Langsung ke konten utama

Charger Laptop Lenovo 100 Watt Makin Ringkas

Ada kabar gembira nih guys, khususnya buat Anda pengguna laptop Lenovo. Ya, produsen laptop terkemuka asal negeri Tiongkok tersebut telah merilis charger dengan teknologi yang sangat menarik.

Dalam sebuah informasi yang dirilis oleh Gizmochina, Lenovo baru saja merilis charger alias adaptor pengisian daya dengan seri Lenovo Thinkplus Lipstick 100W GaN. Jangan keliru dengan namanya yang lipstick. Meski kecil, ia sanggup menghantarkan daya yang luar biasa, hingga 100 watt.


Di negeri asalnya, charger tersebut sudah mulai dijual dengan harga 349 yuan atau sekitar Rp750 ribuan. Menarik sekali bukan? Lalu bagaimana caranya charger sebesar lipstick itu bisa menghantarkan daya sedemikian tinggi?



Menurut informasi yang beredar, Lenovo Thinkplus Lipstick 100W mengadopsi teknologi gallium nitride (GaN) generasi ketiga. Teknologi berbasis gallium nitride tersebut membuat charger bisa dibuat jauh lebih kompak dibandingkan dengan charger pada umumnya.


Seperti namanya, lipstick, perangkat pengisian ulang tersebut memiliki bentuk yang ringkas hanya dengan dimensi 73x30x35mm. Ukurannya sekitar 55% lebih kecil dari adaptor 100W biasa.

Tak hanya mungil dan ringkas, Lenovo juga mendesain Thinkplus Lipstick 100W dengan menggunakan desain pin lipat, yang membuatnya semakin mudah dibawa.

Menurut pihak Lenovo, perangkat pengisi daya ini dapat menghasilkan output tanpa gangguan selama 8760 jam. Interiornya menggunakan desain GaN penuh dengan tiga chip GaN, arsitektur AHB baru, dengan efisiensi konversi hingga 94% dan lebih sedikit kehilangan energi.


Baca juga:


Dari sisi kompatibilitas, catu daya lipstik kompatibel dengan berbagai protokol pengisian daya Power Delivery 3.0, Quick Charge 3.0 dan PPS. Output maksimum protokol PPS adalah 100W, dan PPS mendukung rentang tegangan 5-20V.

Charger ini tidak hanya dapat memberikan daya untuk komputer notebook 100W, tetapi juga dapat menyediakan pengisian cepat ke ponsel andalan dan perangkat seluler lainnya yang sudah mendukung fast charging.


Perangkat pengisi daya ini dibundel dengan kabel USB-C elastis sepanjang 1,8m yang dapat dilepas. Kabel memiliki bahan luar TPE tahan api kelas VO. Kabelnya kuat dan tahan aus sehingga tidak mudah putus. Menarik bukan?

Postingan Populer

Apple Maps Hapus Wilayah Lebanon Selatan, Diduga Dukung Operasi Israel

Langkah kontroversial dilakukan Apple setelah pengguna menemukan bahwa sebagian besar label wilayah di Lebanon Selatan menghilang dari layanan Apple Maps. Hilangnya nama desa dan kota di kawasan tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hezbollah, memicu spekulasi bahwa ini bukan sekadar kesalahan teknis biasa. Berbeda dengan Apple Maps, platform lain seperti Google Maps masih menampilkan informasi geografis secara lengkap di wilayah yang sama. Ketimpangan ini memperkuat dugaan bahwa perubahan pada Apple Maps bukanlah fenomena global, melainkan keputusan spesifik yang berpotensi memiliki implikasi geopolitik. Dalam konteks konflik, peta digital bukan hanya alat navigasi, tetapi juga instrumen informasi strategis. Penghapusan label wilayah dapat mengurangi visibilitas suatu area, baik bagi masyarakat sipil, organisasi bantuan, maupun pihak luar yang mencoba memahami situasi di lapangan. Dalam skenario ekstrem, hal ini bisa dianggap sebagai bentuk “penghapusan dig...

Intel Core Ultra Series 3 Resmi Diluncurkan di Indonesia

Setelah debut global di ajang CES 2026, Intel resmi membawa prosesor terbarunya, Intel Core Ultra Series 3, ke pasar Indonesia. Kehadiran generasi ini langsung menempatkan Intel di pusat tren yang sedang naik daun, yakni AI PC.  Namun di balik narasi besar tersebut, pertanyaan utamanya tetap sama. Apakah ini lompatan nyata, atau sekadar evolusi yang dibungkus istilah baru? Secara arsitektural, Core Ultra Series 3 dibangun di atas proses Intel 18A dengan pendekatan SoC yang mengintegrasikan CPU, GPU, dan NPU dalam satu paket. Ini memungkinkan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat tanpa ketergantungan cloud. Intel mengklaim NPU-nya mampu mencapai hingga 50 TOPS, angka yang secara teoritis cukup untuk menangani berbagai workload AI modern, mulai dari inferensi hingga generative tasks ringan. Di atas kertas, spesifikasinya terlihat menjanjikan. Varian tertinggi menawarkan hingga 16 core CPU dan GPU berbasis Intel Arc dengan 12 Xe-core. Intel mengklaim peningkatan performa multi...

Qualcomm Snapdragon X2 Elite Bagus, Tapi Harga Mahal

Momentum Windows on Arm kembali menguat seiring kesiapan generasi baru chipset dari Qualcomm, khususnya Snapdragon X2 Elite. Dengan performa yang diklaim kompetitif terhadap lini terbaru silikon Apple dan meningkatnya dukungan aplikasi native, platform ini mulai menunjukkan potensi keluar dari status “niche”. Secara teknis, fondasi memang semakin solid. Performa CPU dan efisiensi daya meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya, sementara ekosistem software mulai beradaptasi. Semakin banyak developer yang melihat Windows on Arm sebagai platform serius, bukan sekadar eksperimen terbatas dengan kompatibilitas parsial. Namun, di balik progres tersebut, tantangan struktural masih membayangi. Sejumlah laporan komunitas mengindikasikan bahwa produsen laptop (OEM) justru memposisikan perangkat berbasis Snapdragon X2 Elite di segmen premium. Strategi ini dinilai kontraproduktif, mengingat adopsi awal membutuhkan harga yang lebih agresif untuk membangun basis pengguna. Kasus peluncuran A...

Monitor Eksternal untuk MacBook Dirilis oleh BenQ

BenQ resmi meluncurkan lini monitor MA Series di Indonesia. Seri ini secara spesifik ditujukan untuk pengguna MacBook yang membutuhkan layar eksternal dengan konsistensi visual, terutama dalam hal warna, ketajaman, dan karakter tampilan yang mendekati panel bawaan Apple. Secara positioning, MA Series mencoba mengisi celah yang selama ini cukup relevan yakni monitor eksternal yang benar-benar “match” dengan ekosistem Mac. Namun, pendekatan ini juga memunculkan pertanyaan, apakah ini solusi nyata atau sekadar diferensiasi marketing di pasar monitor premium? Dari sisi lineup, BenQ menawarkan beberapa varian dengan pendekatan berbeda. Model seperti MA270U dan MA320U hadir dengan resolusi 4K dan panel Nano Matte, yang berfokus pada kenyamanan visual dengan minim pantulan cahaya. Ini relevan untuk penggunaan jangka panjang, terutama di lingkungan kerja dengan pencahayaan tinggi. Sebaliknya, MA270UP dan MA320UP menggunakan panel Nano Gloss yang menonjolkan kontras dan vibransi warna. Karakter...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...