Langsung ke konten utama

Review Acer Aspire 5 Slim, Dukung Aktivitas Work From Anywhere Makin Produktif

Acer Aspire 5 Slim versi terbaru sudah hadir dengan menawarkan keunggulan dari segi desainnya yang slim dan ringkas, serta performa yang maksimal dari prosesor Intel® Core™ generasi ke-12. Kita berkesempatan mencoba Acer Aspire 5 Slim langsung dan akan membagikan pengalamannya dengan Anda.

Seperti namanya, laptop ini mempunyai body yang slim, otomatis dengan bodynya yang ringan dan ramping memudahkan pengguna untuk membawa kemana-mana dan tidak terasa berat. Hal ini sangat mendukung apabila Anda dituntut untuk work from anywhere. Tentunya Aspire 5 Slim akan meningkatkan produktivitas dalam bekerja.


Dari segi performa juga tidak perlu diragukan lagi karena laptop ini sudah didukung oleh prosesor Intel Core Generasi ke-12. Untuk lebih lebih jelasnya kita telah mereview secara lengkap apa saja kelebihan yang dimiliki oleh Acer Aspire 5 Slim berikut ini.



Performa Unggul dengan Prosesor Intel® Core™ Generasi ke-12
Pertama kita akan bahas mengenai prosesor yang digunakan di dalam mesinnya. Aspire 5 Slim terbaru ini ditenagai Prosesor Intel Core generasi ke-12 yang dibuat dengan arsitektur hybrid terbaru.


Prosesor ini mempunyai 2 inti yang mengelola tugas berbeda, inti performa (P Core) untuk memaksimalkan performa dan inti efisiensi (E core) untuk memberikan efisiensi tugas untuk multitasking secara maksimal.

Aspire 5 Slim terbaru ini ditenagai dengan Intel® Core™ i5-1235U atau terdapat pilihan lain dengan Intel Core i5-1255U yang memiliki total 10 core (2P core + 8E core) dan 12 threads.


Performa ini didukung dengan keberadaan kartu grafis Intel Iris Xe yang handal dan terintegrasi dengan performa yang mumpuni, mempunyai RAM 8 GB DDR4 dan memori internal berjenis SSD NVME yang berkapasitas 512 GB.

Prosesor Intel® Core™ generasi ke-12 ini memiliki teknologi pendukung lainnya seperti Intel WiFi 6E yang memiliki kemampuan 3 kali lebih cepat dan dengan tingkat data puncak 40% lebih tinggi dari sebelumnya dan teknologi Thunderbolt 4.0 dengan kecepatan 40 Gbps yang mampu memindahkan data antara penyimpanan internal dan eksternal dengan lebih cepat, serta didukung Bluetooth 5.1.

Jika menurut Anda kapasitas RAM dan memori internal bawaanya masih kurang, bagian RAM dan memori internalnya bisa diupgrade Anda bisa dengan mudah menambahkannya.

Kita uji laptop ini dengan bermacam aktivitas di dalamnya seperti menjalankan aplikasi-aplikasi Office seperti Word dan Excel, kemudian bermain beberapa game, hingga streaming film dan musik. Intinya berbagai tugas sehari-hari dapat diakomodir laptop ini dengan sangat baik.

Laptop ini menggunakan sistem operasi  Windows 11 Home terbaru dan sudah dilengkapi pre-installed Microsoft Office Home & Student 2021.



Desain Ringkas Memudahkan Aktivitas Work From Anywhere
Bagi Anda yang bekerja dengan mobilitas tinggi apalagi sekarang dituntut untuk bekerja dimana saja pastinya membutuhkan perangkat laptop yang ringkas serta mudah dibawa. 

Jika laptop tersebut berukuran besar dan berat pastinya akan membuat Anda untuk malas beranjak dan agak merepotkan untuk dibawa kemana saja. Acer Aspire 5 Slim menawarkan solusi yang pas bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi.


Baca juga:


Laptop ini memiliki layar IPS berukuran 14 inci dan beresolusi Full HD yang pasti akan memberikan tampilan yang jernih di mata, warna yang dihasilkan juga terlihat alami dan mendekati aslinya.

Di versi terbaru ini, Aspire 5 Slim memiliki desain Air Inlet Keyboard yang meningkatkan kinerja termal dan mengeluarkan sekitar 8-10% lebih banyak udara panas. Kecepatan kipas pendingan dapat disesuaikan dengan mudah melalui kombinasi tombol “Fn+F” untuk beralih ke mode yang diinginkan yaitu Silent, Normal dan Performance.

Keyboardnya pun cukup nyaman ketika digunakan untuk mengetik. Jarak antar capsnya juga terasa pas, tidak terlalu mepet dan tidak terlalu jauh.

Konektor yang tersedia di Acer Aspire 5 Slim tergolong lengkap. Beberapa port yang tersedia mulai dari HDMI 2.1 port with HDCP, 2 port USB 3.2 Gen, 1 port USB Type C, jack audio 3,5mm dan port RJ 45.


Kesimpulan
Setelah mencoba laptop ini beberapa hari, kami menarik kesimpulan bahwa Acer Aspire 5 Slim menawarkan banyak kelebihan untuk laptop yang dapat mendukung aktivitas work from anywhere semakin produktif.

Desainnya yang ringkas dan pastinya memudahkan untuk memudahkan mobilitas kemana saja. Performa prosesor Intel® Core™ i5-1235U mampu memberikan kinerja mumpuni untuk segala kebutuhan dan aktivitas. Didukung layar beresolusi tinggi, membuat sesi hiburan dan game di laptop ini juga tidak kalah menyenangkan.

Kita tidak ragu merekomendasikan Acer Aspire 5 Slim sebagai laptop yang worth to buy bagi Anda yang membutuhkan laptop dengan kemampuan berupa mudah dibawa ke mana saja. Laptop ini bisa Anda dapatkan dengan harga sekitar Rp 10 jutaan.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

Laptop Googlebook Resmi Meluncur, Harga Mulai dari Rp16 Jutaan

Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop. Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini. Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainka...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...