Langsung ke konten utama

Asus Luncurkan ROG GL504 dengan Segudang Keunggulan

Asus resmi menghadirkan laptop gaming terbaru yang bernama ROG Strix GL504 dalam event yang bertajuk “Embrace The Edge of Power” sebagai lanjutan dari seri ROG Strix GL503. Laptop ini menawarkan pengalaman baru dalam bermain game yaitu layar 144Hz 3ms dengan bezel super tipis.
Asus ROG gaming tersebut dapat dikatakan sebagai “World’s first 15 inch 144Hz 3ms super narrow bezel display”.

Luasnya perkembagan di dunia e-sport membuat gamers membuat perangkat yang kompatibel yang didukung dengan spesifikasi yang handal. Asus ROG gaming GL504 menawarkan berbagai keunggulan yang lebih menarik seperti ukuran lebar 2,33 cm lebih ringkas dan berat keseluruhan hanya 2,4kg untuk bermain game saat berpergian sehingga memudahkan untuk dibawa ke mana saja, baik berlatih atau mengikuti turnamen skala nasional ataupun internasional.


Asus ROG GL504 terdiri dari 2 seri yakni HERO II dan SCAR II. Keduanya menghadirkan keunggulan dalam sisi penampilan yaitu desain yang futuristik dan elegan. Untuk ROG Strix GL504 HERO II ASUS lebih ditujukan untuk game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena), dan ROG Strix GL504 SCAR II ditujukan untuk gamers FPS (First Person Shooter). Secara keseluruhan, keduanya telah menjadi penyempurna dari notebook berperforma tinggi.


ROG Strix GL504 HERO II
Penggemar game MOBA akan dimanjakan dengan kehadiran ROG Strix GL504 HERO II karena fitur pada laptop ini mendukung teknologi yang difokuskan untuk gaming dan umumnya pada panel display premium level. Hadir dengan kartu grafis Nvidia GTX 1060 GDDR5, memungkinkan notebook menyajikan performa grafis 3D yang mulus dan tajam di layar 144Hz 3ms bezelnya tipis.


Untuk keyboard sendiri, Strix HERO II berteknogi HyperStrike Pro untuk memungkinkan aktuasi tombol yang akurat dan lebih cepat. Keyboard tombol “QWER” didesain khusus dengan warna transparan dan teknologi rollover N-key. Asus menjamin keyboard notebook ini tahan lama dengan usia pakai hingga 20 juta kali tekan.

ROG Strix GL504 SCAR II
Keunggulan dari Asus ROG Strix GL504 SCAR II untuk gamers pecinta FPS adalah karena ia dibekali grafis Nvidia GTX 1070 8GB GDDR5 yang menyajikan performa grafis 3D yang mulus dan tajam di layar 144Hz 3ms berbezel tipis. Selain itu, teknologi ROG Overstroke eksklusif memungkinkan aktuasi lebih cepat keyboard hadir dengan tobol “ASDW” didesain khusus dengan warna transparan.


Notebook ini juga dibekali layar bezel tipis dengan refresh rate 144Hz 3ms dan 100% sRGB warna gamut. Desain bezel tipis tersebut tentunya menghasilkan frame layar yang minimal dan tak lagi mengganggu, sehingga dimensi chassis dapat dikurangi seminimal mungkin. Inovasi ini tentunya menjadi faktor penyempurna dari notebook yang menawarkan performa sangat mumpuni tersebut.

Baca juga:


Kedua notebook memiliki bingkai karet yang unik mengelilingi layar untuk mencegah dari kerusakan yang tak diinginkan. Layar refresh rate 144Hz dan 100% sRGB color gamut digabungkan untuk memberikan supersmooth, visual yang hidup. Selain itu, panel IPS level memiliki kecerahan 300cd/m2 yang secara visual 20% lebih terang dibanding notebook pada umumnya.

Asus juga memberikan performa yang sangat baik untuk ROG Strix GL504 yaitu dengan menanam prosesor Intel Core i7-8750H 6 core 12 thread berkecepatan 2,2GHz yang bisa dimaksimalkan hingga 4,1GHz.

Untuk memori sendiri ASUS memberikan pilihan memori DDR4 hingga 16GB dengan kecepatan 2666MHz yang di-upgrade hingga 32GB. Dukungan ini akan memuluskan kerja sistem untuk mengolah performa komputasi dengan lancar, terutama dalam aspek multitasking. Media penyimpananya sendiri menggunakan jenis SSD M.2 Gen3.0 x4 hingga 256GB yang mendukung NVMe. Penyimpanan model ini meningkatkan responsibilitas notebook dalam menjalankan aplikasi.

Sistem pendingin HyperCool Pro pada kedua notebook menyediakan kinerja pendinginan untuk membantu ROG Strix GL504 mendapatkan hasil yang maksimal  dari CPU dan GPU berkinerja tinggi. Selain itu Anti-Dust Coolong (ADC) yang dipatenkan menggunakan gaya sentrifugal mengusir debu dan kotoran  untuk performa gaming yang lebih baik.


ROG Strix GL504 juga merupakan laptop gaming pertama dengan fitur Wi-Fi multi-antena berteknologi ROG RangeBoost untuk game online yang lebih stabil dan konstan.

Untuk harga, Asus membandrolnya mulai dari Rp23,299,000 hingga Rp27,299,000 untuk ROG Strix GL504 HERO II. Adapun untuk ROG Strix GL504 SCAR II pada kisaran harga Rp30,299,000 hingga Rp40,299,000.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Laptop Googlebook Resmi Meluncur, Harga Mulai dari Rp16 Jutaan

Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop. Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini. Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainka...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Diborong Industri AI, Gamers Tidak Kebagian RTX 5090

Mimpi buruk para gamers dan perakit PC kembali berulang. Foto-foto yang beredar dari HKEPC memperlihatkan pallet berisi puluhan boks GeForce RTX 5090 versi ritel dibongkar langsung di fasilitas perakitan server AI, bukan di toko perakit PC gaming rumahan.  Kartu-kartu ini dicabut dari kemasan konsumen dan ditanam ke rak multi-GPU untuk beban kerja AI. Yang mencolok, perusahaan ini tidak memilih GPU profesional seperti RTX PRO 6000 atau akselerator datacenter yang memang dirancang untuk kebutuhan tersebut, meski harganya jauh lebih mahal. Mereka justru memborong unit ritel yang seharusnya jatah gamer, sebuah pilihan yang secara langsung memangkas pasokan global dan mendorong harga jauh di atas MSRP resmi 1.999 dolar AS.  Di berbagai marketplace, RTX 5090 kini dibanderol hingga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp88 juta, lebih dari dua kali lipat harga rilis. Polanya mengingatkan pada era cryptomining beberapa tahun lalu, saat penambang menghabiskan stok GPU ritel hingga gamer kesuli...