Langsung ke konten utama

Laptop AI OLED Tertipis di Dunia, Segera Hadir di Indonesia

Asus Republic of Gamers (ROG) menyiapkan peluncuran dua laptop gaming layar OLED paling tipis dan ringan di dunia, yaitu ROG Zephyrus G14 (2024) dan Zephyrus G16 (2024). Keduanya merupakan laptop gaming ROG pertama yang menggunakan layar ROG Nebula Display dengan panel OLED.

Sebagai laptop tipis, keduanya memiliki bobot seringan 1,5kg untuk Zephyrus G14 (2024) dan ketebalan setipis 1,49 cm untuk Zephyrus G16 (2024). Keduanya juga menjadi laptop gaming yang ditenagai kecerdasan buatan (AI) pertama di Indonesia.

Dalam keterangan resminya, ROG Zephyrus G14 (2024) adalah laptop 14-inci yang didukung oleh prosesor AMD Ryzen™ 8000 Series, sementara Zephyrus G16 (2024) hadir dengan prosesor Intel® Core™ Ultra Series. 



Kedua-duanya merupakan prosesor generasi terbaru yang dilengkapi dengan unit pemrosesan neural (NPU) untuk optimalisasi pemrosesan AI. Meski memiliki desain paling tipis dan ringkas di dunia, keduanya tetap menawarkan performa gaming yang kuat berkat chip grafis Nvidia GeForce RTX™ 40 Series yang menjadi salah satu komponen utama di dalamnya.

Laptop Tipis dan Ringan untuk Gaming
ROG Zephyrus G14 (2024) dan Zephyrus G16 (2024) hadir dengan desain yang telah diperbarui dan semakin modern. Keduanya menggunakan rangka CNC-machined yang lebih ringan dan kokoh disbanding generasi sebelumnya. Penggunaan rangka tersebut juga memungkinkan ROG Zephyrus G14 (2024) dan Zephyrus G16 (2024) menjadi lebih tipis dan ringan.

ROG Zephyrus G14 (2024) yang memiliki layar 14-inci memiliki bobot hanya 1,5 kg dan ketebalan 1,59 cm. Sementara ROG Zephyrus G16 (2024) yang memiliki layar 16-inci hadir dengan bobot 1,85 kg dan ketebalan hanya 1,49 cm. Tidak diragukan lagi bahwa keduanya merupakan laptop gaming paling tipis dan ringan di kelasnya.

Penggunaan rangka CNC-machine juga memungkinkan ROG Zephyrus G14 (2024) dan Zephyrus G16 (2024) memiliki ruang ekstra untuk keyboard serta sistem audio yang lebih baik. Kedua laptop ini hadir dengan desain keyboard edge-to-edge yang memiliki ukuran tombol lebih besar serta jarak antar tombol lebih rapat untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Keyboard tersebut juga dilengkapi dengan touchpad yang lebih besar dari generasi sebelumnya, memungkinkan navigasi dan kontrol yang lebih baik.

ROG Zephyrus G14 (2024) dan Zephyrus G16 (2024) juga tampil lebih modern dengan fitur Slash Lighting, lampu LED indikator eksklusif yang berada di belakang layar laptop. Slash Lighting dapat disesuaikan untuk menampilkan pola tertentu melalui aplikasi Armoury Crate yang sudah terpasang. Fitur ini membuat kedua laptop gaming ini tampil unik sekaligus lebih modern.

Baca juga:


AI-Powered Gaming Laptop Pertama di Indonesia
ROG Zephyrus G14 (2024) dan Zephyrus G16 (2024) merupakan laptop gaming pertama di Indonesia yang didukung oleh prosesor generasi terbaru, yaitu AMD Ryzen™ 8000 Series dan Intel® Core™ Ultra Series.

Kedua prosesor tersebut sudah dilengkapi dengan NPU yang dirancang khusus untuk mengakselerasi dan memastikan pemrosesan AI berjalan secara lebih optimal. Berbagai aplikasi dan fitur berbasis AI akan berjalan lebih cepat, optimal, dan hemat daya menggunakan kedua prosesor tersebut.

Mengenai grafis, ROG Zephyrus G14 (2024) dan Zephyrus G16 (2024) didukung oleh chip grafis Nvidia GeForce RTX™ 40 Series yang mendukung berbagai teknologi grafis modern, seperti real-time ray-tracing, DLSS Frame Generation, dan DLSS Super Resolution.

Nvidia GeForce RTX™ 40 Series juga merupakan chip grafis paling optimal untuk mendukung eksperimen AI. Tensor Core di chip grafis ini memungkinkan akselerasi AI berperforma tinggi, cocok untuk gamer dan konten kreator yang sering menggunakan aplikasi berbasis AI. 

Laptop tipis untuk gaming dan AI ROG Zephyrus G14 (2024) dan Zephyrus G16 (2024) akan hadir di Indonesia mulai bulan Maret 2024.

Postingan Populer

GPU Intel Arc Pro B70 dan Arc Pro B65 Bidik Segmen Profesional

Intel resmi memperluas portofolio GPU workstation melalui peluncuran Arc Pro B70 dan Arc Pro B65. Keduanya dibangun di atas arsitektur Xe2 “Battlemage”, menargetkan segmen profesional yang kini semakin didorong oleh kebutuhan AI compute, visualisasi kompleks, dan pengembangan software berbasis akselerasi GPU. Arc Pro B70 menjadi varian paling ambisius. Dengan 32 Xe core, 256 XMX engine, dan 32 ray tracing unit, GPU ini diposisikan sebagai mesin kerja serius untuk workload berat. Kapasitas memori 32GB GDDR6 pada bus 256-bit dengan bandwidth 608 GB/s memberikan fondasi kuat untuk dataset besar dan model AI.  Intel bahkan mengklaim performa hingga 367 TOPS (INT8), angka yang secara langsung menyasar kebutuhan inference modern. Dukungan API lengkap, mulai dari DirectX 12 Ultimate hingga Vulkan 1.3, membuatnya fleksibel untuk berbagai pipeline profesional. Di bawahnya, Arc Pro B65 hadir dengan konfigurasi lebih ramping: 24 Xe core dan 160 XMX engine. Meski begitu, menariknya tetap memba...

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...