Langsung ke konten utama

Racun Jamur Ini Ternyata Bikin Kolitis Memburuk

Jamur penyebab Candidiasis yakni Candida albicans tenyata bisa menyebabkan sakit perut atau kolitis pada manusia. Sebagai informasi, Candidiasis adalah nama penyakit yang disebabkan jamur ragi ini dan biasanya terjadi di kulit, mulut, dan kelamin.

Jika tidak ditangani, infeksi akibat Candidiasis bisa menyebar ke organ tubuh lain, seperti usus, ginjal, jantung, dan otak.


Selain Candidiasis yang terihat oleh mata, peneliti ternyata menemukan beberapa strain Candida albicans yang hidup dalam usus manusia dapat merusak usus pasien dengan penyakit radang usus (IBD). Kondisi tersebut ditemukan oleh para peneliti di Weill Medical College, Cornell University, New York yang kemudian artikelnya dmuat di jurnal Nature.


Dalam studinya, para peneliti menggunakan serangkaian teknik untuk mempelajari strain, atau varian genetik, Candida albicans dari usus besar orang dengan atau tanpa kolitis ulseratia, gangguan inflamasi kronis, kambuh dan remisi dari usus besar dan rektum dan salah satu bentuk utama IBD.


Mereka menemukan bahwa strain tertentu "sangat merusak" dan  menghasilkan racun kuat yang disebut candidalysin yang merusak sel-sel kekebalan dalam usus pasien IBD.

IBD mempengaruhi sekitar 3,1 juta orang di Amerika Serikat dan dapat sangat mengganggu kualitas hidup pasien. Pasien seperti itu bergantung pada beberapa terapi yang tersedia, tetapi perawatan mungkin tidak selalu efektif. Pengobatan terapi steroid yang biasanya digunakan oleh pasien IBD bisa dibilang tidak terlalu berpengaruh.

"Temuan kami menunjukkan bahwa strain Candida albicans tidak menyebabkan peradangan usus spontan pada inang dengan kekebalan utuh," kata Dr. Iliyan D. Iliev, Associate Professor of Immunology in Medicine, Cornell University. "Tapi mereka berkembang di usus ketika ada peradangan dan bisa menjadi faktor yang mempengaruhi respons terhadap terapi pasien IBD," ucapnya.

Biasanya penelitian tentang mikrobioma manusia pada individu yang sehat dan mereka yang menderita IBD berfokus pada bakteri dan virus, tetapi penelitian terbaru oleh Dr. Iliev yang menangani penelitian ini telah menjelaskan kontribusi jamur terhadap efek mikroba pada manusia dan tikus.

Peneliti menemukan bahwa jamur usus memainkan peran penting dalam mengatur kekebalan pada permukaan yang terpapar ke luar, seperti usus dan paru-paru, karena karakteristik perangsang kekebalan yang kuat. Sementara komunitas kolektif jamur dalam tubuh, yang dikenal sebagai mycobiota, telah dikaitkan dengan beberapa penyakit, termasuk IBD, para peneliti sebelumnya tidak memahami mekanisme yang mycobiota berkontribusi terhadap peradangan di usus.


Baca juga:


Dalam studi baru, para peneliti awalnya menemukan bahwa strain Candida, meskipun sangat beragam di usus pasien dengan dan tanpa kolitis, rata-rata lebih banyak pada pasien dengan IBD. Tapi itu tidak menjelaskan hasil penyakit pada pasien individu. Jadi, para peneliti mulai mengidentifikasi karakteristik galur-galur ini yang menyebabkan kerusakan dan bagaimana hubungannya dengan masing-masing pasien.

Temuan ini menunjukkan bahwa toksin candidalysin yang merusak sel yang dilepaskan oleh strain Candida albicansyang “sangat merusak” selama morfogenesis ragi-hifa memicu respons imunologis patogen di usus.

Eksperimen pada tikus menggambarkan bahwa galur "kerusakan tinggi" yang memproduksi candidalysin menginduksi perluasan populasi sel T yang disebut sel Th17 dan sel kekebalan lain yang terkait dengan peradangan, seperti neutrofil.


Tim tersebut menindaklanjuti dengan studi tentang mekanisme yang mendorong kegigihan strain penghasil candidalysin di usus besar pasien IBD tertentu yang meradang, serta cara untuk memilih pasien untuk terapi yang menargetkan mycobiome jamur Candida albicans untuk pengobatan pasien IBD dikemudian hari.

Postingan Populer

Cara Hemat Baterai HP Android Biar Awet Seharian Penuh

Baterai HP tiba-tiba tekor padahal baru dipakai setengah hari? Ini keluhan yang hampir semua pengguna Android pernah rasakan. Kabar baiknya, sebagian besar masalah boros baterai sebenarnya bisa diatasi dengan pengaturan sederhana yang jarang disadari orang.  Berikut langkah-langkah yang bisa langsung kamu coba hari ini. Atur layar, sumber boros nomor satu Layar adalah komponen yang paling banyak menyedot daya baterai, jauh di atas komponen lain. Turunkan tingkat kecerahan layar ke level yang masih nyaman di mata, atau aktifkan kecerahan otomatis supaya HP menyesuaikan sendiri sesuai kondisi cahaya sekitar.  Kalau HP-mu punya layar AMOLED, aktifkan dark mode, karena di layar jenis ini, warna hitam benar-benar mematikan piksel sehingga lebih hemat daya dibanding tampilan terang. Jangan lupa juga perpendek waktu screen timeout, misalnya jadi 15-30 detik, supaya layar tidak menyala percuma saat HP tidak dipakai. Kendalikan aplikasi yang jalan di background Banyak aplikasi yang tet...

AI Generatif Makin Canggih di 2026, Apa Dampaknya untuk Dunia Kerja Kita?

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generatif dalam dua tahun terakhir berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan banyak pihak. Jika sebelumnya teknologi ini hanya dikenal sebagai alat untuk membuat gambar digital, menulis artikel sederhana, atau menghasilkan caption media sosial, kini kemampuannya telah berkembang ke berbagai bidang profesional.  AI generatif mulai dimanfaatkan untuk menganalisis data, menyusun dokumen bisnis, membantu proses pemrograman, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi. Perubahan tersebut memunculkan pertanyaan baru. Bukan lagi apakah AI akan memengaruhi dunia kerja, melainkan seberapa besar dampaknya terhadap cara manusia bekerja. Berbagai perusahaan kini mulai mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja sehari-hari untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional. AI Mengubah Cara Kerja, Bukan Sekadar Menggantikan Pekerjaan Salah satu sektor yang paling cepat merasakan manfaat AI generatif a...

Rekomendasi Laptop Mahasiswa Baru 2026, Budget di Bawah Rp8 Juta

Musim tahun ajaran baru kuliah sudah di depan mata, dan kalau kamu atau adikmu baru mau masuk kuliah, urusan cari laptop pasti jadi salah satu yang bikin pusing. Apalagi harga laptop belakangan ini cenderung naik mengikuti tren kenaikan harga komponen RAM, SSD dan prosesor.  Tapi tenang, dengan bujet di bawah 8 juta, kamu masih punya cukup banyak opsi laptop yang layak dipakai selama kuliah, asalkan tahu jenis apa yang benar-benar kamu butuhkan. Kuliah non-desain: prioritaskan kenyamanan dan daya tahan Kalau jurusanmu lebih banyak berurusan dengan dokumen, presentasi, riset, dan browsing, misalnya jurusan ekonomi, hukum, komunikasi, atau ilmu sosial lainnya, kamu sebenarnya tidak butuh laptop dengan spesifikasi tinggi.  Yang lebih penting justru kenyamanan pemakaian harian. Keyboard yang enak diketik untuk mengerjakan tugas berjam-jam, baterai yang tahan lama untuk kelas seharian tanpa colokan, dan bobot yang ringan supaya nyaman dibawa bolak-balik kampus.  Di kisaran har...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Vivobook vs Zenbook 2026: Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?

Jawaban Singkat: Asus Vivobook cocok untuk kamu yang butuh laptop harian dengan harga lebih terjangkau untuk browsing, kuliah, dan kerja kantoran ringan. Asus Zenbook lebih pas untuk profesional mobile, content creator, atau siapa pun yang butuh performa tinggi dalam bodi premium yang tipis dan ringan. Perdebatan Vivobook vs Zenbook sebenarnya bukan soal mana yang “lebih bagus”, tapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget kamu. Berikut perbandingan lengkapnya berdasarkan lini terbaru laptop Asus 2026. Desain dan Material: Plastik Modern vs Aluminium Premium Asus Vivobook mengusung desain plastik atau kombinasi plastik-metal dengan pilihan warna yang lebih variatif, cocok untuk kamu yang suka tampilan segar dan kasual. Asus Zenbook naik kelas dengan konstruksi aluminium unibody yang memberi kesan elegan dan solid, plus bodi setipis 1,1cm pada beberapa model, menjadikannya pilihan yang lebih “profesional” saat dibawa ke meeting klien. Performa dan Chip AI: Cukup vs Maksimal ...