Pasar PC enthusiast mulai terkena dampak langsung dari ledakan industri AI. Bukan hanya harga GPU yang terus naik, kini motherboard juga mulai mengalami penurunan penjualan tajam karena produsen komponen lebih memilih mengejar margin besar dari bisnis server AI dibanding pasar konsumen tradisional.
Laporan Tom’s Hardware menyebutkan bahwa lonjakan permintaan infrastruktur AI telah memicu kelangkaan komponen penting seperti DRAM, NAND flash, hingga prosesor desktop. Situasi ini diperparah oleh langkah Nvidia, Intel, dan AMD yang mengalihkan sebagian kapasitas produksi mereka untuk memenuhi permintaan chip AI dan server datacenter yang jauh lebih menguntungkan.
Akibatnya, harga komponen PC terus meningkat dalam enam bulan terakhir. RAM dan SSD menjadi sektor yang paling terdampak, sementara prosesor desktop kelas enthusiast juga mulai mengalami tekanan suplai. Banyak pengguna akhirnya menunda upgrade PC karena biaya rakitan baru semakin tidak masuk akal.
Kondisi ini menunjukkan pasar DIY PC sedang memasuki fase stagnasi. AMD memang masih mempertahankan platform AM5 untuk memperpanjang umur upgrade pengguna, tetapi Intel baru akan menghadirkan platform Nova Lake berbasis socket LGA 1954 pada akhir tahun. Di sisi GPU, Nvidia juga disebut menunda seri RTX 60 hingga 2028, membuat banyak pengguna memilih bertahan dengan hardware lama.
Ironisnya, penurunan pasar motherboard justru tidak terlalu merugikan produsen besar. Asus, Gigabyte, dan ASRock kini mulai agresif masuk ke bisnis server AI untuk mengambil keuntungan dari belanja besar hyperscaler dan datacenter global.


