Langsung ke konten utama

Asus ROG Store Kembali Dibuka di PIK, Jakarta Utara

Asus kembali membuka gerai offline mereka di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta, tepatnya di Ruko Beach Boulevard Blok.D No.1 Golf Island, Kawasan Pantai Maju - PIK.

Tidak hanya tampil sebagai ROG Store ke-3 di Jakarta dan ROG Store ke-7 di Indonesia, saat ini ROG Store PIK merupakan gerai ROG Store yang terbesar di Indonesia.


Sama seperti pada ROG Store lainnya, di sini para gamers dapat membeli, menjajal, serta mendapatkan informasi produk terbaru ROG. Menariknya, tidak hanya menawarkan jajaran produk laptop gaming yang sangat lengkap, ROG Store PIK juga menghadirkan beragam laptop consumer dari Asus di lantai dua.

“Sejak awal ROG Store dibangun agar gamers dapat melihat dan merasakan langsung pengalaman menggunakan laptop gaming ROG,” sebut Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia. “ROG Store juga berperan penting dalam menyampaikan informasi terkait teknologi terkini yang diusung oleh laptop gaming ROG,” sebutnya.


Hadirnya ROG Store PIK sebagai ROG Store terbesar di Indonesia, sebut Jimmy, merupakan momen bersejarah sekaligus bukti komitmen Asus  dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya gamers di Indonesia.

ROG Store Terbesar dan Terlengkap
Sebagai yang terbesar di Indonesia, ROG Store PIK menghadirkan jajaran laptop gaming ROG yang sangat lengkap.

Mulai dari laptop gaming khusus untuk para pecinta eSports seperti seri ROG Strix G dan Strix SCAR, hingga laptop gaming dengan desain ringkas dan stylish seperti seri ROG Zephyrus G14, Zephyrus G15, dan Zephyrus M16.

Baca juga:


Jika Anda adalah gamer sekaligus content creator atau live streamer, ROG Zephyrus Duo 15 SE yang hadir dengan dua layar atau ROG Zephyrus S17 yang sangat powerful juga tersedia di ROG Store PIK.


Sementara bagi gamer “hybrid” yang mencari laptop gaming fleksibel, ringkas, ringan, inovatif sekaligus powerful, ROG Flow X13 yang dapat dipasangkan dengan solusi GPU eksternal terbaik saat ini yaitu ROG XG Mobile, juga tersedia di ROG Store PIK.

Beli Laptop Gratis Laptop
Meramaikan grand opening, ROG Store PIK turut menghadirkan promo istimewa untuk pelanggannya mulai dari 24 November sampai 31 Januari 2021.


Pelanggan yang membeli laptop ASUS di ROG Store PIK akan mendapatkan berbagai merchandise ekslusif. Selain itu, setiap pelanggan yang melakukan transaksi pembelian (terkecuali aksesoris) di ROG Store PIK berhak mendapatkan kesempatan untuk memenangkan grand prize yang akan diundi pada bulan Februari 2022 mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, pelanggan berkesempatan mendapatkan grand prize berupa empat laptop ASUS untuk tiga pemenang. Laptop yang menjadi grand prize kali ini adalah dua unit ASUS VivoBook E410, satu unit ASUS VivoBook S433, dan satu unit ROG Zephyrus G14.

Postingan Populer

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Harga CPU Intel Terancam Naik 10%, Dampak AI Inference Mulai Tekan Pasar PC

Kenaikan harga CPU tampaknya tinggal menunggu waktu. Intel dilaporkan bersiap menaikkan harga prosesor konsumen hingga sekitar 10 persen, didorong oleh lonjakan permintaan dari sektor AI, khususnya inference, yang mulai “menyedot” kapasitas produksi. Perubahan lanskap ini cukup signifikan. Jika sebelumnya GPU menjadi pusat perhatian dalam boom AI, kini workload inference justru lebih banyak bergantung pada CPU. Akibatnya, produsen x86 seperti Intel mulai kewalahan memenuhi permintaan, terutama dari hyperscaler dan data center yang siap membeli dalam volume besar. Dampaknya? Konsumen PC berpotensi jadi korban berikutnya. Intel sendiri sudah memberi sinyal bahwa untuk menjaga pasokan ke segmen enterprise, sebagian kapasitas harus “diambil” dari lini produk konsumen. Ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan realokasi prioritas industri. Masalahnya, timing-nya buruk. Pasar PC saat ini sudah tertekan oleh kenaikan harga komponen lain seperti DRAM dan GPU. Jika CPU ikut naik, maka teka...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...

MediaTek Genio Series Dorong Edge AI ke Robotika dan IoT Industri

MediaTek kembali menegaskan ambisinya di ranah edge AI dengan meluncurkan lini terbaru Genio di ajang Embedded World 2026. Alih-alih sekadar ikut tren, langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini didorong keluar dari cloud, langsung ke perangkat yang benar-benar bekerja di lapangan. Seri baru ini mencakup Genio Pro, Genio 420, serta Genio 360, dengan Genio Pro diposisikan sebagai “otak” untuk perangkat kelas berat seperti robot otonom, drone komersial, hingga sistem machine vision. Dibangun di atas proses 3nm TSMC, chipset ini mengusung konfigurasi CPU all-big-core berbasis Arm v9.2 dan NPU generasi terbaru dengan klaim performa hingga 50 TOPS.  Secara teknis, ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah upaya serius membawa kemampuan generative AI langsung ke edge. Namun di balik angka-angka impresif tersebut, ada pertanyaan yang layak diajukan. Apakah pasar benar-benar siap? MediaTek menjanjikan kemampuan menjalankan model hingga 7 miliar parameter dengan kecepatan hingga 23 token per det...