Langsung ke konten utama

Asus Zenbook 14X OLED Space Edition, Segera Diresmikan

Menyambut 25 tahun perjalanan laptop Asus dalam misi ke stasiun ruang angkasa MIR, Asus merilis laptop khusus bertemakan luar angkasa yakni Zenbook 14X OLED Space Edition. Selain simbol tonggak sejarah, laptop ini sekaligus menegaskan Asus sebagai produsen laptop terinovatif.

Tak hanya inovatif, Zenbook 14X OLED Space Edition juga memperkuat posisi Asus sebagai produsen yang mengedepankan kualitas. Pasalnya, laptop yang satu ini dibuat yang lebih dari sekadar standar military grade, tetapi juga memenuhi standar space-grade dan lolos uji ketahanan US Space System Command Standard (SMC-S-016A).


Menurut Jimmy Lin, Regional Director Asus South East Asia, Zenbook 14X OLED Space Edition merupakan salah satu laptop paling penting untuk Asus di tahun 2022. Pasalnya, tak hanya menggunakan hardware terkini, ia juga dibekali fitur yang tak dimiliki laptop lain dan menjadi standar baru untuk industri laptop modern.



Perjalanan Panjang Laptop Asus
Pada tahun 1997 laptop pertama ASUS P6300 lahir, dan satu tahun setelahnya di tahun 1998 terpilih sebagai perangkat pendukung untuk misi di stasiun luar angkasa MIR.


Dalam misi tersebut, laptop Asus mampu bertahan di lingkungan gravitasi mikro yang penuh dengan radiasi kosmik selama 600 hari tanpa masalah. Laptop P6300 dapat dikatakan sebagai tonggak sejarah bagi ASUS yang hingga saat ini terus mengedepankan inovasi serta kualitas di setiap produknya.

Inovasi pun berlanjut di tahun 2011, yaitu saat ZenBook pertama diperkenalkan. Laptop dengan nama lengkap ZenBook UX31 tersebut hadir dengan konsep desain “Zen Garden” yang memiliki guratan melingkar.

Tidak hanya itu, ZenBook UX31 juga merupakan salah satu ultrabook pertama dari Asus dan berhasil memenangkan dua penghargaan yaitu iF Design Award dan Good Design Award. Namun pencapaian tersebut tidak membuat Asus untuk berhenti berinovasi.

Hadirnya Era Mobile Productivity
Mendekati tahun 2020, laptop menjadi tidak hanya sebagai sekadar perangkat kantoran, namun semakin dituntut untuk dapat membuat penggunanya lebih produktif dalam berbagai hal. Kebutuhan akan laptop yang portabel dan powerful pun semakin tinggi.

Sebagai produsen yang haus akan inovasi, Asus hadir selangkah lebih maju dibanding kompetitornya di industri, melalui laptop layar ganda.

ZenBook Pro 15 (UX580) merupakan seri ZenBook pertama yang mengadopsi ScreenPad, yaitu layar kedua yang juga berfungsi sebagai layar untuk bekerja dan beraktivitas.

ScreenPad juga dilengkapi dengan berbagai fungsi ekstra seperti dapat terintegrasi dengan aplikasi Microsoft Office hingga Spotify. Kehadiran ScreenPad menandakan era baru mobile computing, yaitu perangkat penyokong aktivitas tersebut tidak hanya harus mudah untuk dibawa tetapi juga memiliki fitur khusus untuk menyokong produktivitas.

Tahun 2019, Asus kembali menghadirkan inovasi berupa ScreenPad Plus. Fitur ini merupakan layar kedua yang ukurannya lebih besar dari ScreenPad dan diposisikan tepat di bawah layar utama yang sejajar dengan keyboard.

Penempatan layar kedua di bawah layar utama ini memungkinkan penggunanya menikmati ruang kerja yang lebih luas. ScreenPad Plus pertama kali hadir di ZenBook Pro Duo 15 (UX581) dan ZenBook Duo 14 (UX481).


Baca juga:


ScreenPad Plus terbukti memiliki banyak potensi untuk dikembangkan menjadi fitur yang dapat meningkatkan produktivitas penggunanya. Di tahun 2021, Asus memperkenalkan fitur Control Panel untuk ScreenPad Plus.

Fitur yang terintegrasi langsung dengan aplikasi kreatif populer dari Adobe tersebut memungkinkan ScreenPad Plus diubah menjadi panel kontrol virtual yang dapat dikustomasi. Asus juga menghadirkan pembaruan pada fitur Screen Xpert di ScreenPad Plus sehingga memiliki antarmuka yang lebih modern, simpel, dan mudah digunakan.

Zenbook 14X OLED Space Edition
Laptop yang akan segera hadir ini didesain dengan warna Zero-G Titanium yang umum digunakan di berbagai wahana antariksa. Tidak hanya sampai di situ, Asus juga merancang Zenbook 14X OLED Space Edition secara khusus sehingga laptop ini berhasil tampil dengan space-grade durability.

Laptop ini mampu lolos uji ketahanan ekstrem US Space Systems Command Standard (SMC-S-016A) yang di antaranya adalah uji operasional pada suhu mulai dari -24⁰C sampai 61⁰C.

Bukan Asus jika tidak menghadirkan fitur istimewa pada laptop edisi khususnya. Pada laptop ini, produsen asal Taiwan tersebut melengkapi laptopnya dengan ZenVision, sebuah layar berukuran 3,5-inci yang berada di balik layar utama laptop.


ZenVision hadir seperti jendela pada wahana antariksa dan stasiun luar angkasa yang memungkinkan penumpangnya untuk melihat ke arah kosmik yang luas. ZenVision dapat dikustomasi melalui preset dan mode animasi yang telah disediakan, membuat Zenbook 14X OLED Space Edition terlihat lebih personal. Tidak ada laptop selain Zenbook 14X OLED Space Edition yang hadir dengan ZenVision.

Dari sisi komponen, Zenbook 14X OLED Space Edition ditenagai prosesor 12th Gen Intel® Core™ H-series yang didukung oleh memori LPDDR5 berkecepatan tinggi. Ia dipasangi penyimpanan berupa PCIe Gen4 SSD serta layar OLED resolusi 4K rasio 16:10.

Laptop ini akan diperkenalkan di Indonesia pada tanggal 15 September 2022 dalam sebuah ajang peluncuran di Djakarta Theater dan live di kanal YouTube dan media sosial Asus Indonesia.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Nvidia Pangkas DLSS 5 hingga 24%, Kecepatan Naik 30% Lebih

Nvidia mengumumkan pembaruan teknologi Deep Learning Super Sampling (DLSS) 5 yang diklaim menghadirkan pemrosesan lebih cepat dan penggunaan sumber daya lebih rendah. Pembaruan Oktober 2026 ini memangkas ukuran model kecerdasan buatan (AI) hingga 24%, sekaligus memperluas dukungan ke sejumlah game, termasuk Hogwarts Legacy dan Where Winds Meet. Menurut Nvidia, model DLSS 5 terbaru memiliki 118 juta parameter, sekitar 24% lebih sedikit dibandingkan model sebelumnya. Optimalisasi tersebut diklaim membuat kecepatan eksekusi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan model yang diperkenalkan pada Maret 2026. Penggunaan memori video (VRAM) pada resolusi 4K juga turun 20%. Dampaknya terlihat pada NBA 2K27, salah satu game pertama yang mengadopsi DLSS 5. Nvidia mengklaim performanya meningkat lebih dari 30% dibandingkan implementasi saat peluncuran September, dengan frame rate naik dari 65 FPS menjadi 90 FPS pada resolusi 4K. Meski demikian, peningkatan tersebut perlu dicermati secara kriti...

Biaya Service Laptop Gaming Tembus Rp70 Juta, Modal Sendiri Cuma Rp2 Juta!

Seorang pemilik laptop gaming Razer Blade 16 memilih jalur yang tidak biasa setelah menghadapi biaya perbaikan yang dinilai terlalu tinggi. Alih-alih membayar sekitar £2.500 atau lebih dari US$3.300 (sekitar Rp70 juta) untuk mengganti heatsink, ia memodifikasi sistem pendingin laptop gaming tersebut hanya dengan biaya sekitar £100 atau sekitar Rp2 juta. Kisah ini pertama kali muncul melalui unggahan pengguna Reddit u/Pristine-Valuable775. Menurut pengakuannya, Razer menawarkan biaya penggantian heatsink yang hampir setara dengan harga sebuah laptop gaming baru. Meski penyebab kerusakan tidak dijelaskan secara rinci, kasus ini mengingatkan pada laporan sebelumnya mengenai masalah vapor chamber pada beberapa model Razer Blade generasi lama yang mengalami kegagalan segel sehingga sistem pendingin tidak lagi bekerja optimal. Setelah membiarkan laptopnya tersimpan selama hampir setahun, pemilik tersebut memutuskan merancang solusi sendiri. Ia memasang heatsink tembaga khusus yang menyentuh ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Google Playground: Platform Bikin Game Tanpa Coding yang Diincar Banyak Kreator

Google resmi meluncurkan Playground, platform eksperimental berbasis browser yang memungkinkan siapa saja bikin game hanya lewat perintah teks tanpa perlu kemampuan coding sama sekali. Lewat antarmuka percakapan, pengguna cukup menjelaskan konsep game yang diinginkan, misalnya tema unik seperti minuman ube latte, dan Playground langsung menerjemahkannya menjadi permainan yang bisa dicoba saat itu juga. Proses kreasinya dirancang sangat sederhana. Pengguna bisa memulai dari kanvas kosong, memilih prompt yang sudah disediakan, atau mengikuti panduan terstruktur untuk membangun ide game dari nol. Elemen seperti aturan permainan, karakter, fisika, hingga desain lingkungan semuanya bisa diubah hanya dengan mengetikkan instruksi baru, tanpa harus mengutak-atik baris kode secara manual. Setelah game jadi, hasilnya bisa disimpan secara privat, dibagikan lewat tautan ke teman dan keluarga, atau dipublikasikan ke galeri Explore Playground agar bisa dimainkan komunitas lebih luas. Karena berbasis...