Langsung ke konten utama

ASUS ROG Store Offline cabang Terbaru Diresmikan

Berbahagialah para pecinta gaming karena Asus telah resmi membuka ROG store keduanya di Jakarta, tepatnya di salah satu pusat perbelanjaan elektronik atau gadget terbesar yakni Mall Ambasador.

Bagi para gamers yang tidak puas hanya melihat produk dari website, Asus ROG Store Mall Ambasador ini menyediakan fasilitas lengkap khusus untuk para gamer.


Dan tidak hanya sebagai store yang hanya menyediakan untuk membeli produk ROG store. Para pengunjung juga boleh menjajal keseruan suasana bermain game menarik dan game terbaik di ROG Store Mall Ambasador.


Selain fasilitas yang lengkap dengan konsep desain yang kekinian yang mengedepankan user experience zone, staf yang berpengalaman juga akan membantu para pengunjung menemukan mesin game yang paling tepat untuknya. Dengan demikian, mereka tidak perlu khawatir untuk mendapatkan informasi yang paling akurat dari setiap produk.


Lini produk dari gaming produk kelas mainstrem seperti TUF Gaming hingga notebook premium seperti ROG Strix dan Zephyrus Series tersedia di sana. Ini adalah salah satu inovasi produk terbaru yang ada di ROG Store Mall Ambasador. Ada pula ROG Strix III dan Zephyrus versi Glacier Blue yang merupakan notebook gaming premium dengan warna Glacier Blue yang sangat elegan.


Bagi para gamers yang ingin notebook tipis dan simple seperti ROG Zepyhrus, mereka juga bisa mendapatkannya di sini. Laptop ini merupakan salah satu notbook gaming tertipis di dunia yang ditenagai oleh chip grafis Nvidia GeForce RTX yang powerful.

Baca juga:

Dan tidak kalah menarik juga bagi para content creator yang ingin mencari notebook untuk menjadi penunjang  pekerjaannya. ROG Zephyrus M dan Zephyrus S merupakan notebook gaming yang juga dapat diandalkan bagi para professional kreatif serta content creator untuk berkarya karena dilengkapi dengan spesifikasi kelas professional dengan layer Pantone validated display.

Tak ketinggalan, Asus juga menggelar berbagai promo menarik bagi para pelanggan yang membeli notebook gaming Asus di ROG Store Mall Ambasador. Ada ratusan hadiah langsung yang bisa di dapatkan konsumen di saat melakukan pembelian produk. Mulai dari jaket ROG Under Armor, voucher belanja, ROG tumbler dan lain-lain.

Hanya dengan berbelanja senilai 10 juta rupiah (dan kelipatannya), semakin besar kesempatan untuk mendapatkan hadiah utama seperti ROG phone terbaru, headset Gaming serta hadiah bernilai hingga ratusan juta lainya.

ROG Store ini juga bekerja sama dengan Blibli Instore sehingga dapat menyediakan pelayanan pembayaran melalui Blibli Instore dengan fasilitas cicilan 0% hingga 24 bulan dari berbagai kartu kredit bank tanpa biaya tambahan atau purcharge.


Selain itu, Asus Exclusive Store juga menyediakan fasilitas cicilan dengan bunga 0% untuk pengguna kartu kredit AEON. Pelanggan juga dapat memanfaatkan fasilitas cicilan dengan bunga 0% memalui kartu Kredit Plus di ROG Store Mall Ambasador.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

AI Terbaik untuk Trading Saham? Tidak Ada!

Selama beberapa tahun terakhir AI digadang-gadang menjadi sebuah mesin baru yang mampu mengalahkan pasar saham. Namun pengujian selama 20 tahun justru menunjukkan kenyataan yang berlawanan.  Dari pengujian, sejumlah model AI dan large language model gagal menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan indeks pasar. Bot trading terlalu hati-hati ketika pasar naik tetapi berubah agresif saat pasar mengalami tekanan. Alih-alih menjadi investor jenius, AI justru sering salah membaca momentum. Penelitian yang dikutip Wall Street Journal menguji berbagai strategi AI melewati krisis keuangan 2008, pandemi COVID-19, serta berbagai siklus pasar lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa keunggulan AI yang sering dipromosikan mulai menghilang ketika pengujian dilakukan dalam periode yang panjang dan kondisi pasar yang beragam.  Banyak riset sebelumnya dinilai terlalu optimistis karena hanya menggunakan data yang terbatas. Masalah utama AI adalah pasar keuangan tidak pernah benar-benar stabi...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Laptop AMD Ryzen 5 220 Kalahkan Macbook Neo

AMD kembali menyerang Apple melalui kampanye pemasaran terbarunya dengan menyoroti keterbatasan kemampuan gaming pada MacBook Neo. Dalam materi promosi bertajuk Unleash Your Potential with Ryzen AI Processors, AMD mengklaim laptop terbaru Apple tersebut hanya mampu menjalankan lima dari 20 game PC populer secara native. Sebaliknya, sebuah laptop Windows berbasis Ryzen 5 220 disebut mampu menjalankan seluruh judul yang diuji.  AMD menggunakan perbandingan tersebut untuk menegaskan bahwa ekosistem Windows masih menjadi platform utama bagi gamer PC, sementara Apple masih menghadapi keterbatasan kompatibilitas game yang cukup besar. Daftar game yang ditampilkan mencakup sejumlah judul modern seperti Elden Ring Nightreign, Battlefield 6, Dune Awakening, Borderlands 4, hingga Kingdom Come Deliverance 2. Meskipun tidak semuanya merupakan game paling populer di pasar, daftar tersebut menunjukkan bahwa dukungan native game AAA pada macOS masih jauh tertinggal dibandingkan Windows. Di sisi l...

Krisis RAM, Apple Izin Trump untuk Beli dari China

Apple dikabarkan melobi pemerintahan Donald Trump agar mendapatkan izin membeli chip memori dari produsen China, CXMT. Langkah ini menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi Apple akibat lonjakan harga DRAM dan NAND yang dipicu ledakan permintaan AI di pusat data global. Menurut laporan Financial Times, Apple telah menghubungi Departemen Perdagangan AS dan sejumlah pejabat pemerintah untuk meminta pengecualian khusus.  CXMT sendiri masih masuk daftar hitam Pentagon karena dugaan keterkaitan dengan militer China, sehingga upaya Apple ini membawa risiko politik yang cukup besar. Tekanan biaya memori kini menjadi masalah serius bagi Apple. CEO Tim Cook sebelumnya mengakui bahwa kenaikan harga memori saat ini merupakan salah satu yang terburuk selama lebih dari 40 tahun kariernya. Kondisi tersebut bahkan mendorong Apple menaikkan harga sejumlah produk Mac dan iPad. Harga LPDDR5X dilaporkan melonjak hampir tiga kali lipat sejak 2025. Akibatnya, biaya memori dan penyimpanan yang sebelumn...