Langsung ke konten utama

Asus Siapkan Laptop Gaming AMD Ryzen 6000 Series

Kabar gembira bagi penggemar perangkat gaming ROG. Asus  secara resmi memperkenalkan jajaran laptop gaming terbaru yang akan ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen 6000 Series Mobile untuk berbagai segmen pengguna.

Jajaran laptop gaming Asus ROG terbaru yang menggunakan prosesor AMD Ryzen™ 6000 Series Mobile kali ini juga hadir secara lengkap untuk semua gamer. Mulai dari seri TUF Gaming A15 untuk gamer mainstream, seri ROG Strix G untuk pemain profesional di dunia esports, hingga seri ROG Zephyrus untuk gamer sekaligus content creator.


Menurut Jimmy Lin, Asus Regional Director Southeast Asia, pihaknya kembali menghadirkan jajaran laptop gaming dengan prosesor AMD Ryzen paling lengkap di Indonesia. “Ini adalah bukti komitmen Asus dalam menghadirkan laptop gaming terbaik untuk semua gamer di Indonesia,” sebutnya.


Tak hanya sekadar kembali merilis laptop dengan prosesor terbaru dari AMD, tambah Jimmy, Asus juga telah menghadirkan peningkatan baik dari sisi hardware, desain, hingga software di seluruh lini laptop gaming tahun ini.


Di sisi lain, Dustin Beadle, Consumer Lead AMD APAC menyebutkan, AMD sangat antusias untuk meluncurkan produk terbaru bersama Asus melalui jajaran laptop gaming Asus ROG dan TUF Gaming terbaru yang ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen™️ 6000 Series Mobile.

“AMD berkomitmen untuk mendorong komputasi berkinerja tinggi dan memberikan pengalaman teknologi yang ditingkatkan kepada para gamer dan creator,” sebut Beadle.

Sebagai informasi, prosesor AMD Ryzen 6000 Series Mobile menggabungkan arsitektur inti “Zen 3+” terbaru dengan grafis AMD RDNA 2 yang dibangun di atas teknologi proses 6nm terdepan di industri.

Selain itu, GPU diskrit AMD Radeon 6000S series terbaru juga hadir di Asus ROG Zephyrus G14 2022, yang juga menawarkan fitur-fitur AMD Advantage. “Laptop gaming premium Asus terbaru dengan prosesor AMD Ryzen™️ 6000 Series Mobile menawarkan kinerja gaming dan daya tahan baterai yang luar biasa bagi pelanggan,” sebut Beadle.

Bertenaga untuk Berbagai Kebutuhan
Pada kesempatan kali ini, Asus memperkenalkan lima laptop gaming terbaru yang telah ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen™ 6000 Series Mobile.

Pertama adalah seri Asus TUF Gaming A15, laptop gaming mainstream yang banyak diminati oleh gamer di Indonesia karena menawarkan price to performance terbaik di kelasnya.

Kedua adalah seri ROG Strix G15 dan G17, yaitu laptop gaming yang dirancang khusus untuk pemain profesional di dunia esports. ROG Strix G15 dan G17 hadir dengan layar yang sangat responsif serta memiliki refresh rate tinggi untuk memenuhi kebutuhan para pecinta game.


Baca juga:


Selain kedua laptop tersebut, Asus juga kembali menghadirkan ROG Zephyrus G15. Laptop gaming 15-inci dengan bodi yang sangat portabel tersebut hadir untuk memenuhi kebutuhan gamer yang sehari-hari juga berprofesi sebagai content creator.

Meski memiliki desain yang portabel, ROG Zephyrus G15 tetap memiliki performa yang powerful serta dibekali dengan layar yang mampu memberikan pengalaman gaming dan content creation sangat baik.

Seri laptop gaming layar ganda terbaik juga kembali hadir dengan desain dan fitur yang lebih baik. ROG Zephyrus Duo 16 merupakan laptop gaming 16-inci pertama di dunia dengan desain dua layar. ROG Zephyrus Duo 16 kembali hadir untuk para gamer sekaligus content creator, khususnya para game streamer yang sangat membutuhkan ruang kerja lebih luas melalui layar kedua.


Terakhir adalah ROG Zephyrus G14, merupakan salah satu laptop gaming yang paling digemari sejak pertama kali dihadirkan pada tahun 2020 silam.

Selain kembali tampil dengan desain yang khas, dilengkapi AniMe Matrix™ Display, ROG Zephyrus G14 kini mengusung layar dengan rasio 16:10 yang lebih ideal untuk beragam aktivitas. ROG Zephyrus G14 juga menggunakan GPU AMD Radeon generasi terbaru yang dilengkapi sistem pendingin khusus menggunakan Vapor Chamber untuk menghadirkan performa maksimal.

Menarik ditunggu kehadiran laptop-laptop tersebut ke pasaran Indonesia. Semoga harganya pun tidak terpaut jauh dengan pendahulunya ya.

Postingan Populer

Daftar Sekolah di Indonesia yang Ada Program Esports

Meskipun sejarah esports di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2002, ketika World Cyber Games (WCG) pertama kali diadakan di Indonesia, esports baru mulai dikenal oleh masyarakat luas di luar komunitas gaming berkat gelaran Grand Final MPL Indonesia Season 1 di Mall Taman Anggrek pada tahun 2018. Pasca acara tersebut, esports menjadi perbincangan dan tren baru, tidak hanya di kalangan masyarakat awam, tetapi juga di industri non-endemik. Namun, saat itu, sekolah yang dapat menjadi wadah untuk regenerasi pemain profesional, pembentukan karakter, dan komunitas yang solid, masih menunggu dan mencari tahu apakah esports benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda dan institusi pendidikan mereka. Untungnya, kini banyak sekolah di Indonesia yang cepat beradaptasi dan melihat bahwa esports memang bisa memberikan pengaruh positif jika dikelola dengan baik. Recardus Eko Prasetyo, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Xaverius 1 Palembang, berbagi cerita tentang pen...

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan AI Agent

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif. Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.  Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter. Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai a...

OnePlus Tinggalkan Pasar, Akhir Sebuah Era Sang "Flagship Killer"

OnePlus dikabarkan akan segera menghentikan kehadirannya di pasar Eropa dan sejumlah wilayah lain. Kabar tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu merek smartphone yang pernah mengubah peta persaingan Android melalui konsep "flagship killer".  Meski belum menjadi pemain terbesar, OnePlus berhasil membangun reputasi sebagai produsen yang menawarkan performa kelas atas dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan para pesaingnya. Sejak meluncurkan OnePlus One pada 2014, perusahaan ini langsung menarik perhatian industri. Smartphone tersebut hadir dengan desain premium, material sandstone yang khas, performa tinggi, serta sistem operasi CyanogenOS yang saat itu menawarkan pengalaman Android lebih ringan dan fleksibel.  Harga sekitar US$300 membuat OnePlus menjadi ancaman nyata bagi Samsung dan Apple, terutama bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi flagship tanpa harus membayar mahal. Strategi pemasaran OnePlus juga berbeda. Perusahaan sempat menerapkan siste...

Penjualan PC Global Turun 4,9% Akibat Krisis DRAM

Pasar PC global kembali memasuki fase perlambatan setelah mencatat pertumbuhan selama sembilan kuartal berturut-turut. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC dunia pada kuartal II 2026 turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 68,2 juta unit.  Penurunan ini terutama dipicu oleh krisis pasokan memori DRAM yang masih membayangi industri semikonduktor. Kelangkaan DRAM membuat produsen PC berupaya mengamankan pasokan komponen lebih awal melalui strategi inventory pull-forward. Namun, strategi tersebut tidak lagi mampu menahan tekanan akibat kenaikan harga memori, penyimpanan NAND, serta berbagai ketidakpastian geopolitik yang masih mengganggu rantai pasok global. IDC mencatat fenomena menarik di pasar PC saat ini. Meskipun volume pengiriman menurun, pendapatan produsen justru meningkat karena kenaikan harga perangkat berlangsung lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan. Menurut Research Director IDC Jitesh Ubrani, kondisi ekonomi global yang melemah da...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...