Langsung ke konten utama

Daftar Laptop Nvdia GeForce RTX Asus di CES

Asus kembali menghadirkan gebrakan. Baru saja tahun 2019 dimulai, produsen asal Taiwan tersebut langsung tancap gas khususnya di industri gaming. Tak main-main, mereka menghadirkan tiga model terbaru laptop gamingnya yang diperkuat oleh grafis monster, Nvidia GeForce RTX series.

Ketiga varian laptop ROG RTX ini digadang-gadang akan menjadi standar baru dunia portable PC gaming yang akan memberikan pengalaman terbaik di semua jenis game terkini.


Sebagai gambaran, setelah menggebrak pasar desktop gaming melalui performa dan kualitas visualnya yang fenomenal, Nvidia GeForce RTX kini hadir untuk sistem notebook. GPU dengan arsitektur Turing terbaru tersebut kini sudah bisa digunakan secara mobile dan ASUS ROG merupakan yang pertama di dunia dalam mengadopsi teknologi baru tersebut.

Tidak hanya sekadar menghadirkan performa yang kencang, laptop gaming ROG RTX ini juga tampil dengan beragam fitur eksklusif yang menandakan komitmen kuat mereka pada industri gaming. Notebook gaming ROG RTX kali ini sudah dilengkapi layar dengan bezel super tipis untuk pengalaman gaming tanpa batas. Selain itu, Asus juga menghadirkan teknologi pendingin serta komponen terbaik untuk memastikan sesi bermain game tanpa hambatan.


Berikut ini jajaran laptop gaming ROG baru dengan GPU Nvidia GeForce RTX ke Indonesia. Ketiganya adalah ROG G703 yang sangat bertenaga, ROG Zephyrus yang ramping, serta ROG Strix yang dirancang untuk pemain eSports profesional.

ROG G703, laptop gaming dengan performa desktop
Jika ada sebuah laptop gaming yang sangat bertenaga, ROG G703 adalah jawabannya. Versi terbaru yang sudah ditenagai oleh GPU Nvidia GeForce RTX ini juga hadir dengan prosesor ultra-kencang yaitu Intel Core i9 versi factory overclocked. Masih tampil dengan berbagai keunggulan dari generasi sebelumnya, ROG G703 memiliki sistem pendingin sempurna sehingga memastikan performa stabil di segala kondisi.

ROG G703 menggunakan layar dengan panel IPS-level yang memiliki refresh rate hingga 144Hz, 3ms grey-to-grey (GTG) response time, serta dukungan teknologi Nvidia G-sync untuk pengalaman bermain super lancar tanpa stuttering dan tearing bahkan di pengaturan grafis tertinggi. ROG G703 juga hadir dengan teknologi penyimpanan HyperDrive Extreme yang mengkombinasikan tiga NVMe PCIe SSD pada konfigurasi RAID 0  sehingga bisa menghadirkan kecepatan baca hingga 8700MB/s, tercepat di antara semua laptop gaming yang ada hingga saat ini.

Baca juga:

ROG Zephyrus, performa monster dalam bodi super tipis
Menghadirkan hardware kelas high-end ke dalam bodi laptop yang super ringkas sangatlah sulit, terutama jika laptop tersebut merupakan laptop gaming paling tipis di dunia. Namun berkat inovasi para engineer Asus, ROG Zephyrus berhasil tampil dengan bodi super ringkas dan mengusung hardware premium di dalamnya. ROG Zephyrus terbaru memiliki ketebalan hanya 15mm dan mengusung layar hingga 17 inci dengan bezel super tipis. Berkat bodinya yang sangat ringkas, ROG Zephyrus mudah dibawa bepergian, bahkan disimpan di dalam tas laptop standar.

Meski bodinya sangat ringkas, ROG Zephyrus memiliki spesifikasi yang bahkan bisa disetarakan dengan PC desktop. Selain menggunakan GPU Nvidia GeForce RTX, ROG Zephyrus juga ditenagai oleh prosesor kencang, yaitu hingga Intel Core i7 generasi ke-8 dan dilengkapi dengan layar 144Hz untuk tampilan grafis yang sangat mulus. Selain ROG Zephyrus, ASUS juga menghadirkan varian yang lebih ringkas yaitu Zephyrus S namun tetap mengusung spesifikasi serta fitur premium seperti saudaranya.


ROG Strix, gaming di laptop gaming terbaik
ROG Strix merupakan laptop gaming kelas middle ground yang diposisikan antara laptop gaming kelas desktop serta laptop gaming ultra tipis, atau dengan kata lain laptop ini berada di antara ROG G703 dan ROG Zephyrus. ROG Strix mengkombinasikan performa, portabilitas, dan desain yang akan membuat penggunanya tampil berbeda. Selain itu, laptop ini sudah menggunakan layar dengan bezel ultra tipis membuat gamer dapat merasakan sensasi bermain game tanpa batas.

Ada dua varian ROG Strix terbaru kali ini, yaitu ROG Strix Scar II dan Hero II. ROG Strix Scar II ditujukan untuk gamer penggemar game First Person Shooter (FPS). Laptop tersebut hadir dengan desain khusus bernuansa militer dan tombol WASD khusus menandakan bahwa laptop ini dirancang untuk menaklukan medan perang. Notebook ini hadir dalam varian layar 15 inci dan 17 inci.

Sementara ROG Strix Hero II terbaru hadir dengan layar 15 inci dan dirancang khusus untuk gamer penggemar game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). Berbeda dengan saudaranya, ROG Strix Hero II memiliki desain khas MOBA dengan tampilan tombol QWER khusus untuk memudahkan gamer dalam mendominasi arena permainan.

Postingan Populer

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

GPU Intel Arc Tidak Didukung oleh Game Baru Ini

Peluncuran Crimson Desert justru menyisakan masalah serius bagi sebagian gamer PC. Developer Pearl Abyss secara resmi mengonfirmasi bahwa game ini tidak mendukung GPU Intel Arc, bahkan tidak bisa dijalankan sama sekali di platform tersebut. Masalahnya bukan sekadar performa atau optimasi yang buruk. Sejumlah pengguna melaporkan game gagal launch dengan pesan error “graphics device is currently not supported.” Artinya, ini adalah isu kompatibilitas total, bukan sekadar bug minor yang bisa ditambal lewat patch awal. Dalam FAQ resminya, Pearl Abyss menyatakan bahwa Crimson Desert “saat ini tidak mendukung Intel Arc” dan yang lebih mengkhawatirkan, tidak ada komitmen untuk memperbaikinya. Tidak ada roadmap, tidak ada janji update. Praktis menutup harapan pengguna Intel Arc dalam waktu dekat. Dampaknya cukup luas. Tidak hanya pengguna GPU diskrit, tetapi juga sistem dengan iGPU berbasis Arc, termasuk platform terbaru Intel ikut terdampak. Ini berpotensi mematikan kompatibilitas game dengan ...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

2027, Aktivitas Bot Lampaui Manusia

Lalu lintas internet sedang menuju titik balik besar. Cloudflare memprediksi bahwa pada 2027, trafik bot berbasis AI akan melampaui aktivitas manusia di internet. Prediksi ini jauh lebih cepat dari yang banyak pihak perkirakan. Matthew Prince, CEO Cloudflare menilai, lonjakan ini didorong oleh perilaku agen AI yang jauh lebih “rakus” dibanding pengguna manusia. Jika seseorang hanya membuka beberapa situs untuk mencari produk, agen AI bisa mengunjungi ribuan halaman dalam waktu singkat untuk membandingkan data. Skala inilah yang mengubah pola trafik secara fundamental. Sebagai gambaran, sebelum era generative AI, bot sudah menyumbang sekitar 20 persen trafik internet, didominasi crawler seperti milik Google. Kini, dengan hadirnya agen AI yang terus aktif mengumpulkan dan memproses data, angka tersebut diperkirakan akan melonjak drastis hingga melampaui trafik manusia dalam dua tahun ke depan Dampaknya tidak sepele. Infrastruktur internet yang selama ini dirancang untuk aktivitas manusia...