Langsung ke konten utama

ROG Ally, Handheld Gaming Berbasis AMD Ryzen dan Windows 11

ASUS Republic of Gamers (ROG) resmi memperkenalkan ROG Ally, perangkat gaming handheld paling powerful di dunia yang ditenagai Windows 11 serta prosesor AMD Ryzen™ Z1 Series terbaru. ROG Ally dirancang sebagai gaming handheld yang dapat memainkan game dari berbagai platform, bahkan game AAA, dengan sangat baik.

Perangkat gaming terbaru ini juga dilengkapi dengan sistem kontrol intuitif, software khusus, serta layar sentuh yang memiliki tingkat kecerahan, resolusi, serta refresh rate tinggi. ROG Ally juga dirancang sangat nyaman saat digunakan berkat bobot yang sangat ringan yaitu hanya 608g serta desain bodi yang ergonomis.

“ROG Ally adalah sebuah perangkat ‘game changer’. Tidak hanya nyaman digunakan, ROG Ally juga sangat powerful sehingga memungkinkan para gamers untuk dapat memainkan game AAA favorit mereka kapanpun dan di manapun,” ujar Jimmy Lin, ASUS Regional Director, Southeast Asia. “Play ALL Your games! Anytime, anywhere with ROG ALLY!” 



Mainkan Semua Games di Windows 11
ROG Ally ditenagai oleh sistem operasi Windows 11. Artinya, perangkat gaming ini bisa digunakan untuk memainkan semua game dari berbagai platform ternama seperti Xbox, Steam, Epic Games, EA Play, GoG Galaxy, serta Ubisoft Connect.

Semua game yang ada di platform gaming tersebut juga dipastikan dapat dimainkan di ROG Ally tanpa terkecuali. Kemampuan tersebut membuat ROG Ally tampil sebagai perangkat gaming handheld paling fleksibel tidak hanya dalam hal portabilitas, tetapi juga pilihan game-nya.

ROG Ally juga akan dibekali dengan Armoury Crate Special Edition (SE). Versi khusus Armoury Crate tersebut tidak hanya sekadar tampil sebagai pusat kontrol dari semua sistem di ROG Ally. Melalui Armoury Crate SE, gamers dapat langsung mengakses semua game sekaligus mengatur profile untuk setiap game kesayangannya.  

Desain Ergonomis, Ringkas, dan Ringan
Salah satu poin paling penting di perangkat gaming handheld adalah bobot serta tingkat ergonomis pada desain bodinya. Para engineer di ROG telah menghabiskan waktu yang panjang untuk mendesain ROG Ally sebagai perangkat yang mudah dan nyaman digunakan. Hadir dengan bobot hanya 608 gram, ROG Ally tidak akan membebani para gamers baik saat digunakan ataupun saat dibawa bepergian.

ROG Ally juga memiliki desain yang ergonomis dengan bagian pegangan yang dilengkapi tekstur khusus agar tidak mudah terlepas dari tangan saat digunakan. Sementara desain segitiga yang ada dibagian belakang pegangan tangannya berperan sebagai dudukan yang akan membuat ROG Ally nyaman dari berbagai sudut penggunaan. 

Baca juga:


Gaming Handheld Paling Powerful di Dunia
ROG Ally merupakan gaming handheld paling powerful di dunia berkat ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen™ Z1 Series terbaru. Prosesor yang dirancang khusus untuk perangkat gaming handheld tersebut telah dipersenjatai dengan GPU terintegrasi yang menggunakan arsitektur RDNA™ 3. ROG Ally juga dibekali dengan sistem pendingin inovatif bernama ROG Zero Gravity Thermal System.

Sistem pendingin yang memanfaatkan dua kipas khusus tersebut didesain agar performa pendinginan tetap optimal meski ROG Ally digunakan di berbagai posisi serta orientasi penggunaan.

Menemani hardware yang powerful, ROG Ally hadir dengan layar kelas gaming yang berkualitas. Selain teknologi layar sentuh, ROG Ally juga tampil dengan layar 120Hz, beresolusi Full HD (1080p), dan didukung fitur FreeSync™ Premium. Layar gaming handheld ini juga memiliki tingkat kecerahan hingga 500 nits, sehingga gamer tetap dapat menikmati sajian visual terbaik di berbagai kondisi pencahayaan.  

Masih kurang kencang? ROG Ally juga dapat dikoneksikan dengan GPU eksternal kami, ROG XG Mobile. Saat dihubungkan ke ROG XG Mobile, ROG Ally dapat menghadirkan performa gaming sekelas PC ataupun laptop gaming. Baik gaming casual maupun AAA, ROG Ally merupakan gaming handheld terbaik untuk para gamers.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Cara Atasi Layar Windows Mendadak Bermasalah

Pengguna Windows tidak selalu perlu me-restart komputer ketika layar mendadak membeku, berkedip, menampilkan gangguan visual, atau berubah menjadi hitam. Dalam kondisi tertentu, masalah tersebut dapat diatasi dengan memulai ulang driver grafis melalui pintasan keyboard tanpa harus menutup aplikasi yang sedang berjalan. Caranya cukup sederhana, yakni menekan kombinasi tombol Windows + Ctrl + Shift + B secara bersamaan. Pintasan ini memungkinkan Windows memulihkan subsistem grafis ketika terjadi gangguan pada driver, tanpa mengharuskan pengguna melakukan restart penuh terhadap komputer. Saat kombinasi tombol tersebut ditekan, Windows akan mencoba mengatur ulang jalur pemrosesan grafis. Proses ini berkaitan dengan sistem grafis Windows, termasuk Desktop Window Manager (DWM), yang bertanggung jawab mengelola komposisi tampilan desktop dan jendela aplikasi. Pengguna biasanya akan mendengar bunyi bip atau melihat layar berkedip sesaat sebagai tanda bahwa proses pemulihan sedang berlangsung. ...

Q3 2026, Penjualan PC Global Anjlok 21%

Pasar PC global mengalami tekanan tajam pada kuartal III 2026 karena kenaikan harga memori dan komponen lainnya membuat konsumen menunda pembelian perangkat baru. Counterpoint Research mencatat pengiriman PC global mencapai 57 juta unit, turun 21% dibandingkan 72,2 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, pengiriman juga menyusut 13,8%. Tekanan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun. Counterpoint memproyeksikan pengiriman PC pada kuartal IV 2026 turun 27% secara tahunan. Kenaikan biaya komponen mendorong harga sistem lebih tinggi, sehingga konsumen semakin sulit membenarkan penggantian perangkat lama. Permintaan dari perusahaan melalui pembaruan armada PC dan migrasi Windows masih memberikan dukungan, tetapi belum cukup untuk mengimbangi lemahnya pasar konsumen. Perbandingan tahunan juga dipengaruhi tingginya pengiriman pada kuartal III 2025. Saat itu, pembelian PC menjelang berakhirnya dukungan Windows 10 serta penyesuaian persediaan terkait tarif perdag...

Bug Audio Crash di Game dan Aplikasi Windows 11 Diperbaiki Microsoft

Microsoft akhirnya memperbaiki bug audio di Windows 11 yang menyebabkan sejumlah game dan aplikasi mengalami crash secara tiba-tiba, bahkan gagal dibuka. Masalah yang muncul setelah pembaruan opsional September 2026 ini berkaitan dengan fungsi dekode audio Dolby Digital AC-3 bawaan Windows. Perbaikannya telah dirilis melalui pembaruan kumulatif Oktober 2026, KB5127648. Seperti dilaporkan PCWorld, bug tersebut pertama kali muncul setelah Microsoft merilis pembaruan KB5124010 pada 22 September 2026. Masalahnya berdampak pada aplikasi yang mengandalkan dekoder AC-3 bawaan sistem operasi. Aplikasi dapat berhenti mendadak ketika memutar audio, mengatur volume, atau menggunakan fitur tertentu yang berkaitan dengan suara. Dampaknya tidak terbatas pada game. Pemutar media dan sejumlah aplikasi produktivitas juga berpotensi mengalami gangguan serupa. Microsoft menjelaskan bahwa perangkat lunak lawas menjadi kelompok yang paling rentan karena masih mengandalkan implementasi dekoder AC-3 milik Wi...

Harga SSD Naik, Western Digital Menang Banyak!

Western Digital (WD) mencatat kinerja keuangan yang kuat pada kuartal pertama tahun fiskal 2027, didorong permintaan penyimpanan data yang tinggi dan kenaikan harga produk. Di tengah tekanan biaya komponen yang membebani produsen PC, perusahaan penyimpanan tersebut justru menikmati pertumbuhan pendapatan dan margin keuntungan yang signifikan. Untuk kuartal yang berakhir pada 2 Oktober 2026, Western Digital membukukan pendapatan sebesar US$4,38 miliar, naik 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat 17% dari kuartal sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa juga naik 54% secara tahunan menjadi US$1,78 miliar. Sementara itu, laba per saham terdilusi berdasarkan standar GAAP meningkat 51% menjadi US$4,63. Kinerja berdasarkan penyesuaian non-GAAP menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Laba per saham yang disesuaikan melonjak 161% menjadi US$4,64, sedangkan pendapatan operasional yang disesuaikan naik 152% menjadi US$2,15 miliar....