Langsung ke konten utama

Kuota TikTok Gratis untuk Indosat dan Tri

Indosat dan Tri, dua operator seluler terkemuka di Indonesia baru-baru ini melakukan penggabungan perusahaan (merger). Setelah bergabung, perusahaan tersebut menjadi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk.

Penggabungan kedua perusahaan tentunya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan untuk para pelanggan kedua perusahaan. Keduanya bisa mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki masing-masing dan akhirnya akan menguntungkan pengguna.


Salah satu langkah awal yang diambil oleh perusahaan baru ini adalah program khusus untuk pengguna Indosat IM3 Ooredoo dan pengguna Tri. Ya, di website resmi perusahaan baru, Indosat Ooredoo Hutchison mengumumkan promo menarik.

Adapun promo gratis yang diberikan adalah bebas telepon hingga 6.000 menit (200 menit/hari) dan kuota gratis untuk akses TikTok sebesar 10 GB bagi pelanggan Indosat dan Tri. Dan kuota TikTok gratis ini akan berlaku selama 30 hari.


Benefit ini sendiri akan dinikmati pengguna mulai dari tanggal 4 Januari hingga 2 Februari 2022.

Secara umum, promo bebas teleponan dan TikTok-an ini bisa didapatkan oleh seluruh pelanggan IM3 Ooredoo dan Tri, baik pelanggan prabayar atau pasca-bayar, serta pelanggan lama atau baru sekalipun. Berikut ketentuan mendapatkan benefit bebas nelpon dan TikTok-an dari Indosat Ooredoo

Cara Mendapatkan Promo Gratis TikTok Pengguna Indosat
Bagi pelanggan Indosat aktif, mereka akan mendapat promo bebas "nelpon" 200 menit per hari dan kuota akses TikTok 10 GB selama 30 hari secara otomatis. Artinya, pelanggan tidak perlu repot-repot melakukan aktivasi promo apapun.

Sementara bagi pelanggan prabayar Indosat yang baru, akan mendapatkan benefit promo secara langsung ketika melakukan aktivasi pada periode 4 Januari – 2 Februari 2022. Adapun masa berlaku promo selama 30 hari, akan dihitung sejak tanggal aktivasi nomor dilakukan.

Pelanggan Indosat Ooredoo dapat mengecek sisa kuota benefit promo melalui melalui aplikasi MyIM3 atau melalui nomor USSD *123#.

Cara Mendapatkan Promo Gratis TikTok Pengguna Indosat
Pelanggan Tri yang aktif sejak sebelum 4 Januari 2022 juga akan langsung menerima benefit bebas "Nelpon" dan kuota akses TikTok yang sama pada 4 Januari 2022. Sedikit berbeda dengan Indosat, pelanggan Tri yang baru harus melakukan aktivasi nomor dan klaim promo terlebih dahulu.

Ada 3 cara yang bisa dilakukan. Untuk Pelanggan Baru layanan prabayar perdana AON dan Janet: benefit akan diterima segera setelah registrasi jasa telekomunikasi ke 4444 berhasil dilakukan.

Untuk pelanggan baru layanan prabayar perdana Happy: benefit akan diterima segera setelah pelanggan melakukan klaim benefit melalui SMS dengan format MAU SP kirim ke 234.

Terakhir, untuk pelanggan baru layanan pascabayar: benefit akan diterima segera setelah nomor pelanggan berhasil diaktifkan.


Baca juga:


Menurut Indosaat Ooredoo Hutchison, benefit promo yang diberikan untuk merayakan merger Indosat-Tri ini hanya bisa dinikmati satu kali untuk satu nomor IM3 Ooredoo dan Tri, alias tidak bisa diperpanjang.

Untuk promo bebas "Nelpon", Indosat Ooredoo Hutchison menetapkan batas pemakaian wajar untuk nelpon ke sesama pengguna Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia, yakni sebesar 200 menit/hari selama 30 hari.


Apabila penggunaan telah melewati batas pemakaian wajar, maka akan menggunakan kuota "Nelpon" lainnya yang tersedia atau akan dikenakan tarif dasar telpon ke sesama (on-net). Selain itu, promo bebas nelpon ini hanya bisa digunakan pelanggan untuk menelepon ke seluruh nomor Indosat Ooredoo dan Tri, tidak ke operator lainnya.

Benefit kuota TikTok 10 GB dapat dinikmati pelanggan IM3 Ooredoo dan Tri di seluruh jaringan. Kuota promo akan lebih dulu digunakan untuk mengakses TikTok. Apabila kuota habis, maka penggunaan selanjutnya untuk akses ke TikTok akan menggunakan kuota data lainnya yang tersedia atau akan dikenakan tarif dasar internet.

Lumayan banget kan guys?

Postingan Populer

Qualcomm Snapdragon X2 Elite Bagus, Tapi Harga Mahal

Momentum Windows on Arm kembali menguat seiring kesiapan generasi baru chipset dari Qualcomm, khususnya Snapdragon X2 Elite. Dengan performa yang diklaim kompetitif terhadap lini terbaru silikon Apple dan meningkatnya dukungan aplikasi native, platform ini mulai menunjukkan potensi keluar dari status “niche”. Secara teknis, fondasi memang semakin solid. Performa CPU dan efisiensi daya meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya, sementara ekosistem software mulai beradaptasi. Semakin banyak developer yang melihat Windows on Arm sebagai platform serius, bukan sekadar eksperimen terbatas dengan kompatibilitas parsial. Namun, di balik progres tersebut, tantangan struktural masih membayangi. Sejumlah laporan komunitas mengindikasikan bahwa produsen laptop (OEM) justru memposisikan perangkat berbasis Snapdragon X2 Elite di segmen premium. Strategi ini dinilai kontraproduktif, mengingat adopsi awal membutuhkan harga yang lebih agresif untuk membangun basis pengguna. Kasus peluncuran A...

Apple Maps Hapus Wilayah Lebanon Selatan, Diduga Dukung Operasi Israel

Langkah kontroversial dilakukan Apple setelah pengguna menemukan bahwa sebagian besar label wilayah di Lebanon Selatan menghilang dari layanan Apple Maps. Hilangnya nama desa dan kota di kawasan tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hezbollah, memicu spekulasi bahwa ini bukan sekadar kesalahan teknis biasa. Berbeda dengan Apple Maps, platform lain seperti Google Maps masih menampilkan informasi geografis secara lengkap di wilayah yang sama. Ketimpangan ini memperkuat dugaan bahwa perubahan pada Apple Maps bukanlah fenomena global, melainkan keputusan spesifik yang berpotensi memiliki implikasi geopolitik. Dalam konteks konflik, peta digital bukan hanya alat navigasi, tetapi juga instrumen informasi strategis. Penghapusan label wilayah dapat mengurangi visibilitas suatu area, baik bagi masyarakat sipil, organisasi bantuan, maupun pihak luar yang mencoba memahami situasi di lapangan. Dalam skenario ekstrem, hal ini bisa dianggap sebagai bentuk “penghapusan dig...

Jangan Beli VGA Dulu. RTX 6000 Sedang Disiapkan

Rumor mengenai lini GPU generasi berikutnya dari Nvidia, yakni GeForce RTX 6000 series berbasis arsitektur Rubin, mulai bermunculan. Meski belum ada konfirmasi resmi, berbagai laporan menyebut arsitektur ini akan membawa peningkatan signifikan, terutama di sektor AI dan ray tracing. Salah satu poin utama dari rumor yang beredar adalah pendekatan pengembangan Rubin yang disebut berangkat dari GPU data center. Artinya, desain awalnya difokuskan untuk kebutuhan komputasi skala besar sebelum diadaptasi ke segmen gaming.  Strategi ini konsisten dengan arah Nvidia dalam beberapa generasi terakhir, di mana inovasi AI dan akselerasi komputasi diperkenalkan lebih dulu di segmen enterprise. Di sisi manufaktur, Rubin disebut akan menggunakan proses 3nm dari TSMC. Perpindahan ke node yang lebih kecil ini berpotensi meningkatkan efisiensi daya sekaligus memungkinkan jumlah transistor yang lebih besar. Dampaknya bisa terlihat pada peningkatan jumlah core, cache, hingga bandwidth memori yang lebi...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Apple Siapkan Perangkat Lipat. Layarnya dari Samsung

Langkah agresif kembali diambil Samsung Electronics dengan mengamankan kontrak eksklusif selama tiga tahun untuk memasok layar foldable kepada Apple. Kesepakatan ini bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan sinyal kuat pergeseran peta persaingan di industri komponen premium. Berdasarkan sejumlah laporan, Apple memilih Samsung sebagai satu-satunya pemasok panel OLED lipat karena keterbatasan alternatif. Kompetitor seperti BOE dinilai belum mampu menyamai kualitas, sementara LG Display masih menghadapi tantangan dalam produksi massal panel foldable yang kompleks.  Ini menempatkan Samsung dalam posisi dominan, bukan hanya sebagai pemasok, tetapi sebagai gatekeeper teknologi layar lipat. Dari sisi finansial, momentum ini datang di waktu yang tepat. Samsung telah memproyeksikan lonjakan laba operasional signifikan, didorong oleh pemulihan pasar memori dan kontrak bernilai tinggi seperti ini. Bahkan, analis memperkirakan potensi Samsung melampaui Nvidia dalam perolehan profit global dal...