatkan otak manusia untuk mengerjakan tugas-tugas yang saat ini dikerjakan AI.
Seperti diketahui, selama ini, banyak implementasi AI mengandalkan cloud sebagai pusat pemrosesan. Model tersebut memang fleksibel, tetapi biaya inferensi berbasis token dapat meningkat drastis ketika penggunaan AI dilakukan dalam skala besar.
Bagi perusahaan, kondisi ini mulai menjadi salah satu hambatan utama dalam memperluas penerapan AI.
Melalui pendekatan AI hybrid, Asus menawarkan solusi yang membagi beban kerja antara perangkat lokal dan cloud. Tugas AI yang lebih ringan diproses langsung di perangkat, sementara cloud hanya digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan daya komputasi lebih besar. Strategi ini tidak hanya bertujuan menekan biaya, tetapi juga meningkatkan privasi dan mengurangi ketergantungan terhadap layanan cloud.
Teknologi ini didukung oleh aiDAPTIV dari Phison yang memungkinkan perangkat komersial menjalankan model AI berukuran menengah hingga besar secara lokal meski memiliki keterbatasan memori. Sistem gateway cerdas juga akan menentukan secara otomatis apakah sebuah tugas lebih efisien diproses di perangkat atau di cloud.
Berdasarkan hasil pengujian PinchBench, pendekatan hybrid tersebut diklaim mampu mengurangi biaya inferensi hingga 70 persen pada model AI berukuran 26B hingga 35B tanpa mengorbankan performa secara signifikan. Asus menargetkan berbagai skenario penggunaan, mulai dari ringkasan dokumen, penyusunan email, penerjemahan bahasa, hingga layanan pelanggan otomatis.
Di tengah tren AI yang semakin mahal untuk dijalankan, langkah Asus menunjukkan bahwa masa depan AI enterprise bukan hanya soal performa tertinggi, tetapi juga bagaimana menghadirkan solusi yang lebih efisien, aman, dan realistis untuk dioperasikan dalam jangka panjang.


