Langsung ke konten utama

AMD Ryzen 6000 Series Hadir di ROG Zephyrus G14

Asus ROG Zephyrus G14 merupakan laptop yang sangat populer sejak diluncurkan di kisaran tahun 2020 lalu. Laptop gaing yang satu ini bentuknya kompak, ringkas hanya 14 inci, tapi menawarkan performa yang gahar.

Laptop yang satu ini juga menawarkan masa aktif baterai yang cukup handal untuk sebuah laptop gaming. Dan yang menarik, desainnya pun tidak terlalu gaming. Bahkan justru sangat inovatif dengan LED yang mereka sebut dengan Anime Matrix.


Di tahun 2022 ini, Asus kembali menghadirkan model terbaru dari ROG Zephyrus G14. Dan yang menarik, laptop ini menjadi salah satu yang pertama yang sudah menggunakan AMD Ryzen 6000 series.



Yang menariknya lagi, tidak seperti seri-seri terdahulu, Zephryus G14 kali ini tampil beda. Kalau dulu ia menggunakan solusi grafis dari Nvidia yakni mulai dari GeForce GTX1650, GTX 1660, RTX 2060, RTX 3050 sampai RTX 3060, kali ini Asus memilih full AMD solution.


Ya, dalam sebuah pengumuman global, terlihat bahwa Asus ROG Zephyrus G14 hadir dengan grafis anyar AMD yakni Radeon RX6800S. Meski begitu, tentunya grafis yang terpasang adalah versi mobile yang hemat energi sehingga memungkinkan GPU kencang tersebut dipasang di laptop ringkas.

Dari pengujian internal yang dilakukan oleh Asus, performa yang dihadirkan oleh ROG Zephyrus G14 tersebut cukup solid. Dan yang menarik, performa Radeon RX 6800S sedikit lebih powerful dibanding chip GPU Nvidia GeForce RTX3060 yang dipasang di laptop gaming lainnya.

Dari sisi desain, Asus ROG Zephyrus G14 ini masih tampak serupa dengan seri sebelumnya. Namun ada hal baru yang membuat perbedaan. Utamanya adalah layar 16:10 dan hadirnya webcam untuk pengguna masa kini yang kerap melakukan virtual meeting.

Ukuran yang lebih kecil juga tidak berarti bahwa Zephyrus G14 berkompromi pada port. Di sisi kanan laptop, Anda mendapatkan dua port USB-A, satu USB-C, dan pembaca kartu microSD. Di sebelah kiri, Anda memiliki port pengisian daya khusus, port HDMI, port USB-C lain, dan jack audio 3,5mm kombo.

Di depan port di kedua sisi laptop, Anda memiliki ventilasi, yang berfungsi sebagai knalpot pembuangan panas.


Baca juga:


Dari beberapa preview yang sudah dipublikasikan oleh sejumlah media terkemuka, prosesor AMD Ryzen 9 6900HS yang dipasang di dalam laptop ini menawarkan kemampuan yang hebat.

Untuk CPU raw performance, terutama dalam environment multi-core, AMD Ryzen 9 6900HS hanya terpaut sedikit di bawah Intel Core i7-12700H. Ini relatif luar biasa mengingat CPU AMD Ryzen 9 6900HS merupakan versi hemat dari Ryzen 9 6900HX.


Melihat apa yang ditawarkan oleh AMD Ryzen 6000 series dan upgrade yang dilakukan oleh Asus terhadap ROG Zephryrus G14 mereka, tampaknya laptop yang satu ini akan menjadi laptop yang lebih keren lagi.

Gimana guys, menarik sekali bukan? Semoga Asus Indonesia segera menghadirkan model ini ke pasaran dan dengan harga yang tidak terpaut terlalu jauh dibanding generasi sebelumnya.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

2026, Nvidia Prioritaskan RTX 50 Series 8GB

Nvidia tampaknya mulai mengambil langkah defensif di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, khususnya pada komponen memori. Laporan terbaru dari Tiongkok mengindikasikan bahwa perusahaan telah menyesuaikan rencana pasokan GPU GeForce RTX 50-series untuk 2026, dengan kembali memprioritaskan model berkapasitas VRAM lebih kecil, terutama varian 8GB.  Langkah ini muncul seiring melonjaknya harga chip memori yang mulai menggerus fleksibilitas harga di segmen GPU konsumen. Pada pertengahan 2025, kartu grafis dengan VRAM 8GB nyaris dianggap usang oleh pasar, terutama untuk kebutuhan gaming modern yang semakin rakus memori. Namun situasinya kini berubah. Dengan biaya memori berkapasitas besar kian mahal, konfigurasi VRAM tinggi justru mulai dipandang sebagai fitur premium yang sulit dijaga marginnya. Dalam konteks ini, 8GB kembali menjadi kompromi yang “masuk akal” bagi produsen, meski belum tentu bagi konsumen. Sumber industri Board Channels menyebutkan bahwa Nvidia dikabarka...

Hape Layar Sentuh Sudah Mentok. Keyboard Qwerty Hidup Kembali?

Ponsel dengan keyboard fisik QWERTY tampaknya belum sepenuhnya punah. Setelah hampir dua dekade didominasi layar sentuh kapasitif ala iPhone, tanda-tanda kebangkitan perangkat dengan tombol fisik mulai kembali terlihat, menantang arus utama desain smartphone modern yang sejak lama dianggap final. Sejak Apple memperkenalkan iPhone dan menyingkirkan keyboard fisik dari peta industri, pengguna dipaksa beradaptasi dengan papan ketik virtual. Meski semakin canggih, keyboard layar sentuh tetap memiliki keterbatasan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan kecepatan dan presisi mengetik.  Tidak mengherankan jika dalam beberapa tahun terakhir muncul komunitas yang memodifikasi BlackBerry lawas dengan spesifikasi lebih modern, mulai dari prosesor lebih cepat, RAM lebih besar, baterai berkapasitas tinggi, hingga port USB-C. Fenomena ini tidak hanya didorong nostalgia, tetapi juga kekecewaan terhadap pengalaman mengetik di layar sentuh. Di CES 2026, sinyal kebangkitan QWERTY semakin jelas. C...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Gigabyte Incar Pasar Handheld Gaming PC

Gigabyte mulai memberi sinyal ketertarikan untuk masuk ke pasar handheld gaming yang semakin padat. Dalam wawancara dengan PCWorld di ajang CES 2026, CEO Gigabyte Eddie Lin mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan pengembangan perangkat handheld gaming, namun dengan satu syarat utama: produk tersebut harus memiliki keunikan yang benar-benar membedakannya dari para pesaing. Ketertarikan ini sejatinya tidak mengejutkan. Pasar handheld gaming dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kesuksesan Steam Deck dan diikuti oleh berbagai pemain besar seperti Asus, Lenovo, MSI, hingga sejumlah merek asal Tiongkok. Di tengah kondisi tersebut, Gigabyte tentu melihat peluang, sekaligus tantangan, untuk ikut ambil bagian. Menurut Eddie Lin, dari sisi teknis, membuat handheld gaming bukanlah perkara sulit. Ia menegaskan bahwa banyak produsen di Tiongkok sudah mampu memproduksi perangkat sejenis dengan relatif cepat. Tantangan sesungguhnya justru terletak...