Langsung ke konten utama

MSI Pasang Prosesor Seri HX dan Layar OLED di Laptop Gaming

MSI, salah satu produsen laptop spesalis gaming asal Taiwan baru-baru ini memperkenalkan lini produk laptop mereka yang ditujukan untuk para gamers. Menariknya, laptop-laptop yang bersangkutan sudah menggunakan proseso Intel Core 12th gen seri HX.

Seperti diketahui, prosesor Intel Core seri HX merupakan chip prosesor kelas ultimate dari Intel. Adapun dengan penggunaan prosesor seri tersebut, MSI menjanjikan gameplay premium dan pembuatan konten super efisien pada laptop besutannya.


Selain performa ultimate, jajaran produk terbaru dari Micro-Star International tersebut menghadirkan sejumlah fitur inovatif, termasuk keyboard mekanik bawaan dengan switch Cherry MX, kalibrasi warna bawaan eksklusif, dan menggunakan layar resolusi QHD 240Hz berfitur OLED. 


 
MSI juga menyebutkan bahwa lini laptop gaming terbarunya tersebut menawarkan peningkatan performa signifikan. Dan jika dibandingkan dengan model sebelumnya, peningkatan performa CPU yang ditawarkan bisa naik hingga 100 persen.


Peningkatan tersebut diklaim MSI berkat dukungan sistem pendinginan ganda, sehingga mendorong prosesor Intel HX terbaru tersebut bisa berlari hingga ke batas maksimalnya, dengan turbo power maksimum 150W.
 
Tak hanya itu, dukungan teknologi eksklusif MSI OverBoost juga mendorong pengiriman 250W daya gabungan ke CPU plus GPU, menjanjikan gameplay imersif dan premium.

Yang menarik, laptop gaming terbaru MSI ini menggunakan layar Samsung Display dengan resolusi QHD 240Hz jenis OLED. Luar biasa.

MSI menjelaskan bahwa teknologi ini menyeimbangkan resolusi dan refresh rate tinggi, serta memberikan semua keunggulan OLED, termasuk response time rendah, color gamut luas, dan rasio kontras tinggi.

“QHD 240Hz OLED oleh Samsung Display yang pertama diproduksi secara massal di dunia akan memberikan pengalaman bermain game terbaik dengan banyak ekspresi warna, hitam pekat, dan kecepatan gerak tanpa batas yang luar biasa,” kata Bobby Su, General Manager & Vice President of Samsung Taiwan.


Baca juga:


Pada layar laptop gaming terbarunya ini, MSI juga menyertakan laporan kalibrasi warna eksklusif, diklaim mampu merinci seluruh parameter layar termasuk nilai Delta-E atau Gamma. Selain itu, hadir sebagai laptop gaming, jajaran perangkat ini berbekal keyboard mekanik dengan switch Cherry MX.

Keyboard tersebut juga didukung teknologi pencahayaan RGB per tombol dan software kontrol SteelSeries GG eksklusif. Laptop gaming MSI terbaru ini juga hadir dengan sertifikasi Meta-Ready, menjanjikan eksplorasi dan konstruksi Metaverse mulus.


MSI turut menghadirkan software Animaze memberikan nuansa Metaverse dengan avatar animasi yang tersedia untuk berbagai aplikasi konferensi video rapat, seperti Zoom atau Teams. 

Menarik sekali guys. Semoga segera mendarat di pasar Indonesia ya.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Optimis, TSMC Naikkan Target Pertumbuhan Pendapatan

TSMC menunjukkan kepercayaan diri tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik, dengan tetap menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan 2025 dan mempercepat ekspansi kapasitas. Di saat konflik Iran memicu kekhawatiran rantai pasok global, raksasa manufaktur chip ini justru melihatnya sebagai “noise” di balik gelombang besar permintaan AI. Perusahaan yang menjadi tulang punggung produksi bagi klien seperti Nvidia dan Apple kini memperkirakan pendapatan akan tumbuh lebih dari 30 persen tahun ini, sedikit lebih optimistis dari proyeksi sebelumnya.  CEO C. C. Wei bahkan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengecek ulang ke pelanggan terkait potensi pelemahan permintaan AI, dan hasilnya tetap solid. Dari sisi finansial, kinerja TSMC juga mencerminkan momentum tersebut. Margin kotor kuartal pertama mencapai 66 persen, level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Ini terjadi meski segmen smartphone mengalami penurunan 11 persen secara kuartalan, menandakan bahwa AI kini menjadi mesin pertumbu...

Waduh! Harga Wafer Naik per Semester Dua 2026.

United Microelectronics Corporation (UMC) resmi memberi sinyal kenaikan harga wafer yang akan berlaku pada paruh kedua 2026. Dalam surat kepada pelanggan tertanggal 16 April, perusahaan menyebut kombinasi biaya rantai pasok yang terus naik dan lonjakan permintaan, terutama dari sektor AI, sebagai alasan utama di balik penyesuaian ini. Secara naratif, alasan tersebut terdengar familiar. Industri semikonduktor memang sedang menghadapi tekanan biaya dari berbagai sisi: bahan baku, energi, hingga logistik. Namun, istilah “tight capacity” yang digunakan UMC sebenarnya lebih dari sekadar jargon teknis.  Dalam praktiknya, ini berarti permintaan chip melampaui kapasitas produksi, memberi produsen posisi tawar yang jauh lebih kuat untuk menaikkan harga. UMC juga menegaskan bahwa investasi untuk ekspansi teknologi dan kapasitas menjadi faktor pendorong. Tetapi di balik itu, ada dinamika pasar yang lebih kompleks. Permintaan AI saat ini memang sedang melonjak, namun tidak semua segmen memilik...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Lawan MacBook Neo, Intel Perkenalkan Prosesor Murah. Ada AI-nya!

Intel resmi memperkenalkan lini prosesor entry-level terbarunya, Intel Core Series 3 Wildcat Lake, yang secara agresif diarahkan ke era AI PC dengan klaim performa hingga 40 TOPS. Di atas kertas, ini terlihat seperti upaya Intel untuk “menurunkan” kapabilitas AI ke segmen yang selama ini identik dengan kompromi performa dan efisiensi. Wildcat Lake dibangun di atas proses manufaktur 18A, membawa desain SoC dua die yang cukup ambisius untuk kelas entry-level. Die utama menggabungkan CPU hybrid 6-core (2 P-core Cougar Cove dan 4 LPE core Darkmont), GPU Xe3 dua core, serta NPU 5 untuk akselerasi AI.  Sementara itu, die kedua difokuskan pada I/O dengan dukungan PCIe Gen 4, Thunderbolt 4, hingga Wi-Fi 7, sebuah konfigurasi yang secara teknis terasa “overqualified” untuk segmen bawah. Intel merilis enam SKU dalam lini ini, mayoritas dengan konfigurasi serupa, kecuali varian Core 3 304 yang dipangkas menjadi 5 core dan hanya 24 TOPS AI. Seluruh lineup berjalan di TDP dasar 15W dengan turbo...