Langsung ke konten utama

Bluetooth Bisa Diserang Hacker dari Jarak Jauh

Chip Bluetooth yang ada di laptop, smartphone, atau tablet merupakan fasilitas yang mudah untuk menghubungkan perangkat seperti speaker nirkabel, keyboard, dan aksesoris lainnya. Namun ternyata, Bluetooth juga ternyata membuka peluang terhadap serangan dari hacker.

Baru-baru ini, dua tim peneliti independen yang berasal dari Purdue University dan satu lagi dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne, mengidentifikasi celah baru yang mempengaruhi seri Bluetooth 4.0 dan Bluetooth 5.0. Kerentanan baru ini disebut BLURtooth oleh mereka.



Sebagai gambaran, kedua versi Bluetooth terbaru tersebut memungkinkan koneksi dari jarak yang cukup jauh, hingga 60,96 meter untuk Bluetooth 4.0 dan sekitar 244 meter untuk Bluetooth 5.0. Lalu, bagaimana hacker menyerang via Bluetooth?

Seorang peretas bisa jadi menyalahgunakan data, dan berpotensi menyerang perangkat yang rentan meskipun jarak antar keduanya lebih dari panjang dua lapangan sepak bola. Apa yang membuat perangkat rentan? 



Seperti diketahui, Bluetooth menggunakan protokol Bluetooth Basic Rate / Enhanced Data Rate dan Bluetooth Low Energy. Bluetooth juga harus mendukung Cross-Transport Key Derivation (CTKD) untuk pemasangan perangkat.

Kecacatan ini mencakup banyak perangkat berkemampuan Bluetooth, mulai dari ponsel cerdas hingga pelacak kebugaran dan speaker. Menurut para peneliti, salah satu perangkat ini dapat disusupi secara nirkabel oleh penyerang.

Jika dieksploitasi dengan benar, BLURtooth akan memungkinkan penyerang untuk memasangkan perangkatnya sendiri tanpa sepengetahuan pengguna. 

Tidak ada prompt atau notifikasi yang akan muncul dan meminta pengguna untuk mengkonfirmasi koneksi atau memasukkan PIN. Ini karena penyerang dapat menimpa kunci enkripsi atau memaksa koneksi untuk menggunakan enkripsi yang lebih lemah.

Setelah terhubung, penyerang bisa mendapatkan akses tambahan ke profil atau layanan yang tidak dibatasi. Serangan 'man-in-the-middle' ini dapat memungkinkan peretas melakukan hal-hal seperti mencuri penekanan tombol atau menguping audio.



Baca juga:


Saat ini tim peneliti telah mengungkapkan kerentanan BLURtooth ke Bluetooth SIG, yang pada gilirannya mulai memberi tahu vendor perangkat keras. 

Para peneliti menyebutkan bahwa SIG telah memberikan panduan tentang bagaimana ancaman dapat dikurangi. Termasuk hanya mengizinkan operasi pemasangan ketika pengguna secara manual mengaktifkan mode pemasangan.

Saat ini, banyak perangkat memerlukan pembaruan perangkat lunak atau firmware. Meskipun sudah ada jaminan bahwa security update telah dibuat dan akan dikirimkan, sayangnya tidak diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai update tersebut dirilis.



Hal tersebut termasuk langkah yang sangat rumit mengingat banyaknya variasi perangkat yang terkena dampak. 

Untungnya, standar Bluetooth 5.1 yang lebih baru sudah mendukung fitur yang seharusnya dapat mencegah serangan BLUR. Produsen perangkat yang menggunakan Bluetooth 5.1 mungkin dapat memberikan tambalan jauh lebih cepat agar pengguna merasa lebih aman dari serangan hacker tersebut.

Postingan Populer

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Dikabarkan Siapkan APU Gainsborough, Calon Otak Steam Deck 2

AMD kembali dikaitkan dengan calon penerus Steam Deck, setelah rumor terbaru menyebut perusahaan sedang mengembangkan prosesor semi-custom dengan kode nama Gainsborough. Jika rumor ini benar, chip tersebut berpotensi menjadi fondasi hardware untuk Steam Deck 2, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari AMD maupun Valve. Informasi ini berasal dari leaker Moore’s Law Is Dead yang menyebut Gainsborough dibuat menggunakan proses fabrikasi TSMC N3P 3nm dan kemungkinan menggabungkan arsitektur CPU Zen 6 dengan GPU RDNA 5. Nama kode tersebut menarik perhatian karena Steam Deck generasi pertama menggunakan APU bernama Aerith, yang merujuk pada karakter Aerith Gainsborough dari Final Fantasy VII. Keberadaan Gainsborough disebut mendapat dukungan dari data driver AMD dan catatan pengiriman perangkat keras. IT Home melaporkan kode tersebut muncul dalam data driver AMD Adrenalin 26.9.2, sementara catatan bea cukai menunjukkan perangkat uji dengan nama Gainsborough dikirim dari Asia pada Ju...

Nvidia RTX Spark Jadi Bintang di Event Microsoft, Bawa AI Lokal ke PC Windows

Microsoft mengonfirmasi bahwa Nvidia RTX Spark menjadi salah satu fokus dalam event Windows yang digelar di San Francisco pada 7 Oktober. Acara tersebut menghadirkan CEO Microsoft Satya Nadella, pimpinan Windows dan Surface Pavan Davuluri, serta CEO Nvidia Jensen Huang. Microsoft menjanjikan RTX Spark membawa pengalaman baru untuk developer dan builder. RTX Spark merupakan platform PC yang menggabungkan CPU Grace 20-core dengan GPU berbasis Blackwell. Platform ini menawarkan hingga 6.144 CUDA core dan 128GB unified LPDDR5X memory. Konsep tersebut dirancang untuk membawa ekosistem CUDA, akselerasi AI, dan teknologi RTX ke perangkat Windows, termasuk laptop dan desktop berukuran ringkas. Menariknya, enam desain laptop awal yang diperkenalkan Nvidia justru tidak berasal dari lini gaming konvensional. Produk tersebut mencakup Asus ProArt P16, Grey Box Shifter, Dell XPS 16, HP OmniBook Ultra 16, Lenovo Yoga Pro 9n, Microsoft Surface Laptop Ultra, dan MSI Prestige N16 Flip AI+. Ini menunjukk...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...