Langsung ke konten utama

Hape Xiaomi Berkamera Leica, Lebih Mahal dari iPhone 14

Xiaomi dikenal sebagai vendor smartphone murah tapi berkualitas. Namun kini sudah tidak seperti itu lagi. Buktinya, Xiaomi punya smartphone yang harganya lebih mahal dari iPhone 14. 

Ya, smartphone Xiaomi versi 'mahal' ini adalah Xiaomi 13 dan Xiaomi 13 Pro. Kedua smartphone tersebut dirilis pada perhelatan global MWC tahun 2023 yang berlangsung di Barcelona.


Sebagai gambaran saja, saat ini iPhone 14 dibandrol dengan harga mulai dari Rp16 jutaan. Nah jangan salah. Smartphone terbari dari Xiaomi itu dijual mulai dari harga Rp20 jutan, lho. Kok bisa?

Padahal, versi pendahulunya yaitu Xiaomi 12 series saja masih dibandrol dengan harga kurang dari Rp10jutaan saat rilis. Hal ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan smartphone Xiaomi 13 yang harganya melambung 2x lipat.


Tetapi ternyata, pembeda dari kedua seri tersebut adalah, smartphone flagship Xiaomi 13 kini menggaet Leica, yang merupakan perusahaan kamera mewah dari Jerman. Ya, benar. Kamera mewah.

Kamera

Xiaomi berkolaborasi dengan Leica membekali smartphone baru ini dengan konfigurasi 3 kamera. Ia terdiri dari kamera wide 50MP, kamera telefoto 10MP dan kamera ultrawide 12MP. 

Kedengarannya biasa saja ya. Tetapi di dalamnya terdapat fitur HyperOIS untuk menstabilkan gambar dan video yang dihasilkan Xiaomi 13 Pro. Untuk kamera depan, Xiaomi 13 series juga memiliki kamera wide beresolusi 32MP.

Lensa telefoto dari Leica memiliki focal length 75mm yang menampilkan desain mengambang yang mengambil referensi desain jalur optik lensa LSR. Jadi, hasil jepretan kamera Xiaomi 13 ini diklaim akan setara dengan kamera DSLR lho. 

Lensa telefoto dari Leica tersebut juga memungkinkan pengambilan fokus lebih cepat pada jarak yang jauh.

Tampilan

Untuk layarnya, Xiaomi 13 berbingkai sangat tipis, dengan rasio layar-ke-body hingga 93,3% dengan refresh rate 120Hz. 

Mengusung layar AMOLED fleksibel E6 yang berukuran 6,36 inci menjadikan layar Xiaomi 13 lebih nyaman dipakai. Layar smartphone ini juga memiliki resolusi FHD+. Tingkat kecerahan tertinggi pada Xiaomi 13 ini mencapai 1.900 nits yang lebih tinggi dari iPhone 14 pada 1.200 nits dan Samsung Galaxy S23 Ultra pada 1.750 nits.

Perbedaan dengan Xiaomi 13 Pro dalam tampilannya adalah ukuran yang lebih jumbo yaitu 6,78 inci dan resolusi yang sudah QHD+ dan tidak lupa layar AMOLED fleksibel E6 2k.

Dilengkapi dengan corning Gorilla Glass 5 dan IP68 dust and water resistent, membuat Xiaomi 13 menjadi lebih tahan terhadap tempaan cuaca saat digunakan di luar ruangan.


Baca juga:


Chipset, Software dan Baterai

Seri Xiaomi 13 ini keduanya ditenagai dengan chipset Snapdragon 8 Gen 1 dari Qualcomm lengkap dengan sistem pendingin yang luas untuk pemakaian perangkat yang intens. Untuk GPU, Xiaomi 13 series disematkan Adreno 740.

Untuk sistem operasi, Xiaomi 13 series dilengkapi dengan Android 13 dan antarmuka MIUI 14. Tidak ketinggalan Dolby Vision HDR dan Gyro EIS juga disematkan kedalam smartphone ini untuk pemutaran video yang lebih berkualitas.


Xiaomi 13 memiliki varian RAM/Memori 8/12GB (128GB/256GB/512GB) sedangkan Xiaomi 13 Pro hadir dengan kapasitas RAM/Memori 12GB LPDDR5x (256GB/512GB).

Kapasitas baterai pada Xiaomi 13 adalah 4.500 mAh dengan fast charging 67W. Sedangkan Xiaomi 13 Pro baterainya berkapasitas 4.820 mAh dengan fast charging 120W.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Lewat Arrow Lake Refresh, Intel Coba Kembali Dominasi Industri PC

Intel tampaknya menyiapkan langkah lanjutan untuk menghidupkan kembali daya saingnya di pasar prosesor, meski jalurnya tidak sepenuhnya agresif. Core Ultra 200K Plus dan 200HX Plus, yang dikenal dengan nama kode Arrow Lake Refresh, dikabarkan akan meluncur pada Maret atau April 2026. Informasi ini berasal dari pembocor perangkat keras asal Tiongkok, Golden Pig Upgrade Pack, dan mengindikasikan bahwa Intel memilih bermain aman sambil menunggu momentum yang lebih besar. Menurut laporan Tom’s Hardware, Intel sebelumnya memang sudah mengonfirmasi bahwa lini Core Ultra 200S Arrow Lake akan mendapatkan penyegaran. Namun, perusahaan hanya menyebut “2026” tanpa kepastian waktu, memicu spekulasi bahwa pengumuman akan dilakukan di CES 2026. Kenyataannya, Intel justru lebih memusatkan perhatian pada Panther Lake, yang kini diposisikan sebagai bintang utama. Panther Lake dijadwalkan hadir di pasar pada 27 Januari 2026, dengan embargo ulasan untuk varian andalan Core Ultra X9 388H dikabarkan akan b...

Dukung Industri E-sports, ShopeePay Gandeng RRQ

Rex Regum Qeon (RRQ) mengumumkan kemitraan strategis dengan ShopeePay sebagai sponsor untuk tahun 2026. Kolaborasi ini menegaskan semakin eratnya hubungan antara industri esports dan layanan keuangan digital, sekaligus menunjukkan bagaimana dompet elektronik kini menjadi bagian penting dari gaya hidup generasi muda yang lekat dengan gaming, hiburan, dan transaksi digital. Bagi ShopeePay, menggandeng RRQ bukan sekadar langkah branding. RRQ memiliki basis penggemar besar dan loyal, dikenal sebagai RRQ Kingdom, yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda dan digital native.  Segmen ini dinilai sejalan dengan visi ShopeePay untuk memperluas adopsi layanan keuangan digital melalui pengalaman yang relevan, praktis, dan bernilai tambah. ShopeePay menegaskan kolaborasi ini akan menghadirkan kemudahan transaksi sekaligus berbagai keuntungan eksklusif bagi komunitas RRQ. Di sisi RRQ, kehadiran ShopeePay dipandang sebagai mitra yang memahami kultur komunitas esports. RRQ menekank...

Kabar Buruk. Pengguna Beralih ke Harddisk, Harga Jadi Ikut Naik

Permintaan terhadap hard disk drive (HDD) kembali melonjak tajam dan berdampak langsung pada harga pasar. Berdasarkan pelacakan harga ComputerBase, rata-rata harga HDD telah naik sekitar 46 persen sejak pertengahan September, meskipun tidak ada gangguan besar pada rantai pasok global.  Kenaikan ini terjadi secara bertahap selama empat bulan terakhir, dengan rentang peningkatan harga antara 23 persen hingga 66 persen, tergantung model dan kapasitas. Model dengan kenaikan terendah tercatat pada Seagate IronWolf Pro NAS HDD + Rescue 16 TB, yang naik sekitar 23 persen. Sebaliknya, lonjakan harga tertinggi terjadi pada Toshiba Cloud Scale Capacity MG10F AFA 22 TB yang melonjak hingga 66 persen. ComputerBase memantau 12 model HDD paling populer berdasarkan daftar harga euro dan menemukan bahwa secara rata-rata, HDD kini hampir 50 persen lebih mahal dibandingkan empat bulan lalu. Laporan DigiTimes pada Desember 2025 turut memperkuat tren ini. Disebutkan bahwa negosiasi kontrak kuartal kee...

Gigabyte Incar Pasar Handheld Gaming PC

Gigabyte mulai memberi sinyal ketertarikan untuk masuk ke pasar handheld gaming yang semakin padat. Dalam wawancara dengan PCWorld di ajang CES 2026, CEO Gigabyte Eddie Lin mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan pengembangan perangkat handheld gaming, namun dengan satu syarat utama: produk tersebut harus memiliki keunikan yang benar-benar membedakannya dari para pesaing. Ketertarikan ini sejatinya tidak mengejutkan. Pasar handheld gaming dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kesuksesan Steam Deck dan diikuti oleh berbagai pemain besar seperti Asus, Lenovo, MSI, hingga sejumlah merek asal Tiongkok. Di tengah kondisi tersebut, Gigabyte tentu melihat peluang, sekaligus tantangan, untuk ikut ambil bagian. Menurut Eddie Lin, dari sisi teknis, membuat handheld gaming bukanlah perkara sulit. Ia menegaskan bahwa banyak produsen di Tiongkok sudah mampu memproduksi perangkat sejenis dengan relatif cepat. Tantangan sesungguhnya justru terletak...