Langsung ke konten utama

Laptop Qualcomm Snapdragon "Murah" Mulai Bermunculan

Setelah merilis Asus ProArt PZ13 yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon X Plus, Asus meresmikan kehadiran laptop lain yang menggunakan prosesor sama. Dan yang menarik, harganya lebih murah. Sedikit.

Vivobook S 15 OLED (S5507) hadir sebagai laptop AI terbaru yang menawarkan masa pakai baterai lebih lama dan performa tangguh berkat prosesor Qualcomm Snapdragon® X Plus. Laptop ini dirancang untuk pengguna yang membutuhkan mobilitas tinggi dengan kinerja AI yang optimal.

Laptop ini ditenagai oleh prosesor Snapdragon® X Plus, yang dilengkapi NPU Qualcomm Hexagon, memungkinkan performa AI hingga 45 TOPS. Memori LPDDR5X 16GB dan penyimpanan SSD PCIe 4.0 sebesar 1TB menjadikan Vivobook S 15 OLED sangat cocok untuk multitasking serta pemrosesan AI berat. Dengan berbagai fitur AI seperti Live Captions, Windows Studio Effect, dan aplikasi StoryCube dari Asus, laptop ini sangat mendukung produktivitas berbasis AI.



Vivobook S 15 OLED memiliki desain ramping dengan ketebalan hanya 14,7 mm dan berat 1,42 kg, membuatnya mudah dibawa ke mana saja. Baterai berkapasitas 70 Wh memberikan daya tahan hingga 18 jam, ideal untuk bekerja di luar ruangan. Laptop ini juga dilengkapi dengan pengisian cepat melalui USB Type-C dan mendukung pengisian daya dengan power bank, menambah fleksibilitas bagi pengguna yang sering berpindah tempat.

Konektivitas yang ditawarkan cukup lengkap, termasuk USB Type-A, Type-C, HDMI, dan jack audio 3,5mm, memudahkan pengguna dalam menghubungkan berbagai perangkat. Selain itu, teknologi WiFi 7 pada laptop ini menawarkan kecepatan hingga 5,8 Gbps, menjamin koneksi internet yang stabil dan cepat.

Dalam hal performa, Snapdragon X Plus dengan TDP hingga 45 Watt memungkinkan laptop ini menangani kebutuhan komputasi AI yang kompleks. Kinerja yang tinggi menjadikannya ideal untuk pengguna yang membutuhkan perangkat kuat untuk aktivitas multitasking dan aplikasi berat.

Di sisi visual, Vivobook S 15 OLED dilengkapi layar ASUS Lumina OLED beresolusi 3K, refresh rate 120Hz, HDR, dan color gamut 100% DCI-P3. Fitur anti-flicker dan low blue-light memberikan kenyamanan bagi pengguna yang bekerja dalam waktu lama. Dari segi audio, speaker Harman Kardon yang didukung teknologi Dolby Atmos serta Qualcomm® Snapdragon Sound™ menghasilkan kualitas suara yang jernih, menjadikan laptop ini pilihan ideal untuk keperluan multimedia dan produktivitas.

Vivobook S 15 OLED (S5507) menggabungkan desain portabel, performa AI canggih, dan masa aktif baterai yang panjang, menjadikannya pilihan tepat bagi pengguna dengan mobilitas tinggi dan kebutuhan komputasi intensif. 

Di Indonesia, Vivobook S 15 OLED (S5507) Snapdragon X Plus dipasarkan di harga Rp20.599.000 dan sudah tersedia di e-commerce terkemuka seperti Tokopedia dan Shopee.

Postingan Populer

Harga Prosesor Intel Core Gen 12 Sampai 14 Naik hingga 30%

Intel resmi menaikkan harga untuk lini prosesor Core generasi ke-12, ke-13, dan ke-14 di seluruh dunia. Kabar yang sebelumnya hanya rumor kini terbukti, setelah penyesuaian harga mulai terlihat di berbagai retailer dan distributor di Asia serta Eropa. Kenaikan harganya bervariasi antara 6 hingga 30 persen, tergantung modelnya. Dan untuk beberapa chip populer, dampaknya cukup terasa di kantong konsumen. Gelombang pertama kenaikan terjadi di Korea Selatan dan Jepang, di mana prosesor mainstream seperti Core i5-12400F naik dari 159.000 won menjadi 177.000 won (sekitar USD 132). Sementara Core i3-13400F dan i3-14100F masing-masing naik sekitar 14% dan 15%.  Prosesor kelas atas lebih parah. Harga prosesor Intel Core i5-14600KF naik 13% dan i5-14400F sekitar 6%. Adapun Core i9-13900K melonjak hampir 30%, menembus harga 1 juta won di beberapa toko. Eropa tampaknya mengikuti pola serupa, meski lebih lambat. Retailer di Jerman dan Spanyol mulai menyesuaikan harga untuk model kelas menengah ...

Asus Fragrance MD101, Laptop Mouse untuk Aromatherapy

Asus punya mouse yang unik dalam wujud Asus Fragrance Mouse MD10 1. Mouse nirkabel ini mencoba mengambil jalur berbeda di tengah pasar periferal yang biasanya berfokus pada sensor, polling rate, dan fitur gaming.  Dengan fitur aromatherapy, produk ini menjadi mouse pertama Asus yang dibekali kompartemen aroma internal dengan vial isi ulang untuk minyak aromaterapi atau fragrance oil. Dengan demikian,  pengalaman penggunaan tidak hanya mengandalkan sentuhan dan visual, tetapi juga unsur aroma. MD101 hadir dalam dua warna, Iridescent White dan Rose Clay, dengan pencahayaan halus di bagian belakang bodi. Asus menempatkan produk ini sebagai periferal untuk workspace rumah dan kantor, bukan sebagai mouse gaming kompetitif. Pendekatan tersebut terlihat dari spesifikasi yang mengutamakan kenyamanan, kebisingan rendah, dan daya tahan baterai panjang. Dari sisi desain, mouse ini menggunakan bentuk ergonomis dengan thumb rest untuk pengguna tangan kanan. Kaki mouse berbahan 100% PTFE di...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

HarmonyOS Makin Efisien, Bisa Berjalan dengan RAM 128KB

Sanksi perdagangan Amerika Serikat mungkin berhasil memutus akses Huawei terhadap ekosistem Android dan teknologi semikonduktor tercanggih. Namun alih-alih menyerah, perusahaan asal China tersebut justru mempercepat pengembangan ekosistemnya sendiri melalui HarmonyOS. Dan tampaknya, malah dampaknya sangat luar biasa dibandingkan dengan teknologi Android bahkan mungkin iOS. Dalam ajang Huawei Developer Conference 2026, Huawei mengungkapkan bahwa HarmonyOS kini mampu berjalan hanya dengan kebutuhan memori 128KB RAM. Bahkan, perusahaan mengklaim sedang melakukan optimasi lebih lanjut agar sistem operasi tersebut dapat beroperasi pada perangkat dengan RAM hanya 64KB. Angka tersebut terlihat ekstrem jika dibandingkan dengan sistem operasi modern seperti iOS, Android maupun Windows yang membutuhkan memori jauh lebih besar. Namun di balik klaim tersebut terdapat strategi yang lebih besar: memperluas adopsi HarmonyOS ke berbagai perangkat Internet of Things (IoT) berdaya rendah. Dengan kebutuh...