Langsung ke konten utama

Teknologi Layar Laptop Terbaik Buat Pecinta Film

Transformasi digital telah membuat hiburan kini semakin bisa dinikmati oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun. Sebagai contoh adalah kegiatan menonton film. Sebelum hadirnya berbagai layanan streaming online, menonton ke bioskop merupakan satu-satunya cara untuk menikmati film terkini. 

Melalui layanan streaming online, semua orang kini bisa menikmati berbagai film berkualitas tinggi melalui perangkat digital seperti laptop. Bahkan saat ini semakin banyak laptop yang digunakan untuk menikmati hiburan digital seperti menonton film secara online.


Laptop modern memiliki keunggulan tersendiri untuk digunakan sebagai “bioskop portabel”. Selain rata-rata ukuran dan bentuknya sudah sangat ringkas dan mudah untuk dibawa bepergian, laptop modern juga memiliki ukuran layar yang lebih besar sehingga menonton film bisa semakin menyenangkan. 

Sayangnya, tidak semua laptop dibekali dengan layar yang memberikan kenyamanan saat menonton film. Hal tersebut dikarenakan masih banyak laptop yang dirancang hanya untuk bekerja dan laptop tersebut tentu tidak akan bsia menampilkan sajian film dengan optimal.


Bagi Anda pecinta film yang ingin atau sedang memilih laptop, berikut lima aspek layar yang wajib diperhatikan jika ingin memaksimalkan pengalaman menonton film:

Layar Harus Punya Tingkat Reproduksi Warna yang Tinggi
Tingkat reproduksi warna atau color gamut pada layar laptop merupakan faktor paling penting yang harus diperhatikan bagi para pecinta film. Color gamut pada layar laptop dapat memperlihatkan seberapa banyak warna yang bisa ditampilkan di layar tersebut.

Semakin banyak warna yang bisa ditampilkan, maka film akan terlihat lebih jelas dan immersive. Apalagi, warna sangat berpengaruh dengan mood serta detail di dalam film.

Saat ini ada banyak sekali jenis color gamut, seperti sRGB dan DCI-P3 yang banyak digunakan di sebuah laptop. Khusus untuk para pecinta film, laptop dengan layar yang memiliki color gamut 100% DCI-P3 merupakan yang paling direkomendasikan. 

Selain memiliki tingkat reproduksi warna yang lebih banyak dari sRGB (100% DCI-P3 setara dengan 133% sRGB), DCI-P3 merupakan standar color gamut yang digunakan oleh industri film. Dengan demikian, tampilan film di layar laptop dengan color gamut 100% DCI-P3 akan sesuai dengan yang diinginkan oleh sutradara film-nya.

Warna Harus Akurat
Tidak sekadar mampu menghadirkan warna yang kaya, layar laptop khusus untuk menikmati sajian film serta video juga harus mampu menampilkan warna dengan akurat. Tampilan warna yang tidak akurat bisa merusak berbagai detail visual yang ada di dalam sebuah film. 

Anda juga tidak akan bisa menikmati film sesuai dengan yang diinginkan oleh para pembuatnya jika menggunakan laptop dengan layar yang tidak akurat.

Salah satu cara untuk memastikan sebuah laptop menggunakan layar dengan tingkat akurasi warna terbaik adalah memastikan laptop yang dipilih telah mengantongi sertifikasi PANTONE Validated Display. Sertifikasi tersebut memastikan layar laptop telah melalui proses kalibrasi warna di pabrik secara akurat berdasarkan standar PANTONE yang telah banyak digunakan di berbagai industri.

Fitur HDR Wajib Ada
HDR atau High Dynamic Range merupakan fitur yang memungkinkan film atau video dapat ditampilkan dengan kontras warna yang tinggi sehingga penontonnya dapat menikmati kualitas visual mirip seperti di lokasi sebenarnya. 

Salah satu keunggulan HDR adalah menampilkan warna hitam sempurna dan hal tersebut tidak bisa dihadirkan di layar laptop biasa.

Penggunaan panel OLED merupakan salah satu cara untuk menampilkan warna hitam sempurna. Berbeda dengan panel IPS atau TN yang banyak digunakan di laptop pada umumnya, OLED tidak memiliki lapisan backlight. 

Setiap pixel di layar merupakan lampu LED berukuran sangat kecil yang dapat dinyalakan dan dimatikan sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebutlah yang membuat OLED dapat menampilkan warna hitam yang sempurna dengan kontras warna tinggi sesuai dengan spesifikasi fitur HDR. 

Jangan lupa juga untuk memastikan layar laptop yang dipilih sudah mengantongi sertifikasi VESA DisplayHDR 500 True Black untuk mendapatkan pengalaman sinematik terbaik.

Response Time Lebih Cepat Lebih Baik
Salah satu spesifikasi layar yang seringkali diabaikan adalah response time, yaitu seberapa cepat layar dapat menampilkan frame tampilan berikutnya. Response time yang lebih kencang memungkinkan tampilan visual dengan gerak cepat dapat dihadirkan secara lebih tajam dengan detail yang tinggi. 

Dengan demikian, Anda tidak akan lagi melewatkan berbagai detail dari film action serta tidak lagi kesulitan untuk membaca teks berjalan. Sebaiknya juga memilih laptop dengan layar yang memiliki response time kurang dari 1ms.


Baca juga:


Pilih Layar Laptop yang Bisa Menjaga Kesehatan
Menonton film di layar laptop dengan kualitas visual terbaik memang seru, namun hal tersebut bisa berdampak negatif pada kesehatan mata. Layar perangkat komputasi seperti laptop memancarkan radiasi sinar biru yang bisa berdampak negatif pada kesehatan mata.

Meski demikian, saat ini telah ada layar yang dapat mengurangi tingkat pancaran radiasi sinar biru sehingga lebih aman untuk kesehatan mata khususnya dalam jangka waktu panjang. Laptop dengan layar tersebut akan membuat Anda terbebas dari khawatir akan kesehatan mata dalam jangka waktu yang panjang.



ASUS OLED Punya Semuanya
Jika Anda mencari layar laptop yang memiliki semua kualifikasi tersebut, ASUS OLED adalah jawabannya. Teknologi layar laptop ASUS tersebut memiliki semua aspek yang membuat Anda para pecinta film dapat menikmati kualitas visual terbaik sekaligus aman untuk kesehatan mata.

Laptop yang menggunakan layar ASUS OLED dipastikan memiliki color gamut 100% DCI-P3, tersertifikasi PANTONE Validated Display, serta mendukung fitur HDR dengan sertifikasi VESA DisplayHDR 500 True Black. 

Tidak hanya itu, layar ASUS OLED juga memiliki response time hanya 0,2ms yang jauh lebih kencang dibandingkan dengan layar laptop pada umumnya, serta dilengkapi fitur EyeCare bersertifikasi TÜV Rheinland. Semua kualifikasi tersebut hadir dengan satu tujuan, yaitu memanjakan mata Anda.

ASUS juga merupakan pemimpin pasar laptop dengan layar OLED dan diakui sebagai produsen laptop OLED nomor satu di Indonesia dan di dunia. ASUS juga merupakan satu-satunya brand laptop yang menghadirkan varian laptop dengan layar OLED terbanyak di Indonesia, serta satu-satunya brand laptop di Indonesia yang memiliki varian laptop berlayar OLED dengan harga di bawah Rp10 juta. 

Kini semua orang bisa menikmati hiburan digital dengan kualitas visual terbaik melalui laptop dengan teknologi layar ASUS OLED.


ASUS OLED merupakan bagian dari ASUS Innovation, yaitu kumpulan inovasi teknologi terkini, terdepan, dan eksklusif untuk produk ASUS. Hadir di seluruh jajaran laptop ASUS, ASUS Innovation memastikan pengalaman penggunaan terbaik dari berbagai sisi mulai dari kenyamanan, peningkatan produktivitas, hingga menjaga kesehatan mata.

Klik tautan berikut untuk mempelajari tentang ASUS OLED.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Industri Game Global 2025 Tembus US$197 Miliar, PC dan Mobile Jadi Mesin Pertumbuhan

Firma analis Newzoo memperkirakan industri game global akan mencatat pendapatan sebesar US$197 miliar pada 2025. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan tahunan sebesar 7,5 persen (year-on-year), didorong oleh kombinasi kenaikan harga game, ketersediaan konten yang semakin luas, serta sejumlah penyesuaian dalam pencatatan dan pengakuan pendapatan di industri. Jika dilihat dari pembagian platform, data Newzoo menjelaskan mengapa pasar PC semakin menjadi fokus utama para pemilik ekosistem konsol. Segmen mobile diproyeksikan tetap mendominasi dengan pendapatan sekitar US$108 miliar, atau setara 55 persen dari total pasar game global. Dominasi ini menegaskan posisi mobile gaming sebagai mesin utama pertumbuhan industri, terutama di pasar negara berkembang. Di bawahnya, pasar konsol diperkirakan menghasilkan US$45 miliar pada 2025, tumbuh 4,2 persen dan menyumbang sekitar 23 persen dari total pendapatan. Sementara itu, PC gaming berada tepat di belakang dengan kontribusi US$43 miliar atau 2...

Review Asus Zenbook 14 OLED UX3405CA. Laptop Tipis Premium dengan Prosesor Kencang

Di tengah meningkatnya adopsi layar OLED pada laptop consumer portable performa tinggi, Asus kembali mengukuhkan posisinya lewat Zenbook 14 OLED UX3405CA. Laptop tipis ini merupakan sebuah laptop 14 inci yang tidak hanya memprioritaskan estetika dan portabilitas, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan untuk kebutuhan produktivitas modern dan penggunaan hybrid. Asus Zenbook 14 OLED UX3405CA hadir sebagai penyempurnaan dari generasi sebelumnya, dengan membawa layar OLED yang semakin matang, performa chip Intel Core Ultra yang lebih cepat dan efisien, serta peningkatan kualitas desain yang membuatnya lebih ergonomis. Ia juga sudah menggunakan RAM 32GB serta storage SSD 1TB. Aman untuk menghindari lonjakan kenaikan harga di 2026 mendatang. Ya, laptop Asus yang satu ini dirancang untuk pengguna profesional, mahasiswa, kreator kasual, dan pekerja hybrid yang membutuhkan perangkat portabel dengan kualitas layar terbaik dan performa stabil sepanjang hari. Pada review kali ini, kita aka...

Tantang AS, Tiktok Investasi 23 Miliar Dolar untuk AI

ByteDance, perusahaan induk TikTok, bersiap mempercepat ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI) secara agresif di tingkat global. Pada 2026, perusahaan asal Tiongkok ini dikabarkan akan mengalokasikan dana hingga RMB160 miliar atau sekitar US$23 miliar untuk investasi AI, sebuah langkah strategis guna mengejar ketertinggalan dari raksasa teknologi Amerika Serikat di tengah persaingan AI yang kian intens. Sekitar separuh dari anggaran tersebut akan difokuskan pada pengadaan semikonduktor. ByteDance disebut akan mengalokasikan RMB85 miliar untuk membeli prosesor AI, terutama dari Nvidia. Namun, rencana ini dihadapkan pada ketidakpastian akibat pembatasan ekspor teknologi canggih AS ke perusahaan Tiongkok.  ByteDance sendiri dilaporkan menargetkan pembelian sekitar 20.000 unit Nvidia H200, chip yang berada satu tingkat di bawah produk flagship Nvidia. Peluang ini sedikit terbuka setelah Presiden AS Donald Trump mengizinkan penjualan H200 kepada “pelanggan yang disetujui” di Tiongkok, m...

Nvidia Kurangi Produksi GeForce RTX Murah. Fokus di High End

Pasokan kartu grafis GeForce RTX 50 diperkirakan akan semakin ketat pada 2026. Nvidia dilaporkan bersiap memangkas produksi GPU konsumen secara signifikan, di tengah tekanan pasokan memori yang kian serius.  Dampaknya berpotensi paling terasa bagi gamer kelas menengah, sementara lini produk dengan margin tinggi justru mendapat prioritas. Menurut sejumlah laporan, disebutkan bahwa Nvidia akan mengurangi produksi GeForce RTX 50 Series sebesar 30 hingga 40 persen pada paruh pertama 2026. Penyebab utamanya bukan hanya keterbatasan GDDR7, tetapi juga kelangkaan DRAM secara umum.  Pemangkasan sebesar ini mengindikasikan bahwa Nvidia kesulitan mengamankan pasokan memori yang cukup untuk mempertahankan volume produksi saat ini. Selain faktor pasokan, langkah ini juga mencerminkan kehati-hatian terhadap permintaan pasar PC di 2026. Kenaikan harga NAND dan DRAM telah mendorong biaya sistem secara keseluruhan, yang berpotensi menekan minat upgrade, terutama di segmen mainstream. Yang men...