Langsung ke konten utama

Cara Baru Melamar Pekerjaan Pakai TikTok Resume

Melamar pekerjaan biasanya mengharuskan calon pekerja untuk melampirkan CV atau Curiculum Vitae. Di sana, mereka perlu mencantumkan berbagai jenis informasi yang dibutuhkan. 

Informasi lengkap mulai dari tanggal lahir, latar belakang pendidikan, pengalaman berorganisasi dan lain-lain harus disertakan. Tujuannya tentu untuk menarik perekrut untuk memilih calon karyawan yang bersangkutan.


Tapi ternyata, kini ada cara lain selain menggunakan CV untuk melamar pekerjaan. Seperti apa?

Ya, kabar terbaru, TikTok membuat gebrakan yang memungkinkan penggunanya bisa melamar pekerjaan menggunaan. Caranya, mereka membut resume dalam bentuk video. Menarik bukan?


Gebrakan ini sebenarnya telah ada di TikTok dan muncul secara organik dari para pengguna. Tepatnya, mereka kompak menggunakan hashtag #CareerTok. 

Dan ternyata, beberapa perusahaan telah sengaja meminta para pelamar pekerjaan yang merupakan anak-anak muda untuk menggunakan TikTok sebagai sarana resume.

Pelamar pekerjaan harus membuat resume yang merupakan sebuah video. Kemudian, video tersebut diunggah ke TikTok. Setelah itu, TikTok kemudian mengirimnya ke perusahaan yang sedang merekrut pekerja.

Akan tetapi, berbeda dengan CV, pelamar pekerjaan direkomendasikan untuk tidak menyertakan informasi pribadi seperti alamat email atau alamat rumah dalam video yang akan dibagikan ke publik karen alasan keamanan.


Baca juga:


Salah satu pekerjaan yang terdaftar di TikTok Resume ini adalah pembuat konten atau Content Creator yang paham akan pembuatan konten. Dan tentunya akan menarik dalam pengiklanan dan strategi pemasaran merek ataupun sekedar posting post. 

Ada juga perusahaan yang mencari host dan produser video yang dapat menjangkau berbagai platform.

Video resume itu sendiri tentunya dengan durasi yang sudah tersedia di platform TikTok. Namun untuk video yang berdurasi agak panjang, jangan khawatir. Sekarang TikTok sudah meluncurkan fitur video dengan durasi 3 menit. 

Konten TikTok Resume ini dapat ditemukan langsung di aplikasi TikTok melalui #TikTokResumes dan di www.tiktokresumes.com.


Kandidat pelamar pekerjaan disarankan untuk membaca dengan teliti daftar pekerjaan, contoh resume video TikTok yang menonjol, profil pembuat TikTok yang membuat konten terkait karier atau pekerjaan, dan mengirimkan video untuk pekerjaan yang diposting

Fitur melamar pekerjaan ala TikTok ini akan diuji pada 7 sampai dengan 31 Juli mendatang dan sudah ada 30 perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam uji coba fitur terbaru TikTok ini. 

Sejauh ini, uji coba fitur tersebut bersifat sementara. Namun demikian, fitur tersebut diharapkan dapat memajukan konten yang lebih profesional di TikTok.

Postingan Populer

Perbandingan Intel Iris Xe Graphics dengan Iris Xe Max

Laptop VGA onboard? Kesannya low end dan low performance ya? Tapi jangan salah. Konsep itu kini sudah tidak tepat. Ya, laptop dengan VGA onboard pun kini punya performa yang bukan kaleng-kaleng. Sebagai informasi, sejak Intel menghadirkan prosesor Core generasi ke-11 mereka, performa VGA onboard yang dimilikinya semakin meningkat pesat. Khususnya untuk seri Core i5 dan Core i7 yang diperkuat oleh Intel Xe Graphics. Di sisi lain, jangan anggap sepele juga. Menurut data Lembaga riset terkemuka GfK, per kuartal pertama 2021 lalu, pangsa pasar VGA di Indonesia dikuasai Intel onboard secara signifikan yakni 54 persen lebih. Barulah setelah itu dikuasai oleh AMD onboard serta juga AMD Radeon discrete dengan 25 persen. Nvidia sendiri hanya punya pasar sebesar 16 persen sekian. Jadi, terlihat kan betapa signifikan peranan VGA onboard dalam kehidupan komputasi masa kini? Intel Iris Xe Max Graphics Nah, kali ini kita akan bahas performa VGA “onboard” lebih baru lagi dari Intel yakni Intel ...

Apa Beda QLED dan OLED? Mana yang Lebih Bagus di Antaranya?

Saat memilih TV baru, konsumen kerap dihadapkan pada istilah teknis seperti HDR, refresh rate 120Hz, hingga HDMI generasi terbaru. Namun, dua istilah yang paling sering membingungkan adalah QLED dan OLED.  Keduanya sering diposisikan sebagai teknologi layar kelas atas, padahal secara fundamental, QLED dan OLED bekerja dengan cara yang sangat berbeda. OLED adalah singkatan dari organic light-emitting diode. Teknologi ini bersifat emissive, artinya setiap piksel dapat memancarkan cahaya sendiri tanpa memerlukan lampu latar. Karena itu, OLED mampu mematikan piksel sepenuhnya saat menampilkan warna hitam, menghasilkan kontras nyaris tak terbatas dan tingkat hitam yang sangat pekat. Inilah alasan utama mengapa TV OLED seperti LG OLED C3, LG G3, atau Samsung S95C QD-OLED sering dianggap memiliki kualitas gambar terbaik di kelasnya. Sebaliknya, QLED merupakan pengembangan dari TV LCD LED konvensional. QLED adalah singkatan dari quantum dot LED, di mana lapisan quantum dot digunakan untuk ...

Harddisk Terbesar di Dunia. Western Digital Siapkan HDD 60TB hingga 140TB

Western Digital kembali menegaskan bahwa hard disk drive (HDD) belum mendekati akhir hayatnya. Di tengah dominasi SSD untuk komputasi konsumen, perusahaan ini justru memaparkan peta jalan agresif untuk mendorong kapasitas HDD hingga 60TB dalam waktu dekat, bahkan melampaui 140TB pada dekade 2030-an.  Target ini secara jelas diarahkan untuk menjawab kebutuhan penyimpanan masif dari beban kerja AI dan cloud berskala besar. Dalam pernyataan resminya, Western Digital mengungkapkan bahwa mereka akan mulai memproduksi massal HDD komersial berbasis heat-assisted magnetic recording (HAMR) pada 2026. Generasi awal akan hadir dengan kapasitas 40TB berbasis CMR dan 44TB berbasis SMR, sebelum volume produksinya meningkat pada 2027.  Pendekatan ini menandai transisi penting dari ePMR menuju HAMR sebagai fondasi jangka panjang peningkatan kapasitas. Kunci utama strategi ini terletak pada inovasi laser. Selama ini, industri HDD mengandalkan edge-emitting laser pada teknologi HAMR, namun menu...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Review Asus Chromebook 14 CM1405. Efisien untuk Produktivitas Modern

Pasar laptop Chromebook diam-diam terus berkembang. Segmen ini hadir sebagai alternatif serius bagi laptop Windows, terutama di segmen pendidikan, UMKM, dan perusahaan yang mengedepankan efisiensi, keamanan, serta kemudahan manajemen perangkat.  Dengan sistem operasi ChromeOS yang berbasis cloud, Chromebook menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan minim perawatan. Berbeda dari ekosistem Windows yang lebih kompleks dan menuntut spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Chromebook juga meningkat di lingkungan enterprise dan institusi pendidikan. Semua didorong oleh kebutuhan kerja hybrid, kolaborasi berbasis web, serta keamanan data yang terintegrasi langsung di level sistem.  Sebagai gambaran, ChromeOS dikenal memiliki booting cepat, update otomatis, serta proteksi bawaan terhadap malware. Kemampuan ini menjadikannya solusi praktis untuk pengguna yang aktivitasnya terfokus pada browser, aplikasi Android, dan layanan Google ...