Nvidia kembali menggunakan strategi mingguan mereka untuk mendorong adopsi DLSS 4.5 Multi-Frame Generation. Kali ini, perusahaan tersebut membawa dukungan teknologi upscaling AI-nya ke sejumlah game baru, termasuk salah satu rilisan terbesar tahun ini, 007 First Light.
Game garapan IO Interactive tersebut sudah bisa dimainkan lebih awal oleh pemilik Deluxe Edition sebelum peluncuran resminya, 27 Mei 2026. Selain DLSS 4.5 Multi-Frame Generation, game ini juga mendukung DLSS Ray Reconstruction serta DLSS Super Resolution.
Nvidia bahkan mengklaim RTX 5090 mampu menjalankan game pada setting maksimal 4K hingga 563 FPS. Klaim yang terdengar impresif, meski tetap sangat bergantung pada skenario benchmark ideal khas vendor GPU.

Menariknya, Nvidia kini semakin agresif menjadikan DLSS sebagai ekosistem tertutup untuk mendorong penjualan GPU GeForce RTX 50 Series. Bahkan bundle kartu grafis RTX terbaru dengan 007 First Light mulai dipasarkan bersamaan dengan kampanye DLSS 4.5. Strategi ini memperlihatkan bagaimana fitur AI kini menjadi “senjata utama” industri GPU, menggantikan sekadar perang spesifikasi raster tradisional.
Selain 007 First Light, game lain yang mendapat dukungan DLSS minggu ini adalah World of Tanks: HEAT, Starminer, serta F1 25 yang akan dirilis 3 Juni mendatang. Sementara itu, Helldivers 2 akhirnya ikut menambahkan dukungan DLSS setelah cukup lama menjadi salah satu game PC modern yang absen dari teknologi upscaling besar.
Yang menarik, momentum ini datang bersamaan dengan “pensiunnya” Nvidia Control Panel setelah 20 tahun eksis. Nvidia kini sepenuhnya memindahkan pengaturan GPU GeForce ke aplikasi Nvidia App baru. Artinya, DLSS, driver, hingga fitur AI kini semakin terintegrasi dalam satu platform software yang jauh lebih agresif dibanding era driver GPU tradisional.

