Langsung ke konten utama

Turun Terus, OnePlus Segera Tinggalkan Pasar Smartphone?

OnePlus tampaknya sedang berada di titik paling rapuh dalam sejarahnya. Laporan terbaru dari Android Headlines menggambarkan kondisi internal perusahaan yang nyaris kolaps, dengan sejumlah karyawan menyebut bisnis OnePlus “dikupas habis” dan kehilangan arah strategis.

Berdasarkan wawancara dengan karyawan lama dan baru, OnePlus menghadapi kombinasi masalah serius. Penurunan pengiriman perangkat, penutupan kantor, kerja sama yang berhenti, hingga pembatalan produk. Ini bukan sekadar perlambatan bisnis, melainkan gejala klasik merek yang kehilangan relevansi di pasar yang semakin kompetitif.

Dari sisi penjualan, angka OnePlus terus merosot. Pada 2024, pengiriman smartphone turun lebih dari 20 persen menjadi sekitar 13 sampai 14 juta unit, dari sekitar 17 juta unit pada 2023. Ironisnya, perusahaan induknya, Oppo, justru mencatat pertumbuhan 2,8 persen, mempertegas posisi OnePlus sebagai “adik techie” yang kini tertinggal.



India, salah satu pasar utama OnePlus, menjadi titik lemah paling mencolok. Margin keuntungan retailer yang tipis dan masalah garansi menurunkan kepercayaan pasar, sementara pangsa OnePlus di segmen premium diklaim anjlok hingga 70 persen dalam 12 bulan terakhir. 

Di China, situasinya tak jauh lebih baik. Pangsa pasar turun dari 2 persen menjadi sekitar 1,6 persen pada akhir 2024. Padahal saat ini, India dan China menyumbang sekitar 74 persen total penjualan OnePlus. Sebuah ketergantungan yang berisiko.

Jejak global OnePlus juga menyusut drastis. Kantor pusat operasional di Dallas ditutup pada 2024, kantor Palo Alto dikabarkan hanya menyisakan sekitar 15 staf untuk Amerika Utara, dukungan operator AS berhenti sejak kerja sama dengan T-Mobile berakhir, dan operasi di Eropa disebut telah menghilang.

Dari sisi produk, tanda bahaya semakin jelas. Perangkat seperti ponsel lipat Open 2 dan model kompak 15s dikabarkan dibatalkan, menunjukkan roadmap yang makin tipis. Padahal Oppo telah menggelontorkan investasi besar senilai US$14 miliar sejak 2022 untuk menopang OnePlus. Bahkan hingga menjual ponsel tanpa margin keuntungan.

Di tengah krisis bisnis, muncul pula isu hukum yang memperburuk citra merek. Jika tren ini berlanjut, OnePlus berisiko berubah dari inovator menjadi sekadar label merek tanpa identitas. Dalam industri smartphone yang semakin matang dan brutal, ruang untuk pemain yang kehilangan arah semakin sempit.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Perbandingan Intel Core 10th Gen vs 11th Gen

Intel akhirnya memperkenalkan prosesor generasi terbarunya yakni Intel Core generasi ke-11 yang disebut dengan TigerLake. Meski tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan prosesor mutakhir dari AMD yang sudah menggunakan metode fabrikasi 7 nanometer, namun prosesor 10 nanometer baru Intel tersebut menjanjikan lompatan performa yang lumayan. Ya, prosesor yang dibuat dengan teknologi yang disebut dengan SuperFin 10 nanometer tersebut menghadirkan kecepatan clock yang lebih tinggi dan menghadirkan kenaikan performa hingga 20 persen. Yang menarik, Intel juga akhirnya menghadirkan upgrade signifikan pada chip grafisnya. GPU terintegrasi Intel HD, yang biasanya jadi bulan-bulanan, memang mendapatkan upgrade di seri 10th Gen lalu dengan Iris graphics. Tetapi tampak performanya belum terlalu memuaskan.  Semua berubah ketika TigerLake menyerang. Performa Iris Xe Graphics kini boleh diadu dengan grafis terdedikasi sekelas Nvidia GeForce MX350 sekalipun. Lumayan bukan? Kali ini kita akan...

Harga DRAM Meledak 401% Bikin 1Kg Chip Memori Setara 620 Gram Emas

Harga DRAM terus melonjak di tengah ledakan pembangunan infrastruktur AI global. Kondisinya kini bahkan menghasilkan perbandingan yang cukup ekstrem: satu kilogram chip DRAM buatan Korea Selatan memiliki nilai setara sekitar 620 gram emas 24 karat. Berdasarkan data Korea Trade Statistics Promotion Institute (TRASS) yang dikutip ChosunBiz, harga ekspor DRAM Korea Selatan sepanjang 1-20 Agustus 2026 mencapai US$92.183 per kilogram, atau sekitar 127,4 juta won. Angka tersebut melonjak 401 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dibandingkan dengan Januari 2023, ketika harga DRAM berada di titik rendah sekitar US$7.400 per kilogram, harga saat ini sudah meningkat sekitar 12,5 kali lipat. Kenaikannya jauh melampaui emas yang dalam periode serupa naik sekitar 2,4 kali. DRAM Mulai “Bersaing” dengan Emas Perbandingan dengan emas memang terdengar sensasional, tetapi angka tersebut menggambarkan betapa mahalnya chip memori saat ini. Data terbaru menunjukkan 620 gram emas 24 karat...

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Absen di Mobile Legends, Hours Watched RRQ Tetap Naik 44%

RRQ mencatat pertumbuhan Hours Watched sebesar 44 persen secara year-over-year (YoY) pada Esports World Cup (EWC) 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, pencapaian ini terjadi tanpa kehadiran RRQ Hoshi dari divisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Pada EWC 2026, RRQ tetap tampil melalui lima game, yakni PUBG Mobile, Free Fire, Apex Legends, VALORANT, dan TrackMania. Berdasarkan data Esports Charts, partisipasi RRQ di main event menghasilkan 18.449.197 jam tontonan, dengan Peak Viewers 804.934 dan Average Viewers 319.467. Namun, angka tersebut perlu dibaca secara kritis. PUBG Mobile menyumbang 46,7 persen Hours Watched, disusul Free Fire 28 persen dan Apex Legends 24,2 persen. Sementara itu, VALORANT hanya berkontribusi 0,8 persen dan TrackMania 0,3 persen. Dengan demikian, sekitar 98,9 persen Hours Watched RRQ berasal dari tiga game battle royale. Kondisi ini penting karena mekanisme penghitungan viewership pada battle royale berbeda dengan pertandingan head-to-head. Jam tonto...