Langsung ke konten utama

Bagaimana Cara Menyalakan Bluetooth di Laptop?

Seperti diketahui, Bluetooth adalah teknologi wireless yang memungkinkan Anda menghubungkan perangkat eksternal ke laptop. Contohnya seperti keyboard, mouse, speaker, printer, dan lainnya. Dengan Bluetooth, mereka bisa disambungkan ke laptop tanpa kabel.

Saat tersambung, Bluetooth juga dapat digunakan untuk mentransfer data antara perangkat yang kompatibel. Mulai dari transfer foto, video, kontak bahkan sampai transfer dokumen.

Untuk dapat menyalakan Bluetooth di laptop, Anda perlu melakukan beberapa langkah-langkah berikut:



1. Pastikan laptop Anda memiliki perangkat keras bluetooth yang terpasang.
Biasanya, laptop yang lebih baru sudah memiliki bluetooth bawaan, tetapi laptop yang lebih lama mungkin memerlukan adaptor bluetooth eksternal yang terhubung ke port USB.

Anda dapat memeriksa apakah laptop Anda memiliki bluetooth dengan melihat simbol bluetooth di keyboard, layar, atau bagian bawah laptop. Anda juga dapat membuka Device Manager di Windows dan melihat apakah ada perangkat bluetooth yang terdaftar di bawah kategori Bluetooth.

2. Aktifkan bluetooth di laptop Anda melalui pengaturan. Ada beberapa cara untuk melakukan ini, tergantung pada sistem operasi dan model laptop Anda. Salah satu cara umum adalah dengan mengklik ikon bluetooth di area notifikasi di pojok kanan bawah layar.

Jika ikon bluetooth tidak muncul, Anda dapat mengklik ikon tanda panah untuk menampilkan ikon tersembunyi. Kemudian, klik kanan ikon bluetooth dan pilih Turn On atau Enable. Anda juga dapat mengaktifkan bluetooth melalui Settings atau Control Panel di Windows.

3. Pasangkan perangkat bluetooth yang ingin Anda hubungkan ke laptop Anda. Setelah bluetooth diaktifkan di laptop Anda, Anda perlu membuat perangkat bluetooth lainnya dapat ditemukan atau terlihat oleh laptop Anda.

Cara ini berbeda-beda untuk setiap perangkat, tetapi biasanya melibatkan menekan tombol atau beralih ke mode pairing atau discovery. Anda dapat melihat manual atau situs web produsen perangkat untuk instruksi lebih lanjut.

4. Tambahkan perangkat bluetooth ke laptop Anda. Setelah perangkat bluetooth siap dipasangkan, Anda perlu menambahkannya ke laptop Anda agar dapat berkomunikasi. Cara ini juga berbeda-beda untuk setiap sistem operasi dan model laptop, tetapi salah satu cara umum adalah dengan membuka Settings atau Control Panel di Windows dan memilih Devices atau Bluetooth and other devices. 

Baca juga:


Kemudian, klik Add Bluetooth or other device dan pilih Bluetooth. Laptop Anda akan mencari perangkat bluetooth yang tersedia dan menampilkan daftarnya. Pilih perangkat yang ingin Anda tambahkan dan ikuti petunjuk di layar untuk menyelesaikan proses pairing.

5. Gunakan perangkat bluetooth dengan laptop Anda. Setelah perangkat bluetooth berhasil ditambahkan ke laptop Anda, Anda dapat mulai menggunakannya sesuai dengan fungsinya. Misalnya, jika Anda menambahkan keyboard atau mouse bluetooth, Anda dapat menggunakannya sebagai pengganti keyboard atau mouse bawaan laptop.

Jika Anda menambahkan speaker atau headphone bluetooth, Anda dapat mendengarkan audio dari laptop melalui perangkat tersebut. Jika Anda menambahkan printer atau scanner bluetooth, Anda dapat mencetak atau memindai dokumen dari laptop tanpa kabel.

Itulah cara menyalakan bluetooth di laptop dan menghubungkan perangkat bluetooth lainnya ke laptop. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba!

Postingan Populer

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Pangsa Pasar Sistem Operasi Desktop Dikuasai Windows 11 dengan 72%

Data terbaru dari StatCounter menunjukkan bahwa Windows 11 kini semakin mendominasi pasar sistem operasi desktop. Pangsa pasarnya dilaporkan telah mencapai sekitar 72,78 persen, sementara Windows 10 turun drastis menjadi 26,27 persen. Perubahan ini menandai percepatan adopsi yang cukup signifikan dibandingkan akhir 2025. Saat itu Windows 11 baru saja melampaui 50 persen pangsa pasar, sementara Windows 10 masih mempertahankan basis pengguna yang jauh lebih besar. Kini, jarak keduanya terus melebar. Salah satu faktor utama di balik lonjakan ini adalah keputusan Microsoft untuk mengakhiri dukungan resmi bagi Windows 10. Batasan siklus hidup produk tersebut mendorong banyak pengguna dan organisasi untuk beralih ke platform yang lebih baru. Dalam banyak kasus, keputusan tersebut bukan lagi sekadar pilihan fitur, melainkan kebutuhan untuk menjaga keamanan dan kompatibilitas sistem. Selain itu, proses upgrade juga sering kali terjadi secara tidak langsung melalui pembelian perangkat baru. Kom...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

MediaTek Genio Series Dorong Edge AI ke Robotika dan IoT Industri

MediaTek kembali menegaskan ambisinya di ranah edge AI dengan meluncurkan lini terbaru Genio di ajang Embedded World 2026. Alih-alih sekadar ikut tren, langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini didorong keluar dari cloud, langsung ke perangkat yang benar-benar bekerja di lapangan. Seri baru ini mencakup Genio Pro, Genio 420, serta Genio 360, dengan Genio Pro diposisikan sebagai “otak” untuk perangkat kelas berat seperti robot otonom, drone komersial, hingga sistem machine vision. Dibangun di atas proses 3nm TSMC, chipset ini mengusung konfigurasi CPU all-big-core berbasis Arm v9.2 dan NPU generasi terbaru dengan klaim performa hingga 50 TOPS.  Secara teknis, ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah upaya serius membawa kemampuan generative AI langsung ke edge. Namun di balik angka-angka impresif tersebut, ada pertanyaan yang layak diajukan. Apakah pasar benar-benar siap? MediaTek menjanjikan kemampuan menjalankan model hingga 7 miliar parameter dengan kecepatan hingga 23 token per det...