Langsung ke konten utama

OPPO A58: Performa Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Tren pasar ponsel pintar semakin terjangkau namun tetap bertenaga terus berkembang. Dalam konteks ini, OPPO Indonesia meluncurkan OPPO A58, sebuah perangkat dengan spesifikasi menarik yang memiliki harga yang sangat terjangkau, hanya Rp 2,5 juta. 

Bagi mereka yang memiliki dana terbatas namun tetap ingin merasakan performa kelas atas, OPPO A58 dapat menjadi pilihan yang menarik.

OPPO A58 hadir sebagai perangkat entry-level dengan performa yang patut diperhitungkan. Ditenagai oleh chipset Helio G85, perangkat ini menawarkan keseimbangan yang baik antara kinerja dan efisiensi daya. 


Mendapatkan dukungan RAM sebesar 6GB dan penyimpanan internal sebesar 128GB, perangkat ini mampu mengolah data dengan lancar.

Dalam hal tampilan, OPPO A58 mengusung layar lebar berukuran 6,72 inci dengan panel LCD IPS. Resolusi layar FHD+ 1080 x 2400 piksel menjamin tampilan yang tajam dan detail yang cukup memukau. Dengan mempertimbangkan harga yang hanya sekitar Rp 2 jutaan, kualitas layar ini dianggap sangat baik.

Keahlian Fotografi yang Memukau
Sektor fotografi juga menjadi salah satu keunggulan OPPO A58. Dengan dual kamera belakang, perangkat ini memadukan sensor 50MP untuk mode wide dan 2MP untuk mode bokeh, menghasilkan foto dengan detail dan kedalaman yang mengesankan. Di bagian depan, kamera 8MP memberikan hasil selfie yang menarik serta berkualitas tinggi. Tak hanya untuk foto, kamera ini juga mampu merekam video hingga kualitas 1080p@30fps, memastikan pengalaman visual yang luar biasa.

Penguat Tenaga yang Andal
Ponsel pintar yang tangguh tentu membutuhkan sumber tenaga yang handal. OPPO A58 tidak ketinggalan dengan baterai berkapasitas 5.000 mAh yang cukup besar. Didukung oleh teknologi pengisian cepat 33W, perangkat ini mampu mengisi daya hingga 56% hanya dalam waktu 30 menit, meminimalisir waktu pengisian baterai yang lama.

Baca juga:


Fitur Lengkap dalam Genggaman
OPPO A58 juga tidak ketinggalan dalam hal fitur-fitur pendukung. Dari port USB Type-C hingga NFC, serta jack earphone 3,5mm yang semakin langka pada ponsel modern. Sensor sidik jari dan pengenalan wajah hadir untuk memberikan lapisan keamanan tambahan. Slot Dual SIM juga memungkinkan pengguna untuk mengelola lebih dari satu nomor dengan mudah.

Harga Terjangkau untuk Performa Unggul
Harga menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam memilih ponsel pintar. Dengan harga hanya Rp 2.499.000, OPPO A58 menawarkan performa dan spesifikasi yang menarik tanpa harus menguras kantong. Perangkat ini dapat diperoleh secara online melalui OPPO.com atau melalui toko resmi OPPO Indonesia di Lazada.

Kesimpulan
OPPO A58 membuktikan bahwa performa kelas atas tidak harus mahal. Dengan spesifikasi yang menarik, layar berkualitas, kemampuan fotografi yang memukau, dan baterai tahan lama, perangkat ini menawarkan nilai yang sulit diabaikan. Harga yang sangat terjangkau membuat OPPO A58 menjadi solusi bagi mereka yang ingin mengalami teknologi terbaru tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Review Asus Chromebook 14 CM1405. Efisien untuk Produktivitas Modern

Pasar laptop Chromebook diam-diam terus berkembang. Segmen ini hadir sebagai alternatif serius bagi laptop Windows, terutama di segmen pendidikan, UMKM, dan perusahaan yang mengedepankan efisiensi, keamanan, serta kemudahan manajemen perangkat.  Dengan sistem operasi ChromeOS yang berbasis cloud, Chromebook menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan minim perawatan. Berbeda dari ekosistem Windows yang lebih kompleks dan menuntut spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Chromebook juga meningkat di lingkungan enterprise dan institusi pendidikan. Semua didorong oleh kebutuhan kerja hybrid, kolaborasi berbasis web, serta keamanan data yang terintegrasi langsung di level sistem.  Sebagai gambaran, ChromeOS dikenal memiliki booting cepat, update otomatis, serta proteksi bawaan terhadap malware. Kemampuan ini menjadikannya solusi praktis untuk pengguna yang aktivitasnya terfokus pada browser, aplikasi Android, dan layanan Google ...

Ikut Australia, Perancis Larang Ponsel di Sekolah

Mengikuti langkah Australia, Prancis bergerak tegas membatasi akses anak terhadap teknologi digital. Majelis Nasional Prancis resmi menyetujui rancangan undang-undang yang melarang anak di bawah usia 15 tahun mengakses media sosial, sekaligus memberlakukan larangan total penggunaan ponsel di sekolah menengah atas.  RUU tersebut kini menunggu pembahasan di Senat sebelum ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Emmanuel Macron. Rancangan ini disahkan lewat pemungutan suara 130 banding 21, sebuah konsensus langka di tengah parlemen Prancis yang biasanya terpolarisasi. Mayoritas anggota parlemen lintas partai sepakat bahwa pembatasan ini diperlukan untuk melindungi anak dari perundungan siber, kecanduan digital, serta paparan konten yang tidak sesuai usia. Presiden Macron, yang secara aktif mendorong regulasi ini, menyebut keputusan tersebut sebagai “langkah besar” demi kesehatan mental dan keselamatan anak-anak Prancis. Dalam pernyataannya di televisi nasional, Macron menega...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Intel Core Ultra 7 356H Performanya Menarik. Tapi?

Bocoran awal performa Intel Core Ultra 7 356H mulai beredar menjelang peluncuran resmi lini Panther Lake untuk laptop. Prosesor mobile ini disebut akan membawa konfigurasi 16-core (4 P-core dan 12 E-core), dan diposisikan sebagai salah satu tulang punggung Intel untuk menghadapi tekanan AMD di segmen laptop performa tinggi 2026. Hasil benchmark yang beredar berasal dari akun X @realVictor_M dan masih belum terverifikasi secara independen. Meski demikian, angka-angkanya memberi gambaran awal yang cukup menarik. Tapi, tidak semuanya positif.  Dalam Cinebench R23, Core Ultra 7 356H mencetak 2.013 poin single-core dan 20.721 poin multi-core. Secara multi-core, ini memang lebih tinggi dibanding pendahulunya, Core Ultra 7 255H, yang rata-rata berada di kisaran 18.600 poin. Peningkatan ini tampaknya berasal dari fokus Intel pada E-core yang lebih banyak. Namun di sisi single-core, performanya nyaris stagnan. Skor 2.013 poin justru sedikit di bawah rata-rata Core Ultra 7 255H yang berada d...