Kasus dugaan pencurian teknologi kembali mengguncang industri semikonduktor global. Sejumlah mantan dan karyawan aktif TSMC kini menghadapi proses hukum di Taiwan terkait kebocoran rahasia dagang yang dikaitkan dengan pengembangan proses fabrikasi 2nm (N2), salah satu teknologi paling strategis di industri chip saat ini.
Menurut laporan yang beredar, otoritas menemukan indikasi pelanggaran terhadap Undang-Undang Keamanan Nasional. Investigasi menyebut bahwa sejak 2023 hingga pertengahan 2025, sejumlah insinyur diduga diminta untuk membocorkan informasi teknis penting oleh pihak eksternal.
Informasi tersebut mencakup detail proses manufaktur dan parameter kritikal yang digunakan dalam produksi chip generasi terbaru.

Pihak yang disebut terlibat dalam skema ini antara lain individu yang kini terafiliasi dengan Tokyo Electron, perusahaan pemasok peralatan semikonduktor. Tujuannya diduga untuk meningkatkan performa mesin etching agar memenuhi standar produksi massal TSMC untuk node 2nm.
Jika terbukti, praktik ini berpotensi memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan bagi pemasok tersebut.
Kasus ini pertama kali terendus melalui sistem keamanan internal TSMC yang mendeteksi akses tidak sah ke database sensitif. Modus yang digunakan termasuk dokumentasi ilegal dan penggunaan perangkat pribadi seperti ponsel untuk merekam data rahasia, indikasi bahwa kontrol keamanan internal mulai menghadapi tantangan serius di era persaingan teknologi ekstrem.
Lebih jauh, investigasi juga menyeret nama lain yang kini bekerja di Intel, memperluas cakupan kasus menjadi potensi kebocoran lintas perusahaan. Hal ini mempertegas bahwa mobilitas talenta di industri semikonduktor, yang selama ini dianggap sebagai kekuatan, juga membawa risiko besar terhadap keamanan intelektual.
Taiwan sendiri dikenal sangat agresif dalam menangani kasus pencurian teknologi, terutama di sektor chip yang menjadi tulang punggung ekonominya. Proses hukum yang berjalan saat ini dipandang sebagai sinyal keras, bahwa di era “chip war”, perlindungan IP bukan lagi sekadar isu bisnis, melainkan bagian dari keamanan nasional.

