Langsung ke konten utama

ROG Community Gathering Mulai Digelar

ASUS ROG menggelar acara ROG Community Gathering pertama di tahun 2022. Setelah kurang lebih dua tahun para penggemar ROG menunggu-nunggu saat untuk bertemu dan bermain bersama, akhirnya pada hari Jumat, 12 Agustus 2022, sekitar lima puluh anggota ROG Community dari berbagai daerah berkumpul bersama di ROG Store PIK (Pantai Indah Kapuk).

Acara ROG Community Gathering merupakan ajang bertemunya para gamers sekaligus pengguna dan penggemar produk ROG yang diselenggarakan di kawasan utara Jakarta, tepatnya Ruko Beach Boulevard Blok.D No.1 Golf Island, Kawasan Pantai Maju, Jl. Pantai Indah Kapuk, Jakarta 14460.

Selain untuk mempererat kekerabatan antar anggota komunitas yang selama ini hanya bertemu via online, acara yang dimeriahkan oleh Punipun ini juga menghadirkan talkshow interaktif dan kompetisi game berhadiah jutaan rupiah. 



Di acara ROG Community Gathering Jakarta, gamers dan anggota ROG Community juga berkesempatan  menjajal langsung berbagai laptop gaming terbaru dari ASUS seperti TUF Dash F15 (FX517) dan laptop gaming ROG yang paling powerful yaitu ROG Strix SCAR 17 Special Edition (G733C). Gamers dan anggota ROG Community bahkan mendapatkan penjelasan detail mengenai laptop ROG terkini dari #TeamROG.

Hal yang tidak kalah seru adalah dibagikannya merchandise eksklusif ROG, khusus untuk para anggota komunitas sebagai bukti eksistensi dan identitas ROG Community Members. Mulai dari ROG T-Shirt, Snapback bahkan beberapa Jaket eksklusif #TeamROG yang akan diberikan kepada para pemenang Game Competition yang dilakukan bersama Punipun.

Segera Hadir ROG Masters APAC Esports Tournament
Dalam waktu dekat ROG juga akan menggelar turnamen esports ROG Masters APAC dengan game Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege. 

Turnamen dengan berskala Asia Pasifik tersebut akan mempertemukan tim serta pemain Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege ternama dari seluruh wilayah Asia Pasifik dan memperebutkan total hadiah US$40.000. Turnamen esports ROG Masters akan digelar di empat wilayah mulai dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Jepang, dan Korea Selatan.

Baca juga:


Tim yang akan bertanding di turnamen esports ROG Masters akan berlaga terlebih dulu di wilayah masing-masing. Pemenang dari setiap wilayah kemudian akan dipertemukan di gelaran grand final ROG Masters APAC yang akan digelar di kota Bangkok, Thailand.

Tentang ROG Community
ROG Community sendiri merupakan salah satu komunitas gaming terbesar di Indonesia dengan lebih dari 30.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. ROG Community hadir sebagai penjembatan antara gamers sekaligus pengguna dan penggemar produk ROG dengan #TeamROG. Dengan misi menghadirkan komunitas gaming yang sehat, ASUS ROG Indonesia juga akan menggelar berbagai kegiatan ROG Community lainnya di seluruh Indonesia.

ROG Community Bandung, you are next!

Mau ikut acara-acara ROG berikutnya? Segera bergabung dengan ROG Community Indonesia di https://rogcommunity.id, bermain bersama di Discord channel dan bertukar informasi di Facebook Group  karena semua informasi akan kami bagikan di kanal-kanal tersebut.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

AMD Rilis Ryzen AI Max 400 Series

AMD kembali memperluas lini prosesor AI mobile melalui peluncuran Ryzen AI Max 400 Series, sebuah penyegaran dari platform Strix Halo yang kini diarahkan lebih agresif ke workstation AI portabel dan pengembangan large language model (LLM) secara lokal.  Berbeda dari generasi laptop konvensional yang masih mengandalkan cloud untuk inferensi AI, platform terbaru ini justru mencoba membawa beban kerja AI skala besar langsung ke perangkat mobile. Ryzen AI Max 400 Series tetap mengusung konfigurasi hingga 16-core/32-thread berbasis arsitektur Zen 5, dipadukan dengan GPU terintegrasi RDNA 3.5 hingga 40 Compute Unit. Namun perubahan paling signifikan ada pada dukungan memori LPDDR5X yang kini meningkat drastis dari maksimum 128GB menjadi 192GB.  AMD bahkan memungkinkan alokasi unified memory hingga 160GB langsung ke iGPU, sebuah pendekatan yang sangat tidak biasa di segmen laptop. Secara teknis, strategi unified memory tersebut membuat platform ini mampu menjalankan model AI berukura...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Microsoft Kembangkan Perangkat Berbasis Android, Windows Ditinggalkan?

Microsoft diam-diam sedang menyiapkan babak baru dalam strategi perangkat keras berbasis AI. Menariknya, proyek yang dikenal sebagai Project Solara ini justru tidak dibangun di atas Windows, melainkan Android.  Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan menarik. Apakah Microsoft melihat Windows dianggap kurang ideal untuk generasi perangkat AI berikutnya? Project Solara dirancang sebagai platform yang berfokus pada agen AI, bukan aplikasi konvensional. Microsoft bahkan telah memiliki dua purwarupa perangkat yang berfungsi penuh. Perangkat pertama berupa hub desktop yang dapat menerima perintah suara, mengenali pengguna melalui pemindaian wajah, hingga menampilkan informasi penting harian. Ketika dihubungkan ke monitor, perangkat tersebut dapat mengakses lingkungan Windows berbasis cloud. Perangkat kedua tampil lebih unik. Berbentuk lencana atau badge pintar, perangkat ini mengintegrasikan sensor sidik jari, kamera, serta kemampuan merekam dan mentranskripsi percakapan. Dalam demonst...

Asus Tawarkan AI Hybrid untuk Tekan Biaya AI Enterprise hingga 70 Persen

Asus memperluas strategi AI enterprise dengan menghadirkan arsitektur AI hybrid ke seluruh lini perangkat komersialnya, mulai dari laptop ExpertBook, desktop ExpertCenter, hingga mini PC NUC. Langkah tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya biaya operasional AI generatif dan bisa menjadi solusi untuk menekan biaya AI perusahaan. Sebagai konteks, anggaran operasional AI generatif semakin membebani perusahaan seiring adopsi large language model (LLM) dan agen AI yang terus berkembang. Bahkan jauh melebihi budget saat perusahaan memanfaatkan otak manusia untuk mengerjakan tugas-tugas yang saat ini dikerjakan AI. Seperti diketahui, selama ini, banyak implementasi AI mengandalkan cloud sebagai pusat pemrosesan. Model tersebut memang fleksibel, tetapi biaya inferensi berbasis token dapat meningkat drastis ketika penggunaan AI dilakukan dalam skala besar.  Bagi perusahaan, kondisi ini mulai menjadi salah satu hambatan utama dalam memperluas penerapan AI. Melalui pendekatan AI hybrid...