Langsung ke konten utama

MSI Raider GE66 Alder Lake Sudah Beredar. Harga 40 Jutaan!

Kabar gembira untup Anda para gamers yang membutuhkan laptop performa ultra kencang. MSI, salah satu produsen perangkat laptop yang fokus ke segmen gaming, telah menjual produk anyar mereka yang diperkuat komponen spesifikasi mutakhir.

Ya, dari pengamatan kami, MSI Raider GE66 dengan prosesor Intel Core i9 12900HK sudah tersedia di e-commerce terkemuka di Indonesia seperti Tokopedia dan Lazada. Harganya dimulai dari Rp42.499.000 (di Tokopedia) dan Rp43.999.000 (free ongkir di Lazada).


MSI Rader GE66 ini juga merupakan laptop gaming pertama di Indonesia yang diperkuat oleh prosesor Core generasi ke-12. Cukup mengejutkan karena MSI lah yang berhasil memasarkan produknya lebih dulu di Indonesia, bukannya Asus ROG, Lenovo Legion ataupun Acer Predator.


Lebih lanjut, MSI Raider GE66 12UGS 404ID ini ditenagai salah satu varian tertinggi dari prosesor Core generasi ke-12, yakni Intel Core i9-12900HK. Prosesor tersebut hadir dengan arsitektur hybrid yang terdiri dari hexa-core P-core dan octa-core E-core dengan total 14 core!


Dengan kombinasi prosesor tersebut, tak heran kalau performa laptop ini sangat andal untuk menangani komputasi berat termasuk gaming.

Bukan saja kinerja prosesornya yang tinggi, laptop gaming MSI Raider GE66 12UGS 404ID juga menawarkan kemampuan grafis mumpuni dan membuat para gamers dengan nyaman menggunakan setting 'rata kanan' di game apapun.

Ya, semuanya berkat hadirnya GPU dari Nvdia GeForce RTX 3070 Ti. Dengan GPU ini, para gamer juga akan disuguhi pengalaman visual yang andal dari MSI Raider GE66 12UGS 404ID. Apalagi dengan dukungan layar QHD dengan refresh rate ngebut 240Hz yang disediakan.

Sebagai gambaran, MSI melengkapi laptop gaming seri Raider GE66 12UGS 404ID dengan layar 15,6” jenis IPS-Level dengan resolusi QHD (Quad High Definition) 2560 x 1440 piksel dan akurasi warna 100% DCI-P3 color gamut lewat MSI True Color serta lapisan anti-glare.

Dan sama seperti laptop modern lainnya, desain thin bezel membuat bingkai sekitar layar menjadi lebih tipis yang pada akhirnya membuat laptop gaming Raider GE66 12UGS 404ID ini jai lebih ringkas.

Dari sisi performa, MSI Raider GE66 12UGS 404ID hadir dengan kombinasi prosesor Intel Core i9-12900HK 14-core (20 thread) generasi Alder Lake yang terdiri dari hexa-core P-core 2,5GHz TurboBoost 5GHz + octa-core E-core 1,8GHz TurboBoost 3,8GHz.

Prosesor kencang ini ditandemkan dengan memori kencang. RAM yang terpasang di dalamnya memiliki kapasitas 16GB jenis DDR5 (8GB x 2) dual-channel dengan kecepatan 4800MHz.

Dari sisi grafis, laptop gaming MSI Raider GE66 12UGS 404ID ini memiliki dual graphics yang terdiri dari GPU (Graphics Processing Unit) terintegrasi dari Intel Iris Xe Graphics G7 didampingi GPU terdedikasi yakni Nvidia GeForce RTX 3070 Ti.


Baca juga:


Buat yang sedang tidak bermain game, mereka bisa memanfaatkan GPU Intel Iris Xe Graphics G7 yang mengusung 96 execution unit (EUs) dengan kecepatan 400 – 1450MHz. Performa grafis Intel Iris Xe Graphics G7 ini digadang-gadang setara dengan GPU diskrit entry-level seperti Nvidia GeForce MX350.

Saat waktunya bermain game, pengguna bisa menikmati performa Nvidia GeForce RTX 3070 Ti berbasis chip GA104 yang menggunakan arsitektur Ampere.


Grafis Grafis GeForce RTX 3070 Ti ini mengandalkan 5632 CUDA core berkecepatan 915MHz dan turbo 1410MHz yang dipadukan dengan 176 TMUs, dan 80 ROPs. Kartu grafis GeForce RTX 3070 Ti yang diusung oleh laptop gaming MSI Raider GE66 12UGS 404ID ini dipadankan dengan VRAM 8GB GDDR6 berkecepatan 14Gbps dengan antarmuka memori 256-bit.

Jangan khawatir panas. Saat bekerja, laptop gaming MSI Raider GE66 12UGS 404ID dibekali solusi pendinginan Cooler Boost 5 yang di dalamnya terdapat dua buah kipas yang lebih besar, enam buah heat pipe lebih lebar dan empat lubang exhaust untuk menjaga suhu agar tetap dingin saat digunakan bermain game dalam waktu lama.

Bagaimana guys? Anda mencari laptop game dengan kinerja pol-polan? Coba tengok solusi yang ditawarkan MSI kali ini. Menarik sekali!

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Laptop Googlebook Resmi Meluncur, Harga Mulai dari Rp16 Jutaan

Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop. Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini. Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainka...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...