Di tengah tren industri yang berlomba-lomba menempelkan label “AI PC” pada hampir setiap produk baru, Acer kembali memperluas portofolio Copilot+ PC lewat peluncuran Aspire X 16 AI, Aspire 18 AI, serta desktop all-in-one Aspire C AI Series di ajang Computex 2026.
Langkah ini menunjukkan bahwa Acer ingin memastikan lini Aspire tidak tertinggal dalam perlombaan perangkat berbasis kecerdasan buatan. Namun di balik sederet klaim AI, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pengguna.
Sorotan utama datang dari Aspire X 16 AI yang mengusung prosesor Intel Core Ultra generasi terbaru dengan performa hingga 180 TOPS. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu laptop AI paling bertenaga di kelasnya.
Acer juga membekalinya dengan layar OLED 3K 120Hz, desain metal premium setebal 15,9 mm, serta baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 24 jam. Kombinasi ini menjadikannya lebih dari sekadar laptop produktivitas biasa, melainkan perangkat yang menyasar profesional dan kreator konten yang membutuhkan mobilitas tinggi.
Sementara itu, Aspire 18 AI hadir dengan pendekatan berbeda. Acer mencoba mengisi ceruk pasar laptop layar besar yang mulai jarang dilirik produsen lain. Panel 18 inci beresolusi WUXGA dengan refresh rate 165Hz menawarkan ruang kerja yang luas untuk multitasking, editing, hingga hiburan. Dukungan Intel Core Ultra Series 3 dan baterai hingga 22 jam menunjukkan bahwa Acer ingin menghadirkan pengalaman desktop replacement tanpa mengorbankan portabilitas secara berlebihan.
Di segmen desktop, Aspire C24 AI dan C27 AI memperlihatkan strategi Acer yang lebih fleksibel. Pengguna dapat memilih platform AMD Ryzen AI 400 Series atau Intel Core Ultra Series 3 sesuai kebutuhan. Menariknya, Acer tidak hanya berfokus pada performa AI, tetapi juga meningkatkan aspek ergonomi melalui desain ErgoStand terbaru, layar hingga 144Hz, serta kamera 5MP IR dengan fitur privasi bawaan.
Meski demikian, seperti banyak peluncuran AI PC lainnya, tantangan terbesar Acer bukan lagi soal spesifikasi. Industri kini memasuki fase di mana pengguna mulai mempertanyakan manfaat praktis fitur AI dibanding sekadar angka TOPS yang terus meningkat. Fitur seperti Click-to-Do, Acer Intelligence Space, dan Acer AI Image Generator memang menarik, tetapi keberhasilannya akan ditentukan oleh seberapa sering fitur tersebut benar-benar digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Untuk saat ini, Acer setidaknya berhasil menunjukkan bahwa AI PC tidak hanya soal performa, tetapi juga tentang menghadirkan perangkat yang lebih lengkap, modern, dan siap menghadapi perubahan pola kerja digital di masa depan.


